Indonesia dan Pakistan Sepakat Bentuk Indonesia-Pakistan Joint Palm Oil Committee (IP-JPOC)

​​

ISLAMABAD- Bertempat di Kuala Lumpur pada 7 Maret 2017, di sela pertemuan Palm Oil Conference (POC), telah ditandatangani Deklarasi Pembentukan Indonesia-Pakistan Joint Palm Oil Committee (IP-JPOC) oleh Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono dan Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA), Izaz Ilahi Malik, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri.

 

IP-JPOC bertujuan untuk meningkatkan saling pemahaman antara industri sawit kedua negara mengenai isu teknis terkait perdagangan sawit, memperkuat hubungan pelaku usaha sawit kedua negara, memfasilitasi koordinasi dan menyediakan mekanisme komunikasi yang lebih melembaga dalam memperkuat saling pengertian kedua pihak dalam perdagangan sawit sekaligus merangsang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia-Pakistan.

 

Ide pembentukan IP-JPOC dicetuskan oleh Dubes Iwan Amri pada kesempatan pertemuan Forum Bisnis Indonesia-Pakistan di Karachi pada Januari 2017. Pelaku bisnis kedua negara menyambut baik usulan tersebut dan sepakat menindaklanjutinya pada pertemuan Palm Oil Conference di Malaysia, awal Maret 2017. Melalui IP-JPOC diharapkan akan membuka lebih banyak peluang kerja sama ekonomi perdagangan, investasi, termasuk pariwisata kedua negara. "Semangat pembentukan IP-JPOC pada dasarnya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Pakistan termasuk membuka peluang baru kerja sama di sektor kelapa sawit", ujar Dubes Iwan.

 

IP-JPOC selain mengokohkan posisi sawit Indonesia di pasar Pakistan juga diharapkan menjadi jembatan bagi pemasaran sawit Indonesia ke pasar kawasan Asia Selatan dan Tengah serta Timur Tengah. Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Indonesia, total nilai ekspor sawit Indonesia ke dunia mencapai USD 17,9 M pada tahun 2016. Lima negara tujuan ekspor sawit Indonesia, adalah India (USD 3,59 M), Cina (USD 2,27 M), Pakistan (USD 1,26 M), Belanda (USD 1,13 M), dan Amerika Serikat (USD 952,2 Juta).

 

Indonesia sejak 2014 hingga 2016 menguasai pasar sawit Pakistan. Pada 2014, Indonesia memiliki market share 72,5% yang meningkat menjadi 83% di 2015 dan 82% di 2016. Pada 2016, Pakistan mengimpor 2,4 juta metrik ton minyak sawit. Sebanyak 1,9 juta metrik ton dari Indonesia, sementara 442 ribu metrik ton dari Malaysia. Pakistan berkontribusi pada surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 1,6 M.​