Pakistan

​HUBUNGAN INDONESIA BILATERAL INDONESIA - PAKISTAN
 

 

POLITIK

 

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan secara umum bersahabat dan tidak ada hal-hal mendasar yang menghambat hubungan baik kedua negara.  Hal ini terlihat dari saling dukung antara Indonesia dan Pakistan di forum multilateral maupun regional.  Sejauh ini hubungan kedua negara selalu berpegang pada prinsip  tidak terpengaruh oleh figur atau partai yang memerintah di negara masing-masing. Perjanjian dan kesepakatan yang telah dilakukan oleh pemerintah sebelumnya, tetap dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya.

 

Hubungan kedua negara memperoleh perhatian kembali setelah kunjungan kerja Presiden Megawati Soekarnoputri ke Pakistan tanggal 14-16 Desember 2003. Ketika berkunjung ke Islamabad, Presiden Megawati selain mengadakan pembicaraan formal dengan Presiden Musharraf, juga mengadakan pertemuan dengan PM Zafarullah Jamali dan dilanjutkan dengan penandatangani 3 persetujuan/MOU mengenai kerjasama pembentukan Komisi Bersama setingkat Menlu, masalah perdagangan, dan terorisme. Selanjutnya pada bulan Nopember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga berkunjung ke Pakistan dan dalam kesempatan kunjungan tesebut telah ditandatangani Framework Agreement on Comprehensive Economic Partnership (FACEP) dan Letter of Intent (LOI) pembentuk Working Group on Terrorism.

 

Hubungan TNI dan Angkatan Bersenjata Pakistan berjalan baik dan menunjukkan kecenderungan meningkat, sebagaimana terlihat dari kunjungan pejabat Angkatan Bersenjata kedua negara dan pengiriman siswa Angkatan Bersenjata kedua negara untuk mengikuti pendidikan yang ada di kedua negara secara timbal balik setiap tahunnya. Pakistan berulang kali menyampaikan keinginannya menjalin kerjasama di bidang industri militer.

 

Secara umum hubungan bilateral Indonesia berjalan dengan baik. Di forum internasional, baik Pakistan maupun Indonesia saling memberikan dukungan terhadap berbagai pencalonan kedua negara dalam organisasi internaisonal yang diikuti seperti ECOSOC, Komisi HAM  maupun badan-badan PBB lainnya.

 

 

EKONOMI DAN PERDAGANGAN

 

Kerjasama bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan Pakistan secara umum berjalan cukup baik dan lancar. Meskipun hubungan perdagangan RI - Pakistan belum optimal, namun kalau dilihat dari potensi yang ada, Pakistan merupakan salah satu negara pilihan bagi upaya diversifikasi dan peningkatan eskpor produk non-migas Indonesia, khususnya komoditi CPO, teh, kertas,  suku  cadang  kendaraan  bermotor, permesinan, baja dan produk kimia yang saat  ini menjadi produk impor utama Pakistan.

 

Total nilai perdagangan Indonesia-Pakistan selama Juli 2007 sampai dengan Juni 2008 mencapai US $ 1,23 milyar atau naik 33,9 % jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006-07 yang mencapai US $ 916,46 juta. Ekspor Indonesia ke Pakistan mencapai US $ 1,17 milyar, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun anggaran 2006-07 yang berjumlah US $ 846,62 juta maka ekspor Indonesia mengalami kenaikan 38,2 %. Perlu digarisbawahi bahwa tahun 2008, ekspor Indonesia ke Pakistan untuk pertama kali dalam sejarahnya telah menembus di atas US $ 1 milyar.

 

Sementara itu, ekspor Pakistan ke Indonesia untuk kurun waktu yang sama, (Juli 2007 s.d. Juni 2008) juga mengalami penurunan dari USD. 72,84 juta menjadi USD. 61,09 juta atau mengalami penurunan sebesar 16,1%.

 

Selama tahun evaluasi tersebut, Indonesia masih memperoleh surplus perdagangan sebesar US D 1,109,21  juta atau meningkat 43,3 % dibanding surplus tahun 2006-07 sebesar USD. 773,782 juta. Untuk lebih jelasnya kami lampirkan data statistik dimaksud.

