Informasi Layanan Visa

​​Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan memberikan pelayanan penerbitan visa bagi warga negara Vatikan dan warga negara lain yang memiliki status keimigrasian yang sah (lawful immigration status) di wilayah Italia. Melalui Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015, Pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan bebas visa bagi warga negara dari 30 (tiga puluh) negara untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari. Jenis visa tersebut tidak dapat diperpanjang atau dialihstatuskan menjadi izin tinggal jenis lain. Beberapa jenis visa (izin tinggal) yang diterbitkan oleh KBRI Vatikan terdiri dari:

Visa Kunjungan Satu Kali Perjalanan (Indeks 211)

Berdasarkan pasal 89 ayat 1, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013, Visa Kunjungan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain. Visa kunjungan tersebut diberikan hanya untuk satu kali perjalanan dan berlaku untuk maksimal 60 (enam puluh) hari.

Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (Indeks 212)

Sesuai pasal 89 ayat 3, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013, Visa Kunjungan dapat juga diberikan untuk beberapa kali perjalanan kepada orang asing yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka tugas pemerintah, bisnis, dan keluarga. Visa jenis ini berlaku untuk 1 (satu) tahun dengan durasi izin tinggal maksimal 60 (enam puluh) hari pada setiap kunjungan.

Visa Tinggal Terbatas (Indeks 311 - 319)

Visa Tinggal Terbatas diberikan kepada orang asing yang hendak menetap di Indonesia untuk jangka waktu lebih dari 60 (enam puluh) hari. Pasal 102 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 menetapkan bahwa Visa Tinggal Terbatas diberikan kepada orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia baik dalam rangka bekerja maupun tidak dalam rangka bekerja.

Visa Diplomatik atau Dinas

Visa Diplomatik adalah jenis visa yang diberikan kepada orang asing pemegang paspor diplomatik dan paspor lain untuk masuk ke wilayah Indonesia dalam rangka melaksanakan tugas yang bersifat diplomatik. Visa jenis ini dapat diberikan untuk 1 (satu) atau beberapa kali perjalanan dan memerlukan persetujuan dari Menteri Luar Negeri. Dalam hal ini, KBRI Vatikan hanya menerbitkan visa Diplomatik/Dinas bagi pejabat/warga negara Vatikan atau pejabat perwakilan asing yang terakreditasi untuk Vatikan yang hendak melaksanakan tugas ke Indonesia (diplomatik) ke Indonesia.


Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

Sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 69 Tahun 2015, pemegang paspor negara-negara tertentu atau wilayah administrasi khusus di bawah ini tidak memerlukan visa kunjungan ke Indonesia apabila hendak berkunjung selama maksimal 30 hari dan untuk tujuan wisata, kunjungan sosial budaya, bisnis dan kunjungan resmi pemerintahan. Daftar Negara atau Wilayah Administrasi Khusus (Special Administration Region) tersebut mencakup:

 

  1. Brunei Darussalam
  2. Chili
  3. Filipina
  4. Ekuador
  5. Kamboja
  6. Laos
  7. Malaysia
  8. Myanmar
  9. Maroko
  10. Peru
  11. Singapura
  12. Thailand
  13. Vietnam
  14. Hongkong (Wilayah Administrasi Khusus)
  15. Makau (Wilayah Administrasi Khusus)


Kebijakan Bebas Visa dalam rangka Kunjungan Wisata

Dalam rangka peningkatan hubungan bilateral dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan ketentuan bebas visa kunjungan dalam rangka wisata. Dalam hal ini, ketentuan bebas visa tersebut hanya berlaku untuk tujuan wisata untuk durasi kunjungan 30 (tiga puluh) hari. Ketentuan dimaksud adalah Peraturan Presiden RI Nomor 104 Tahun 2015 yang menetapkan 75 (tujuh puluh lima) negara subyek bebas visa kunjungan wisata, sebagai berikut:

 


