Keterangan Dasar Negara Malaysia dan Sabah

​​Negara Malaysia ber-ibukota Kuala Lumpur

Letak geografis Negara Malaysia terdiri dari dua bagian besar wilayah daratan yaitu Malaysia Barat yang disebut Semenanjung (Peninsula) Malaysia yang terletak pada posisi 01,0-06,9 LU dan 99,6-104,8 BT serta Malaysia Timur yang meliputi Sabah dan Sarawak yang terletak pada lokasi 00,8-08,2 LU dan 109,2-119,4 BT.

Perbatasan Malaysia memiliki perbatasan dengan beberapa negara baik di darat maupun laut sebagai berikut :

Malaysia Barat
Utara : Thailand (Perbatasan Darat 288 km).
Selatan : Singapura dan Indonesia.
Barat : Indonesia.
Timur : Indonesia, Thailand, Kamboja dan Vietnam. 

Malaysia Timur
Utara : Laut China Selatan
Selatan : Indonesia (Perbatasan darat dengan
            Kalimantan Barat dan Timur 1620 km)
Barat : Indonesia (Perbatasan Laut)
Timur : Philipina (Perbatasan Laut) 

Luas Wilayah Malaysia mempunyai luas wilayah 329.718 km2 yang terdiri dari wilayah :

Wilayah Semenanjung : 131.598 km2
Wilayah Serawak : 124.449 km2
Wilayah Sabah : 73.620 km2

Kepala Negara adalah Yang di-Pertuan Agong.
Kepala Pemerintahan adalah Perdana Menteri 
Jumlah penduduk 24.3 juta (tahun 2012)
Etnis Suku terbesar ialah Melayu, Cina dan India.
Pendapatan Perkapita US$. 4000 (tahun 2012)
Mata uang Ringgit Malaysia (US$ 1.00 = RM 3,40)
Expor Utama Minyak kelapa sawit.

Sejarah singkat Malaysia

Penduduk asli Malaysia dikenal dengan sebutan “Orang Asli” tinggal di Wilayah Semenanjung, “Orang Penang” di Serawak dan “Orang Rungus” di Sabah. Keberadaan mereka di wilayah tersebut diperkirakan sejak 5000 tahun lalu. Penduduk asli diperkirakan berasal dari Cina dan Tibet yang pindah ke Selatan melalui daratan Asia Tenggara dan Semenanjung Melayu, kemudian terus ke Indonesia. Berikutnya, “Orang Melayu” yang mewakili gelombang kedua dan gelombang ketiga dari perpindahan ini. Orang Melayu pertama (Proto-Melayu) diperkirakan berdiam di wilayah ini sejak 1000 tahun sebelum masehi. Perpindahan ini diikuti oleh kelompok imigran lain yaitu Deutero Melayu pada abad-abad berikutnya. Kelompok Melayu di Semenanjung mempunyai hubungan yang dekat dengan orang Melayu di Sumatera. “Orang Asli” bersama-sama dengan kelompok Melayu kemudian digolongkan sebagai “Putra dari tanah” atau “Bumiputera” yang mempunyai budaya Melayu. Kebudayaan Melayu dipengaruhi oleh Hinduisme dan Budhisme yang berasal dari India. Kemudian dipengaruhi oleh Islam yang mulai masuk pada abad ke-13 dan menjadi agama mayoritas, setelah para pemimpin Melayu-Hindu di Malaka menjadi pemeluk Islam. Dari Malaka, agama Islam menyebar ke wilayah lainnya di Semenanjung Malaysia. Tahun 1511 merupakan era penjajahan bangsa Eropa ke tanah Melayu yaitu masuknya Portugis ke Malaka. Pada akhir abad ke-18 Inggris masuk ke Malaysia. Inggris menyebarkan pengaruh melalui pangkalan di Pulau Pineng (1786), Singapura (1811) dan Malaka (1824) yang kemudian dikenal dengan “the Straits Settlements”.

Pada tahun 1914 pengorganisasian wilayah Malaysia dikelompokkan sebagai berikut :

The Straits Settlements yaitu koloni Inggris yang diketuai seorang Gubernur dari Inggris dan meliputi Singapura, Malaka, Pulau Pineng, Labuan, Kepulauan Coco dan Pulau Christmas dengan ibukota Singapura.

Federal negara-negara Melayu (The Federated Malay States) merupakan wilayah protektorat Inggris yang diketuai seorang Komisioner Tinggi Inggris (British High Commissioner) atau Governor of the Straits Settlements, dan meliputi Negeri Sembilan, Pahang, Perak dan Selangor dengan ibukota Kuala Lumpur.

Negara-negara yang tidak menjadi federal (The Unfederated Malay States) : berada di bawah pengawasan seorang Penasehat di tiap negara bagian yang bertanggung jawab kepada Komisioner Inggris (British Commissioner), dan meliputi Johor, Kedah, Kelantan, Perlis dan Terengganu.