 

PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - PAKISTAN

(jutaan US Dollar)

 

Tahun

Impor

Ekspor

Total

Surplus

2000 - 2001

136,42

161,71

298,13

+ 25,29

2001 - 2002

67,80

243,24

311,04

+ 175,44

2002 - 2003

73,37

257,39

330,76

+ 184,02

2003 - 2004

44,53

357,65

402,18

+ 313,12

2004 - 2005

70,47

574,85

645,32

+ 504,38

2005 - 2006

58,04

756,32

816,1

+ 700,02

2006 - 2007

72,84

846,62

919,46

+ 773,78

2007 - 2008

61,092

1170,309

1.231,401

+ 1109,217

 

Komoditas Ekspor Utama Indonesia ke Pakistan : Fixed Vegetable fats & oils, Coal Coke & Briquettes, Fruit & Vegetables, Paper and Paper Board, Vegetable & Synthetic Textile Fibbers, Chemical element & compounds, Chemical Materials & Products, Machinary (all kinds), Road vehicles & their part, Iron & steel & manufactures, yarn & thread of synthetic fibbers.

 

Komoditas Impor utama Indonesia dari Pakistan : Raw cotton, Cetton yarn, fish 7 fish properatins, cotton fabrics woven, leather, synthetic fabric incl., silk flak & jute, rice all sorts, fruits & vegetables, machinary (all kinds), crude vegetable material, galss & glassware.

 

Posisi Indonesia dalam perdagangan luar negeri Pakistan.
Pada tahun anggaran 2007-08, dari total perdagangan luar negeri Pakistan yang mencapai US $ 59,02 milyar, Indonesia telah berada pada ranking ke-11 dengan total perdagangan sebesar US 4 1,24 milyar atau 2,10 % dari total nilai perdagangan Pakistan.

 

Dari segi impor Pakistan, Indonesia telah masuk dalam 10 besar negara pengekspor ke Pakistan dengan menduduki urutan ke-9. Sedangkan dari segi negara tujuan ekspor Pakistan, Indonesia menduduki urutan ke-42.

 

Peluang Pasar Komoditi Ekspor Non-Migas Indonesia

 

Peluang pasar produk-produk non-migas Indonesia di Pakistan masih cukup besar, khususnya untuk produk-produk sbb:

  1. Barang-barang konsumsi : teh, kopi, coklat, minyak kelapa sawit (CPO), pinang, rempah-rempah, kelapa parut (santan), bahan makanan ternak, sapu lidi, keset dari sabut kelapa, pembersih sepatu, pewangi udara (untuk ruangan dan kendaraan bermotor), pembersih toilet, pembersih kaca, lap mobil (semacam kanebo), obat nyamuk bakar dan semprot, sabun mandi dan pencuci tangan, sabun pencuci piring, pasta gigi, pampers bayi, pembalut wanita, tissue, kosmetik, shampo, pakaian anak/remaja dan produk-produk  konsumsi  lainnya;
  2. Produk makanan : mie instan, biskuit, sirup, kopi instant, minuman dalam kemasan kaleng/kotak, teh celup/botol, produk gula/permen, bumbu masak, sambel botol, kecap dan lain sebagainya;
  3. Produk industri : kertas dan produknya,  pulps, ban mobil/sepeda motor/sepeda, velg mobil, suku cadang mobil, asesori mobil, bahan baku plastik dan produknya, alat-alat tulis sekolah/kantor, produk-produk dari karet, yarn sintetik, sinthetic fabrics,  barang pecah belah, alat rumah tangga, obat-obatan, vaksin, alat-alat olah raga, pupuk kimia/TSP, bahan kimia, insektisida, mesin-mesin serta peralatannya dan lain sebagainya.

Upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan di bidang ekonomi terus dilakukan baik oleh pejabat pemerintah maupun dari misi dagang/bisnis kedua negara. Dalam kerja sama teknik, Pakistan selalu menyambut positif setiap tawaran pelatihan dari  Indonesia dalam kerangka program KTNB.

 

Selama tahun 1995-2004, Pakistan telah mengirim sekitar 100 orang pejabatnya untuk berpartisipasi dalam pelatihan di berbagai bidang. Selain itu PT Dirgantara Indonesia pada tahun 2005 juga telah menyelesaikan penyerahan pesawat CN 235 tipe 220 yang dipesan Pakistan sebanyak empat buah.

