Pertambangan batu bara, sektor visible kerjasama investasi Indonesia-Pakistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

dengan Pemerintah Propinsi Gilgit - Baltistan pada 5 Januari 2010 di gedung LCCI, terkait dengan masalah peningkatan investasi antara kedua negara, mengingat Pakistan mempunyai cadangan batu bara yang sangat besar dan belum tergali secara maksimal.

 

“Gilgit - Baltistan Investment Week” diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 8 Januari 2010 dengan rangkaian kegiatan seperti pameran produk dan jasa, konferensi investasi dan juga pertunjukan kebudayaan khas Propinsi Gilgit – Baltistan. Duta Besar RI untuk Pakistan hadir sebagai Guest of Honour.

 

Sejumlah pejabat dan pengusaha hadir pada konferensi potensi investasi Gilgit – Baltistan pada tanggal 5 Januari 2010 seperti penasihat Gubernur Gilgit – Baltistan, Mian Shafqat Ali, Gilgit – Baltistan Chief Drug Inspector, Mr. Kifayatullah Khan, perwakilan Departemen Pertanian Gilgit – Baltistan, Mr. Javaid Akhtar, President LCCI, Mr. Javar Iqbal Chaudhary dan sejumlah pengusaha serta pengurus Chamber of Commerce & Industry dari berbagai wilayah di Pakistan.

 

Dalam sambutannya, President LCCI menyatakan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah untuk mempromosikan potensi investasi sektor-sektor ekonomi di Propinsi Gilgit – Baltistan kepada perwakilan-perwakilan negara asing yang ada di Pakistan. Ditegaskan pula oleh President LCCI bahwa melalui pelaksanaan kegiatan pameran dan konferensi tersebut, pihak penyelenggara berharap dapat menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor-sektor yang menjadi andalan Propinsi Gilgit – Baltistan seperti sektor pertambangan, sektor energi dan pariwisata.

 

Pada acara konferensi investasi tanggal 5 Januari 2010, sejumlah pejabat Propinsi Gilgit – Baltistan menyampaikan presentasi mengenai sektor-sektor potensial untuk investasi seperti sektor energi, pariwisata, pertanian, dan pertambangan. Sebagaimana dikemukakan pada presentasi tersebut bahwa Propinsi Gilgit – Baltistan merupakan salah satu wilayah di Pakistan yang kaya akan sumber daya alam seperti air, batu mulia, emas, tembaga, batu bara, timah, pertanian serta panorama alam yang menjadi adalan sektor pariwisata Propinsi Gilgit – Baltistan.

 

Sektor-sektor tersebut belum tergali secara maksimal dan masih terbuka untuk penanaman modal asing. Dalam hal ini, Pemerintah Pakistan dan Propinsi Gilgit – Baltistan memberikan sejumlah insentif kepada para investor asing yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Gilgit – Baltistan.

 

Duta Besar RI untuk Pakistan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada LCCI dan Pemerintah Propinsi Gilgit – Baltistan yang telah mengundang Perwakilan Pemerintah Indonesia pada acara Gilgit – Baltistan Investment Week. Ditegaskan oleh Duta Besar RI bahwa kegiatan tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk saling tukar informasi dan pikiran mengenai potensi-potensi yang dapat dijajaki untuk peningkatan kerjasama investasi antara Indonesia – Pakistan.

 

Dalam hal ini, Duta Besar RI menjelaskan bahwa pada sektor pertambangan batu bara, Indonesia telah mempunyai keahlian, kemampuan teknis, sumber daya manusia serta pengalaman yang memadai. Sehubungan dengan hal tersebut, peluang untuk melakukan investasi di sektor pertambangan batu bara di Pakistan oleh perusahaan Indonesia sangat layak untuk dijajaki dan perlu didorong dalam rangka meningkatkan kerjasama investasi Indonesia – Pakistan yang selama ini belum menunjukan potensi yang sebenarnya.