Serawak protektorat Inggris yang dikuasai oleh keluarga Brooke, dengan ibukota Kuching.
Sabah : protektorat Inggris yang dikuasai oleh Chartered Company dari British North Borneo, ibukota Jesselton (Kota Kinabalu).

Pada tahun 1941, sewaktu Jepang menyerang Malaya, Inggris menyerahkan kekuasaannya di Singapura. Meskipun Inggris memperoleh kembali kekuasaannya pada tahun 1945, namun Inggris menghadapi situasi politik yang sama sekali berbeda sehingga memaksa mereka membuat kebijakan-kebijakan baru. Sebagai kelanjutan dari kebijakan baru tersebut, “the Straits Settlement” dibubarkan. Pulau Pinang dan Melaka bergabung dengan negara-negara Melayu di Semenanjung dengan membentuk “Uni Malaya (Malay Union)”. Singapura masih menjadi wilayah penjajahan Inggris, sedangkan Sabah dan Serawak di bawah British North Borneo yang menggantikan rejim Brooke dan Chartered Company. Labuan kemudian bergabung dengan British North Borneo.

Pengaturan baru tersebut menimbulkan perlawanan di kalangan orang Malaysia. Perlawanan yang paling serius terjadi di Semenanjung yang menentang pembentukan Uni Malaya karena dinilai telah menurunkan status wilayah Raja-raja Melayu hanya menjadi wilayah jajahan Inggris. Sebagai akibatnya, Inggris membatalkan rencana Uni Malaya dan menggantikannya dengan Federasi Malaya (Federation of Malaya) setelah mengadakan negosiasi yang mendalam dengan Raja-raja Melayu, United Malays National Organization (UMNO) dan pihak-pihak lainnya.

Pada tanggal 21 Januari 1948 ditandatangani persetujuan pembentukan Federasi Malaysia (Persekutuan Tanah Melayu) yang dikenal dengan “Perjanjian Persekutuan Tanah Melayu”. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh 9 Raja-raja Melayu dan wakil Pemerintah Inggris, yang antara lain berbunyi : Pembentukan Persekutuan Tanah Melayu pada tanggal 1 Pebruari 1948 yang terdiri dari 11 Negeri, yaitu Perlis, Kedah, Perak, Selangor, Negeri Sembilan, Johor, Pahang, Terengganu, Kelantan, Pulau Pinang dan Melaka. Wilayah tersebut berada di bawah pemerintahan Federal di Kuala Lumpur yang dipimpin oleh seorang British High Commissioner. Dengan adanya pemberontakan kaum komunis dan tekanan dari UMNO, Inggris kemudian mengadakan Pemilihan Umum pada tahun 1951.

Pada tahun 1948 itu pula Partai Komunis Malaysia (PKM) melakukan pemberontakan guna menentang pembentukan Federasi Malaysia sehingga negara kemudian dinyatakan dalam keadaan darurat UMNO juga banyak memberi tekanan kepada penguasa Inggris untuk memperoleh kemerdekaan. Menanggapi situasi tersebut, pemerintahan Inggris mulai menyiapkan kemerdekaan bagi Federal Malaya. 

Untuk memperoleh kerjasama politik dari kelompok etnis lainnya dalam memperjuangkan kemerdekaan, UMNO membentuk aliansi dengan Malaysian Chinese Association (MCA), yang kemudian diikuti dengan bergabungnya Malaysian Indian Congress (MIC). Ketika Pemilihan Umum Federal Pertama diadakan pada tahun 1955, aliansi UMNO-MCA-MIC yang diketuai oleh Tunku Abdul Rahman berhasil menang mutlak (memperoleh 51 kursi dari 52 kursi yang diperebutkan). Aliansi ini berhasil menekan Inggris untuk menyerahkan kekuasaannya kepada Malaysia pada tanggal 31 Agustus 1957. Meskipun demikian, Inggris belum memberikan kemerdekaan berpolitik sepenuhnya kepada rakyat Malaysia.

Pada tanggal 27 Mei 1961, Tunku Abdul Rahman dalam pidatonya di Singapura melontarkan pemikiran untuk membuat federasi yang lebih luas meliputi federasi Malaysia, Singapura dan negara-negara di Kalimantan Utara, Serawak dan Brunei. Pemikiran ini memperoleh berbagai tanggapan positif di Malaysia dan Singapura, tetapi menimbulkan keraguan di Sabah dan Serawak. Federasi Malaya mendapat jaminan kerjasama pemerintah Inggris untuk mewujudkan gagasan politik yang baru di Asia Tenggara. Pada tanggal 16 September 1963, didirikan negara Malaysia, tanpa Brunei yang menolak untuk bergabung. Pada tahun 1965, Singapura melepaskan diri dari Federasi Malaysia dan menjadi negara merdeka.

S A B A H

​Kondisi Geografis Sabah terletak di ujung timur Malaysia dan negeri kedua terbesar dengan luas wilayah daratan 73.619 km2 dan garis pantai 1,440 km. Ibu negeri Sabah adalah Kota Kinabalu.

