Implementasi MoU on Combating International Terorism Antara Indonesia Pakistan dan tuduhan Pemalsuan Visa RI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Islamabad - Federal Minister for Interior Pakistan, Mr. A Rehman Malik dalam pertemuan dengan Duta besar RI untuk Pakistan (23/02) menyatakan kesediannya untuk hadir sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap masalah keamanan di Pakistan dan sebagai tamu Pemerintah Indonesia dalam putaran ke dua Joint Working Group on combating International Terorism between Indonesia and Pakistan (JWG-CIT) diJakarta, dimana Indonesia adalah sebagai tuan rumah dalam JWG-CIT tersebut. Dalam pertemuan dengan Federal Minister for Interior Pakistan (23/02), Duta Besar RI untuk Pakistan, Bapak Ishak Latuconsina, MSc membahas beberapa agenda penting yang diantaranya adalah pertama Membicarakan kelanjutan kerjasama Indonesia-Pakistan dalam perang melawan terorisme sebagaimana disepakati dalam MoU tentang “Combating International Terorism” antara Indonesia-Pakistan yang ditanda tangani pada tahun 2003. Sesuai dengan bunyi Article 3 MoU ini, untuk Pakistan, Ministry of Interior adalah focal point untuk kegiatan dan kerjasama dalam pelaksanaan MoU ini. Kedua Membicarakan masalah Visa Kunjungan Warga Negara Pakistan ke Indonesia, sehubungan dengan adanya laporan di media setempat Pakistan tentang upaya pemalsuan Visa Indonesia. Duta Besar RI dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pakistan khususnya pihak Militer dan aparat keamanan lainnya yang telah berhasil dalam operasi militer terhadap kekuatan extrimisme/militan/terorisme di Swat dan South Waziristan. Selanjutnya dalam kaitan kerjasama antara kedua negara dalam perang melawan terorisme Internasional dan sesuai dengan MoU tentang “Combating International Terorism” yang telah ditandatangani oleh Indonesia-Pakistan pada tahun 2003 serta telah terbentuknya “Joint Working Group on Combating International Terorism between Indonesia and Pakistan (JWG-CIT)” , Duta Besar RI menyampaikan tentang kemungkinan pelaksanaan putaran ke II Joint Working Group di Jakarta pada tahun 2010. Giliran Indonesia sebagai tuan rumah JWG-CIT Meeting seyogyanya dilaksanakan pada bulan April 2009 namun tertunda karena adanya kegiatan dalam menghadapi PEMILU 2009 di Indonesia. Berkaitan dengan pemberitaan media setempat harian Jang berbahasa Urdu (23/02) mengenai usaha pemalsuan Visa kunjungan Indonesia, Duta Besar RI mengulas kembali dari isi berita tersebut bahwa aparat keamanan dan Imigrasi Bandara Internasional Islamabad menangkap 8 (delapan) orang yang dituduh sebagai pemalsu Visa kunjungan ke Indonesia dalam bulan Februari 2010. Selanjutnya Duta Besar RI mengharapkan adanya upaya dari pihak Kementerian Dalam Negeri Pakistan untuk mencegah dan mengusut pemalsuan Visa Indonesia tersebut . Federal Minister for Interior Pakistan, Mr. A Rehman Malik menerima dengan baik informasi tentang masalah pemalsuan Visa tersebut dan berjanji akan melakukan langkah-langkah untuk pengusutan lebih lanjut. Sebagai tindak lanjut dan hasil dari janji Interior Minister untuk mengusut masalah ini, pada keesokan harinya tanggal 24 Februari 2010 KBRI Islamabad menerima pengiriman 8 (delapan) Paspor Warga Negara Pakistan yang berisi Visa kunjungan ke Indonesia dari Federal Investigation Agency Pakistan (FIA) yang dituduh dipalsukan Visanya dan setelah dilakukan pengecekan oleh bagian Konsuler KBRI Islamabad ternyata Visa tersebut adalah asli dan benar-benar dikeluarkan oleh KBRI Islamabad. Hal ini menunjukan adanya kesalahan pihak Imigrasi Bandara Internasional Islamabad dalam pengecekan atas keabsahan Visa-visa tersebut. Bahkan dikhawatirkan adanya kesengajaan untuk mempersulit perjalanan para pemegang Visa tersebut dengan motif tertentu. Diperoleh informasi bahwa oknum tertentu di Imigrasi telah meminta bayaran sejumlah uang tertentu agar pemegang Visa tersebut dapat diijinkan meninggalkan Bandara Internasional Islamabad. Merupakan prestasi yang luar biasa bagi Pemerintah Pakistan khususnya federal Minister for Interior, Mr A Rehman Malik dalam sekejap dapat mengungkap serta mengusut kasus tuduhan pemalsuan Visa kunjungan ke indonesia tersebut yang ternyata Visa tersebut adalah benar-benar asli dan ternyata adanya upaya pemerasan dari oknum tertentu di Imigrasi Bandara Internasional Pakistan terhadap pemegang paspor warga Negara Pakistan untuk berkunjung ke Indonesia, ini menandakan etikad baik Pakistan untuk terus menjaga Hubungan bilateral antara Indonesia-Pakistan[.]