Kedutaan Besar Republik Indonesia

Afghanistan secara resmi mengakui kedaulatan RI pada tanggal 23 September 1947, sedangkan hubungan diplomatik kedua negara secara resmi dimulai pada tanggal 24 April 1955 pada saat ditandatanganinya Treaty of Friendship di Bandung. Perwakilan RI didirikan di Kabul, Afghanistan pada tanggal 20 September 1949 dengan nama Representatives of the Republic of the United States of Indonesia. Pada saat Republik Indonesia Serikat (RIS) berubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kantor perwakilan RI di Kabul berubah nama menjadi Legation of the RI, dengan kepala perwakilan setingkat Duta.

Terhitung mulai September 1953 Perwakilan RI di Kabul ditutup. Tugas perangkapan dilakukan dari KBRI di New Delhi, untuk kemudian dibuka kembali pada bulan Februari 1956. Pada tahun 1960 status Kedutaan ditingkatkan menjadi Kedutaan Besar.

Pada bulan Agustus 1980, Indonesia menarik Duta Besarnya dari Kabul sebagai bentuk protes RI atas invasi Uni Soviet ke Afghanistan. Kekosongan Duta Besar berlangsung selama 8 tahun dan baru diisi kembali pada tahun 1988. Setelah Taliban berkuasa pada bulan Oktober 1996, Indonesia kembali menutup KBRI di Kabul sehubungan dengan situasi politik yang membahayakan keamanan. Fungsi dan Kantor KBRI dipindahkan ke New Delhi selama kurang lebih 3 tahun, sampai akhirnya KBRI di Kabul kembali ditutup dan kepentingan Indonesia di Afghanistan dirangkap oleh KBRI di Islamabad, Pakistan.

Pada awal tahun 2004, Indonesia kembali mengaktifkan KBRI di Kabul yang dipimpin oleh seorang Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) secara berganti-ganti hingga pada tahun 2006 KBRI Kabul dipimpin oleh seorang Duta Besar hingga saat ini (2016).