Menurut administratif, Sabah terbagi 5 wilayah:

·    Wilayah Pantai Barat

·    Wilayah Pedalaman

·    Wilayah Kudat

·    Wilayah Sandakan

·    Wilayah Tawau

Kondisi Demografi

Jumlah penduduk Sabah 3,063,600 jiwa, dengan rincian sebagai berikut:

a.   Warga negara Malaysia 2,293,400 jiwa, terdiri dari

·       Melayu                                351,300 jiwa

·       Kadazan/dusun                  541,500 jiwa

·       Bajau                                  412,400 jiwa

·       Murut                                  101,600 jiwa

·       Bumpiputera lain                446,700 jiwa

·       Cina                                    292.700 jiwa

·       lain-lain                               147,200 jiwa

b. Bukan warga negara             770,200 jiwa

Secara garis besar, penduduk Sabah terdiri dari 28 kelompok etnis / suku, terdiri dari; Kadazan–Dusun, Sino-Kadazan, Melayu, Murut, Bajau, Kwijau, Illanun,  Rungus, Lotud,  Tambanuo, Dumpas, Mangka’ak,  Suluk/Tausug, Ilocano, Orang Sungai, Brunei, Kedayan, Bisaya Beaufort, Tidong,  Maragang, Orang Cocos, Paitan, Ida’an,  Minokok, Rumanau, Yakan

Lain-lainnya adalah Filipino,  Serani, Kelompok dari Sarawak, Chabacano

Adat Istiadat dan Budaya

Sabah memiliki multi suku bangsa yang secara garis besar terdiri dari suku bangsa Kadazan-Dusun, Murut, Bajau, Melayu dan Cina dengan memiliki corak budaya sendiri.

Mereka menggunakan bahasa suku sendiri dalam komunisi antar sesama, dan  menggunakan bahasa melayu dalam pergaulan antara etnis.

Sistim Pemerintahan dan Politik

Sabah bergabung dengan Federasi Malaysia pada tanggal 16 September 1963, setelah sebelumnya melakukan referendum yang difasilitasi PBB untuk menentukan pilihan bergabung diantara negara-negara: Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Kepala daerah / ketua negeri disebut Tuan Yang Terutama / TYT yang diangkat oleh Yang Dipertuan Agong Malaysia, dan ketua pemerintahan disebut Ketua Menteri (Chief Minister) yang mengetuai kabinet menteri-menteri, serta dipilih dari kalangan koalisi partai pemenang pemilu.

 TYT Sabah saat ini dijabat oleh Tun Juhar Mahiruddin dan Ketua Menteri Sabah adalah Datuk Seri Musa Haji Aman. Sabah memiliki 20 kursi parlemen/Dewan Rakyat (DPR), 5 kursi Senat/Dewan Negara (DPD) dan  60 kursi Dewan Undangan Negeri (DPRD).

Terdapat beberapa partai politik di Sabah:

Partai Pemerintah Berkuasa / Koalisi Barisan Nasional:

· UMNO / United Malay National Organisation, mayoritas anggota etnis Melayu;

· PBS / Partai Bersatu Sabah, mayoritas anggota bumiputera non-muslim;

· PBRS / Partai Bersatu Rakyat Sabah, mayoritas anggota bumiputera non-muslim;

· LDP / Partai Liberal Democratic, mayoritas anggota etnis cina;

· UPKO / Pasok Momogun Kadazan dusun Murut Organisation, mayortias anggota bumiputera non-muslim;

· MCA / Malaysian Chinese Association, mayoritas anggota etnis cina;

· GERAKAN / Partai Gerakan Rakyat Malaysia, mayoritas anggota etnis cina;

Partai Oposisi / pembangkang:

· BERSEKUTU / Partai Barisan Rakyat Sabah bersekutu, mayoritas anggota Bumiputera Islam kaum Melayu;

· DAP / Democratic Action Party, mayoritas anggota etnis kaum cina;

· PAS / Partai Islam Se-malaysia, mayoritas anggota etnis kaum melayu;

· PKR / Partai Keadilan Rakyat, mayoritas anggota etnis kaum melayu;

Partai Bebas

· SAPP / Sabah Progressive Party, mayoritas anggota etnis kaum cina;

Pada Pilihan Raya Malaysia ke-13, bulan Maret 2008, Partai BN menang mayoritas dengan perolehan 58 kursi DUN dan 19 kursi Parlimen.

Ekonomi. Hasil ekspor utama Sabah antara lain; minyak sawit, coklat, gas alam cair/LNG, minyak, karet, kayu balak, kayu lapis.

​Hasil perkebunan sawit merupakan  penyumbang utama (40%) bagi pendapatan negeri Sabah atau sekitar 30% dari hasil sawit nasional Malaysia, dengan luas perkebunan sawit sekitar 1.5 juta hektar. Sektor ini memerlukan tenaga kerja yang tangguh, dan sekitar 90% perkebunan-perkebunan sawit di Sabah menggunakan TKI karena mereka diakui sebagai pekerja yang rajin dan ulet.​