Sign In

I.    Permohonan Izin Nikah Di Luar Negeri Untuk Yang Beragama Islam

​Pada dasarnya pemerintah Malaysia khususnya wilayah Sabah (dalam hal ini instansi yang berwenang adalah JHEAINS), hanya   melayani pernikahan secara hukum Islam, bagi warga negara asing termasuk WNI jika menikah dengan warga setempat (Malaysia). Namun saat ini JHEAINS juga menerima pendaftaran pernikahan untuk pasangan yang keduanya merupakan WNA tetapi dengan syarat keduanya adalah lahir di Malaysia (Sabah) yang dibuktikan dengan surat lahir resmi yang dikeluarkan oleh Jabatan Pendaftaran Negara (JPN).

Untuk itu Konsulat Republik Indonesia Tawau sebagai Perwakilan Pemerintah RI, dalam menerbitkan surat pengantar untuk permohonan Izin menikah juga harus menyesuaikan dengan ketentuan negara setempat.

A.   Untuk calon mempelai yang berkewarganegaraan Indonesia, berkas yang harus dilampirkan sebagai persyaratan adalah sebagai berikut :

  1. Paspor asli dan  foto copy-nya ;
  2. Surat rekomendasi nikah luar negeri dari Kantor Urusan Agama / KUA (formulir N1-N5 )   *)
  3. Akta /sijil Kursus Nikah.

*)     Ket. : Surat Rekomendasi Nikah Luar Negeri dari Kantor Urusan Agama /KUA (butir A. 2) di atas, hanya untuk persyaratan WNI yang tidak memiliki surat lahir di Malaysia (bukan dilahirkan di Malaysia). Sedangkan kalau WNI tersebut memiliki surat lahir Malaysia (dilahirkan di Malaysia), maka persyaratan untuk butir ini digantikan dengan:

  1. Akte / Sijil Lahir Malaysia yang dikeluarkan oleh Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaysia ;
  2. Surat Izin menikah yang dibuat dan ditandatangani orang tua/saudara kandung calon mempelai, yang didalamnya juga menerangkan kalau yang bersangkutan berstatus lajang (untuk calon yang berstatus lajang).
  3. Jika calon mempelai berstatus Duda atau Janda, maka harus melampirkan Surat cerai (apabila cerai hidup) atau Surat Kematian suami/istri + Siji / akte Nikah + paspor asli / fotocopy  bekas suami/istri (cerai meninggal) ;
  4. Mengisi Formulir yang telah disediakan Pihak Konsulat untuk 2 orang Saksi

B.   Untuk calon mempelai yang berkewarganegaraaan Asing (Malaysia), berkas yang harus dilampirkan sebagai persyaratan adalah sebagai berikut :

  1. Kartu penduduk setempat/ Identity Card (IC) calon mempelai ;
  2. Surat izin menikah yang dibuat dan ditandatangani orang tua/saudara kandung calon mempelai, yang didalamnya juga menerangkan kalau yang bersangkutan berstatus lajang (untuk calon yang berstatus lajang) ;
  3. Jika calon mempelai berstatus Duda atau Janda, maka harus melampirkan Surat cerai + kartu penduduk setempat/ Identity Card (IC) bekas suami/istri (apabila cerai hidup) atau Surat Kematian bekas suami/istri + Siji/akte Nikah + Kartu Penduduk Setempat / Identity Card (IC)  bekas suami/istri (apabila cerai meninggal) ;
  4. Kartu Penduduk Setempat / Identity Card (IC) orang tua calon mempelai ;
  5. Akta /sijil kursus nikah.

 

    II.    Permohonan Izin Nikah Di Luar Negeri Bagi Non Muslim

Instansi yang berwenang menangani pernikahan untuk non-muslim di Malaysia adalah Jabatan Pendaftaran negara (JPN).

Sama halnya seperti ketentuan pernikahan bagi yang beragama Islam Konsulat Republik Indonesia Tawau sebagai Perwakilan Pemerintah RI, dalam menerbitkan surat pengantar untuk permohonan izin menikah juga harus menyesuaikan dengan ketentuan negara setempat Malaysia c.q Jabatan Pendaftaran Negara (JPN).

A.       Persyaratan yang harus dilampirkan untuk calon mempelai yang berkewarganegaraan Indonesia :

  1. Paspor Asli dan  Foto copy-nya.
  2. Surat Keterangan dari Catatan Sipil  (formulir N1-N5) *)
  3. Akte Kelahiran *)
  4. Kartu Keluarga *)
  5. Kartu Tanda Penduduk (KTP).  *)

*)   Ket. :   Berkas persyaratan yang tertulis di butir 2 s.d 5 di atas, hanya untuk persyaratan WNI yang tidak memiliki surat lahir di Malaysia (bukan dilahirkan di Malaysia). Sedangkan kalau WNI tersebut memiliki surat lahir Malaysia (dilahirkan di Malaysia) maka persyaratan untuk butir 2 s.d 5 ini digantikan dengan:

  1. Akte / Sijil Lahir yang dikeluarkan oleh Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaysia ;
  2. Surat izin menikah yang dibuat dan ditandatangani orang tua/saudara kandung masing-masing calon mempelai, yang didalamnya juga menerangkan kalau yang bersangkutan berstatus lajang (untuk calon yang berstatus lajang) ;
  3. Jika calon mempelai berstatus duda atau janda, maka harus melampirkan surat cerai (apabila cerai hidup) atau Surat Kematian bekas suami/istri + paspor asli / fotocopy  bekas suami/istri (cerai meninggal) ;
  4. Mengisi formulir yang telah disediakan pihak Konsulat untuk 2 orang saksi

 

B.   Untuk calon mempelai yang berkewarganegaraaan Asing (Malaysia)

  1. Kartu penduduk setempat / Identity Card (IC) beserta copy-nya untuk calon mempelai ;
  2. Surat Izin menikah yang dibuat dan ditandatangani orang tua/saudara kandung calon mempelai, yang didalamnya juga menerangkan kalau yang bersangkutan berstatus lajang (untuk calon yang berstatus lajang) ;
  3. Jika calon mempelai berstatus Duda atau Janda, maka harus melampirkan Surat cerai (apabila cerai hidup) atau Surat Kematian bekas suami/istri + paspor asli / fotocopy  bekas suami/istri (cerai meninggal) ;
  4. Kartu tanda penduduk setempat / Identity Card (IC) orang tua calon mempelai ;
  5. Akta /sijil kursus nikah.

  * Biaya resmi pembuatan surat pengantar permohonan Izin menikah ini adalah RM 70.  (tujuh puluh Ringgit).​