Pagelaran Indonesian Cultural Night mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Pakistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pagelaran Indonesian Cultural Night  pada tanggal 13 Desember 2009 di National Arts Gallery Islamabad mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Pakistan serta para undangan lainnya yang terdiri dari pejabat-pejabat Pakistan, para Duta Besar dan korps diplomatik yang ditempatkan di Islamabad. Gedung National Arts Gallery Islamabad yang berkapasitas lebih dari 400 kursi, semuanya terisi dan bahkan sebagian undangan tamu ada yang berdiri.  Tepuk tangan menggema di setiap akhir penampilan serta sebagian besar undangan menyampaikan apresiasi atas keragaman budaya Indonesia yang disuguhkan pada pagelaran malam itu.

 

Pagelaran Indonesian Cultural Night ini diselenggarakan KBRI Islamabad bekerjasama dengan Pakistan National Council of the Arts (PNCA)-Kementerian Kebudayaan Pakistan, dalam rangka memperingati hubungan bilateral ke-62 tahun antara Indonesia dan Pakistan.

 

Menteri Negara Kehakiman dan Perundangan-undangan, Mr. Mohammad Afzal Sindhu bertindak sebagai Chief Guest pada pagelaran “Índonesian Cultural Night”  tersebut.

 

Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina M.Sc. dalam sambutannya antara lain mengharapkan bahwa dengan terselenggaranya acara pertukaran budaya tersebut dapat meningkatkan hubungan persahabatan khususnya di bidang kebudayaan. Menurutnya, penampilan ragam tari-tarian dari berbagai daerah Indonesia tersebut menggambarkan bahwa meskipun Indonesia terdiri dari ribuan pulau namun budaya, bahasa dan tradisi yang berbeda-beda tetap dapat menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dubes RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada  Chief Guest Muhammad Afzal Sindhu, DG. PNCA, Tauqeer Nasir dan Direktur Urusan Pagelaran Seni PNCA, Hassan Raza atas terselenggaranya malam pagelaran seni Indonesia tersebut.

 

Chief Guest Afzal Sindhu dalam sambutannya menyatakan bahwa melalui pertukaran budaya kedua negara akan terjalin aktivitas “people-to-people contact”  yang sehat yang dapat mempererat peningkatan budaya kedua negara. Menurutnya, hubungan bilateral selama 62 tahun merupakan hubungan yang cukup lama/besar, sehingga dapat meningkatkan kemajuan masing-masing negara khususnya di bidang budaya dimana kedua negara mempunyai penduduk musim yang cukup besar. Menteri Sindhu pada kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar RI dan jajaran PNCA atas terselenggaranya acara tersebut.

 

Untuk memeriahkan pagelaran tersebut, telah didatangkan Group Musik dan Tari Geronimo Enterprise yang sudah cukup dikenal dari Indonesia. Personil Geronimo Enterprise yang cukup profesional, menyuguhkan tari-tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia seperti Tarian Pendet, Tari Piring, Tari Bajidor Kahot, Tari Renggong Manis, Tari Mbiring Manggisku serta membawakan lagu-lagu Indonesia. Selain itu, dinyanyikan juga sejumlah lagu dari Pakistan yang mendapat ‘applause’ luar biasa dari hadirin.

 

Tidak ketinggalan, Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Islamabad juga ikut mempersembahkan musik tradisional angklung dengan menyuguhkan tiga lagu yaitu Lapaloma, Mother dan Manuk Dadali dengan alunan nada dan irama angklung yang cukup indah.

 

Dari pihak Pakistan, ditampilkan tari-tarian tradisional yaitu tari Kalash dan  Sindhi Jhomeer.

 

Kerjasama kesenian melalui “Indonesian Cultural Night”,  merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan diplomasi khususnya di bidang sosial budaya. Hal ini tampaknya perlu terus dikembangkan, mengingat meningkatnya “people-to-people contact”  antara Indonesia dan Pakistan, merupakan salah satu misi budaya positif yang mempunyai dampak langsung dalam meningkatkan hubungan bilateral.

 

Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina M.Sc. tengah menyampaikan sambutan pada pembukaan pagelaran “Indonesian Cultural Night” pada tanggal 13 Desember 2009 di National Arts Gallery Islamabad.