 

 

PENERANGAN, SOSIAL DAN BUDAYA

 

Hubungan penerangan, sosial budaya  RI  Pakistan berjalan baik dan konstruktif. Dalam bidang penerangan, berita tentang Indonesia hampir setiap hari muncul di media massa Pakistan yang umumnya dikutip dari kantor-kantor berita internasional seperti AP, AFP, Reuters dan bersifat faktual. Press release yang dikeluarkan KBRI juga dimuat dan menjadi rujukan berita yang akan ditampilkan oleh media massa setempat  sebagaimana dilakukan dalam kaitannya dengan bencana alam/tsunami di Aceh dan Yogyakarta.

 

Sejauh ini tidak dijumpai adanya pemberitaan yang sumbang atau mendiskreditkan Indonesia, bahkan pada beberapa kesempatan penting, Radio dan TV Pakistan melakukan wawancara (interview) dengan Kepala Perwakilan RI dan pejabat KBRI terkait.

 

Dalam bidang sosial budaya, hubungan kedua negara dilandasi oleh adanya kedekatan sejarah, khususnya pada saat perjuangan kemerdekaan kedua negara, dan ikatan religius yakni sebagai sesama “negara muslim”. dimana masyarakat kedua negara banyak mengadopsi nilai - nilai religius Islam dalam kehidupan sosial budayanya. Selain itu, adanya interaksi diantara masyarakat kedua negara (people to people contact) telah membuat hubungan masyarakat kedua negara semakin erat lagi, bahkan di Pakistan (Karachi) sendiri terdapat Pakistan - Indonesia Friendship Society (PIFS) dan  sejumlah WNI juga ada yang berkeluarga dengan WN Pakistan dan tinggal menetap di Pakistan atau di Indonesia.

 

Di bidang pendidikan, Pakistan merupakan tempat menuntut ilmu yang relatif  murah, bahkan untuk mereka yang belajar di madrasah, pihak madrasah umumnya memberikan pendidikan secara gratis dan beberapa diantaranya memberikan uang saku kepada pelajarnya. Selain itu pihak madrasah juga menyediakan fasilitas akomodasi dan konsumsi kepada siswanya tanpa dipungut biaya (gratis), sehingga aktivitas mereka selama mengikuti pendidikan sepenuhnya berada di lingkungan madrasah. Saat ini terdapat sekitar 70 orang mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di perguruan tinggi Pakistan dan sekitar 60 orang lainnya tengah belajar di berbagai madrasah di Pakistan.

 

Pemerintah Pakistan setiap tahunnya juga menawarkan satu bangku kuliah kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di bidang kedokteran dibawah Pakistan Technical Assistance Programme. Di bawah program ini, mahasiswa Indonesia mendapatkan fasilitas masuk tanpa tes seleksi dan biaya pendidikan diberlakukan sebagai local student.

 

Dalam kerangka ASEAN, Pakistan juga menawarkan beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk belajar di perguruan tinggi Pakistan, saat ini terdapat tiga mahasiswa Indonesia yang belajar di Pakistan di bawah program dimaksud.

 

Terdapat juga satu mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa untuk belajar Orthopedhy di Peshawar, satu mahasiswa Indonesia Program S3 Ilmu Biologi yang mendapatkan beasiswa dari pemberi beasiswa Italia yang dikelola oleh Pakistan untuk belajar di Universitas Punjab-Lahore serta dua mahsiswa program Doktor di PICO.
Dari pemerintah Indonesia, pemerintah menyelenggarakan program beasiswa Dharmasiswa dan program beasiswa dalam kerangka Kemitraan Negara Berkembang (KNB) setiap tahun kepada mahasiswa asing termasuk Pakistan untuk belajar di berbagai universitas di Indonesia.

 

 

KUNJUNGAN PARA PEJABAT

 

Presiden RI pertama Soekarno semasa menjabat kepala negara telah melakukan kunjungan ke Pakistan selama 6 (enam) kali, 4 kali di antaranya yaitu pada Januari 1950, Januari 1953, Januari 1958, dan Juni 1963, merupakan kunjungan resmi kenegaraan.

