Opening Ceremony Batik Workshop dan Pameran Kaligrafi di Islamabad

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Islamabad bekerjasama dengan the National Vocational & Technical Commission (NAVTEC) Pakistan mengadakan acara Batik Workshop dan Pameran Kaligrafi Indonesia - Pakistan di Islamabad pada tanggal 15 - 17 Oktober 2009 dan di Lahore pada tanggal 19-20 Oktober 2009.
 
Untuk acara batik workshop dan pameran kaligrafi di Islamabad dan Lahore tersebut, KBRI Islamabad telah mengundang 1 orang pembatik dan 2 orang seniman kaligrafi dari Indonesia.
 
Tujuan dari acara batik workshop dan pameran kaligrafi di Islamabad tersebut adalah sebagai berikut:
 
  1. Untuk mempromosikan dan meningkatkan hubungan budaya antara Indonesia ¬Pakistan;
  2. Sebagai sarana tukar menukar pengetahuan dan keahlian di sektor industri kreatif kedua negara;
  3. Mendorong dan rnempromosikan sektor pariwisata Indonesia dan Pakistan. 

 

Pada acara pembukaan batik workshop dan pameran kaligrafi di Islamabad tanggal 15 Oktober 2009 bertempat di National Art Gallery Islamabad, hadir sebagal Chief Guest Mr. Nazar Muhammad Gondal, Federal Minister for Agriculture and Food. Sejumlah Duta Besar dari negara sahabat, pejabat pemerintah Pakistan dan kalangan media massa juga turut hadir pada acara pembukaan dimaksud. Acara pembukaan batik workshop dan pameran kaligrafi tersebut dihadiri oleh sekitar 300 undangan.

 

Duta Besar RI, Ishak Latuconsina, dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa acara batik workshop dan pameran kaligrafi merupakan bagian dari program perwakilan RI di Pakistan dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral dan juga ikatan sosial¬ budaya antara kedua negara.

 

Selain itu, acara tersebut juga dapat berfungsi sebagai wahana untuk meningkatkan people to people contact melalui pengenalan kekayaan budaya dari masing-masing negara. Dalam hal ini, kekayaan budaya Indonesia yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat Pakistan adalah batik dan seni kaligrafi Indonesia. 

 

Khusus mengenai batik, Duta Besar RI menjelaskan bahwa UNESCO telah memasukan batik kedalam daftar warisan budaya dunia dan menetapkan Indonesia sebagai pemegang hak cipta dari batik. Pengakuan tersebut sangat penting mengingat hal tersebut merupakan hasil dari upaya Indonesia untuk melindungi dan promosi kebudayaan tradisional Indonesia.

 

Duta Besar RI juga menjelaskan bahwa format dari acara batik workshop dan pameran kaligrafi ini sedikit berbeda dari biasanya karena tidak hanya memamerkan produk-produk seninya saja tetapi juga menawarkan kepada masyarakat Pakistan untuk belajar teknik-teknik pembuatan batik dan kaligrafi langsung dari seniman Indonesia. 

 

Sementara itu, Mr. Nazar Muhammad Gondal dalam sambutannya antara lain menyampaikan penghargaannya atas penyelenggaraan acara batik workshop dan pameran kaligrafi Indonesia - Pakista yang diselenggarakan oleh KBRI Islamabad bekerjasama dengan NAVTEC. Mr, Nazar juga menyampaikan apresiasi dan kekagumannya atas keunikan batik dan kaligrafi Indonesia yang merefleksikan kekayaan budaya Indonesia. 

 

Mr. Nazar menambahkan bahwa acara batik workshop dan pameran kaligrafi Indonesia - Pakistan dapat menjadi sarana untuk saling mempromosikan kebudayaan masing¬masing negara. Ditegaskan juga oleh Mr. Nazar bahwa Pemerintah Indonesia dan Pakistan mempunyai komitment kuat untuk mengembangkan program peningkatan sumber daya manusia di kedua negara melalui kegiatan pelatihan.

 

Acara batik workshop dan pameran kaligrafi di Islamabad diselenggarakan selama tiga hari yakni dari tanggal 15 sampai dengan 17 Oktober 2009. Format acara batik workshop dan pameran kaligrafi di Islamabad antara lain mencakup pameran batik, demo pembuatan batik kain dan kayu, workshop batik yang diikuti oleh sekitar 35 peserta, pameran kaligrafi dan demo pembuatan kaligrafi Indonesia serta workshop kaligrafi. Para peserta workshop batik dan kaligrafi merupakan peserta yang telah diseleksi oleh NAVTEC dari berbagai univesitas dan institusi atau lembaga kesenian di Islamabad.

 

Pelaksanaan acara batik workshop dan pameran kaligrafi merupakan upaya untuk mensosialisasikan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO serta diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi upaya peningkatan hubungan kerjasama sosial budaya Indonesia - Pakistan. Melalui kegiatan tersebut juga diharapkan wisatawan Pakistan ke Indonesia mengalami peningkatan dan interaksi people to people contact semakin meningkat. Disamping itu, rangkaian kegiatan juga merupakan salah satu bentuk implementasi dari peran KBRI Islamabad sebagai promotor bagi pencitraan positif Indonesia di negara akreditasi.