  1. Afrika Selatan
  2. Aljazair
  3. Amerika Serikat
  4. Angola
  5. Argentina
  6. Austria
  7. Azerbaijan
  8. Bahrain
  9. Belanda
  10. Belarusia
  11. Belgia
  12. Bulgaria
  13. Ceko
  14. Denmark
  15. Dominika
  16. Estonia
  17. Fiji
  18. Finlandia
  19. Ghana
  20. Hongaria
  21. India
  22. Inggris
  23. Irlandia
  24. Islandia
  25. Italia
  26. Jepang
  27. Jerman
  28. Kanada
  29. Kazakhstan
  30. Kirgistan
  31. Kroasia
  32. Korea Selatan
  33. Kuwait
  34. Latvia
  35. Lebanon
  36. Liechtenstein
  37. Lithuania
  38. Luxemburg
  39. Maladewa
  40. Malta
  41. Meksiko
  42. Mesir
  43. Monako
  44. Norwegia
  45. Oman
  46. Panama
  47. Papua New Guinea
  48. Prancis
  49. Polandia
  50. Portugal
  51. Qatar
  52. Republik Rakyat Tiongkok
  53. Rumania
  54. Rusia
  55. San Marino
  56. Saudi Arabia
  57. Selandia Baru
  58. Seychelles
  59. Siprus
  60. Slovakia
  61. Slovenia
  62. Spanyol
  63. Suriname
  64. Swedia
  65. Swiss
  66. Taiwan
  67. Tanzania
  68. Timor Leste
  69. Tunisia
  70. Turki
  71. Uni Emirat Arab
  72. Vatikan
  73. Venezuela
  74. Yordania
  75. Yunani


Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival)

Visa kunjungan saat kedatangan atau Visa on Arrival (VoA) adalah jenis visa yang diberikan kepada orang asing pada saat kedatangan, yakni pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang ditentukan di Indonesia. Orang asing yang memenuhi syarat untuk mengajukan VoA tersebut adalah orang asing yang berkewarganegaraan tertentu sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 3 Tahun 2015. Negara-negara dimaksud mencakup:

 


  1. Afrika Selatan
  2. Aljazair
  3. Andora
  4. Amerika Serikat
  5. Argentina
  6. Australia
  7. Austria
  8. Bahrain
  9. Belgia
  10. Belanda
  11. Belarusia
  12. Brazilia
  13. Bulgaria
  14. Ceko
  15. Cyprus
  16. Denmark
  17. Emirat Arab
  18. Estonia
  19. Fiji
  20. Finlandia
  21. Hongaria
  22. India
  23. Inggris
  24. Irlandia
  25. Islandia
  26. Italia
  27. Jepang
  28. Jerman
  29. Kanada
  30. Korea Selatan
  31. Kroasia
  32. Kuwait
  33. Latvia
  34. Libya
  35. Liechtenstein
  36. Lithuania
  37. Luxemburg
  38. Maladewa
  39. Malta
  40. Meksiko
  41. Mesir
  42. Monako
  43. Norwegia
  44. Oman
  45. Panama
  46. Prancis
  47. Polandia
  48. Portugal
  49. Qatar
  50. Republik Rakyat Tiongkok
  51. Rumania
  52. Rusia
  53. Saudi Arabia
  54. Selandia Baru
  55. Slovakia
  56. Slovenia
  57. Spanyol
  58. Suriname
  59. Swedia
  60. Swiss
  61. Taiwan
  62. Timor Leste
  63. Tunisia
  64. Turki
  65. Yunani


 

Metode Aplikasi Visa

Berkas aplikasi visa diserahkan secara langsung kepada KBRI Vatikan sehingga memungkinkan pejabat konsuler KBRI Vatikan untuk melakukan wawancara langsung dengan pemohon visa. KBRI Vatikan menerapkan jam pelayanan visa pada setiap Senin – Jumat pukul 09:00 – 13:00 (Sabtu/Minggu dan hari libur lainnya tutup). Aplikasi visa yang masuk setelah pukul 13:00 akan diproses pada hari kerja berikutnya.

 

Berkas aplikasi dapat dikirim melalui pos tercatat, namun KBRI Vatikan tidak bertanggung jawab atas kehilangan paspor/dokumen terkait yang dikirim melalui pos. Pelamar yang telah mengirimkan aplikasi melalui pos tetap diharuskan untuk mendatangi KBRI Vatikan sebelum aplikasi visa disetujui. Alamat Kantor KBRI Vatikan, adalah:

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan

Via Marocco 10, Eur 00144 

Roma (RM) – Italia

Phone  : 06.59290049 / 5918610

Fax.     : 06.54221292 / 54210449

Link Peta Lokasi

 

KBRI Vatikan hanya menerima pembayaran secara tunai pada loket konsuler. Setiap pembayaran akan diberikan kuitansi dengan stempel dan paraf pejabat yang berwenang sebagai bukti pembayaran yang sah. Biaya aplikasi visa dan tarif PNBP yang berlaku untuk berbagai pelayanan konsuler lainnya dapat dilihat ada bagian informasi Tarif dan Bea Kekonsuleran pada KBRI Vatikan.