 

Pada pemerintahan Orde Baru, Presiden Soeharto berkunjung ke Islamabad pada tanggal 28 November 1980, sementara Wakil Presiden Soedarmono melakukan kunjungan pada tanggal 20 Agustus 1988 dalam rangka menghadiri pemakaman Presiden Zia-ul Haq.

 

Setelah kunjungan Wapres Sudharmono, kunjungan kepala negara (Presiden) Indonesia ke Pakistan baru dilakukan lagi pada tahun 2001, yakni pada masa pemerintahan Presiden Gus Dur, bulan Desember 2003 pada masa pemerintahan Presiden Megawati dan terakhir bulan Nopember 2005 lalu, pada pemerintahan Presiden SBY.

 

Sementara pejabat setingkat menteri yang berkunjung ke Pakistan adalah  Menko Kesra Jusuf Kalla, Menperindag Rini Soewandi, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Meneg. Perencanaan Pembangunan/Kepala BAPENAS Sri Mulyani, Menristek Kusmayanto Kadiman memimpin Delri pada konferensi COMSTECH ke-12 di Islamabad tanggal 21-23 Pebruari 2006, Utusan Khusus Presiden SBY, Dubes Soemadi DM Brotodiningrat pada tanggal 12 April 2006 bertemu dengan PM Shaukat Aziz untuk menyampaikan undangan pertemuan D-8 di Bali, Delegasi Mahkamah Agung RI dipimpin oleh Ketua MA Bagir Manan guna menghadiri konferensi International Judicial Conference bertemakan Justice for All dalam kerangka peringatan 50 tahun Supreme Court Pakistan di Islamabad tanggal 11-14 Agustus 2006 serta kunjungan KRA 39 Lemhannas berjumlah 22 orang dipimpin oleh Marsekal Madya TNI Sumarman pada tanggal 3-8 September 2006. Selama di Islamabad rombongan a.l. bertemu dengan Ketua National Assembly  Ch. Amir Hussain. Lebih jauh dalam upaya penyelesaian konflik Timur Tengah, Menlu RI, N. Hassan Wirajuda juga telah berkunjung ke Pakistan tanggal 24-25  Pebruari 2007 untuk menghadiri pertemuan 7 Menlu OKI bagi  penyelesaian konflik Timur Tengah. 

 

Dari pihak Pakistan, kunjungan kepala negara/pemerintahan Pakistan ke Indonesia pertama kali dilakukan oleh Presiden Ayub Khan pada bulan Desember 1960 kemudian dilanjutkan oleh Presiden Zia-ul-Haq bulan November 1982, Perdana Menteri Nawaz Sharif September 1992 dalam rangka menghadiri KTT GNB ke-10, Perdana Menteri Benazir Bhutto pada tanggal 7-9 Maret 1996, Presiden Jenderal Pervez Musharraf pada bulan April 2005 guna menghadiri peringatan 50 tahun KAA, PM Shaukat Aziz bulan Mei 2006 dalam rangka menghadiri KTT D-8 di Bali 2006 dan terakhir kunjungan Presiden Jenderal Pervez Musharraf pada tanggal 31 Januari 2007 untuk membahas masalah penyelesaian konflik di Timur Tengah dengan Presiden RI.

 

 

PERJANJIAN BILATERAL INDONESIA – PAKISTAN

 

  1. Treaty of Friendship between Republic of Indonesia and Government of Pakistan, Jakarta 21 April 1953.
  2. Cultural Agreement between the Government of Indonesia and the Government of Pakistan, Jakarta,10 December 1960.
  3. Trade Agreement between the Republic of Indonesia and Government of the Islamic Republic of Pakistan, Jakarta, 23 July 1964.
  4. Protocol to the Trade Agreement between the Government of Indonesia and the Government of the Islamic republic of Pakistan, Jakarta,11 January 1965.
  5. Agreed Minutes of the Conference on Economic and Cultural Cooperation between Indonesia and Pakistan, Karachi, 1-8 March 1965.
  6. Indonesia Pakistan Economic and Cultural Cooperation (IPECC), Joint Declaration of the Government of Indonesia and Pakistan, Communiqués Issued at the First Session of I.P.E.C.C Economic Council, Jakarta, 19 August 1965.
  7. Joint Communiqués Visit to Pakistan by Mr. Adam Malik Presidium Minister for Political Affairs and Minister for Foreign Affairs, Karachi, 06 November 1966.
  8. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan, on Cooperation between Radio Republic of Indonesia and Radio Pakistan, Dhaka, December 1966.
  9. Draft Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan on Cooperation between Television Republic of Indonesia and Pakistan Television Cooperation.
  10. Draft of Proposed Agreement between Antara News Agency of Indonesia and the Associated Press Pakistan, Jakarta, 08 August 1967.
  11. The Technical Cooperation on the Peaceful Uses of Nuclear Energy between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan, Jakarta, 09 April 1980.
  12. Joint Communiqués Issued on the State Visit of the President Soeharto of Indonesia to Pakistan, 28TH November - 1st  December 1980.
  13. Agreed Minutes of the Pre-IPEC Meeting Held in Jakarta on 23-26 February 1981.
  14. Agreement for Technical and Scientific Cooperation between Pakistan Agricultural Research Council and Agency for Agriculture Research and Development Indonesia in the Field of Agricultural Research and Development, Islamabad, 21 May 1981.
  15. Pakistan-Indonesia Joint Communiqué Issued on the Occasion of the State Visit of the President Islamic Republic of Pakistan to the Republic of Indonesia, Jakarta 25 October 1984.
  16. Joint Declaration of the Sister Cities by the Government of the  Capital City of Jakarta, Indonesia and the Municipal Authority of Islamabad, Pakistan, Jakarta 25 October 1984.
  17. Protocol of the Eleventh Session of the Minister Commission of Indonesia-Pakistan and Cultural Cooperation Organization, Medan 13 December.
  18. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic Republic of Pakistan for the Avoidance of Double Taxation and Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income, Islamabad, 7 October 1990.
  19. Agreement between the Government of Islamic Republic of Pakistan and the Government of the Republic of Indonesia for Air Services between Any Beyond their Respective Territories, Jakarta 25 May 1993.
  20. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan concerning the Promotion and Protection of Investments, Jakarta 08 March 1996.
  21. Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic Republic of Pakistan on Economic and Technical Cooperation, Jakarta 08 March 1996.
  22. Agreement of Economic/Commercial Cooperation between Indonesian Chamber of Commerce and Industry of Middle East and Organization of Islamic Conference and Rawalpindi Chamber of Commerce and Industry, Jakarta 20 May 1996.
  23. Agreement between ASEAN Chamber of Commerce and Industry (ASEAN-CCI) and Federation Chamber of Commerce and Industry(FPCCI), Singapore,14 October 1997.
  24. Agreement between the Government of the Islamic Republic of Pakistan and the Republic of Indonesia on the Establishment of Pakistan –Indonesia Consultative Forum, Jakarta 30 March 2000.
  25. Agreement between the Government of the Islamic Republic of Pakistan and the Republic of Indonesia concerning in the field of Reproductive Health and Family Planning, Jakarta, 30 March 2000.
  26. Note for the record: Vaccine development in Indonesia, Islamic Republic of Iran and Islamic Republic of Pakistan, Geneva, 15 May 2001.
  27. Joint Statement on Comprehensive Economic Partnership (CEP), by the Minister of Commerce of the Government of the Islamic Republic of Pakistan and the Minister of Industry and Trade of the Republic of Indonesia, Islamabad, 21 Augustus 2003.
  28. Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan on Establishing of Joint Commission for Bilateral Cooperation, Islamabad, 17 December 2003.
  29. Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic Republic of Pakistan on Combating International Terrorism, Islamabad, 17 December 2003.
  30. Trade Agreement between the Government of Indonesia and The Government of Pakistan, Islamabad, 16 December 2003.
  31. Joint Statement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic of Pakistan, Islamabad, 16 December 2003.
  32. Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan on the Cooperation in Combating Illicit Trafficking in narcotics drugs, psychotropic substance and precursors, Islamabad, 17 December 2003.
  33. Framework Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Islamic of Pakistan on comprehensive economic partnership (CEP), Islamabad, 24 November 2005.
  34. Letter of Intent, Islamabad, 24 November 2005.
  35. Joint Statement between the Republic of Indonesia and the Islamic Republic of Pakistan, Islamabad, 24 November 2005.