Pakistan

​PERKEMBANGAN DALAM NEGERI PAKISTAN
 
  1. POLITIK
     
    Setelah berhasil menumbangkan Pemerintahan Nawaz Sharif pada bulan Oktober 1999, Presiden Musharraf kemudian memberlakukan “Legal Framework Order (LFO)” guna memperkuat posisinya sebagai Presiden dengan alasan untuk menstabilkan politik dan keamanan dalam negeri. Pemberlakuan LFO tsb sekaligus merupakan amandemen konstitusi 1973 sehingga Presiden mempunyai wewenang untuk membubarkan parlemen serta memberhentikan PM dan kabinetnya. Dengan demikian, Konstitusi 1973 saat ini telah mengalami amandemen sebanyak 17 kali.
     
    Jabatan rangkap Musharraf (sebagai Presiden dan KASAD) yang diemban sejak mengambilalih pemerintahan tahun 1999 terus serta kebijakannya memasukkan LFO terus mendapat kecaman dari kubu oposisi sehingga pada bulan Maret 2007 Presiden memberhentikan Ketua MA Iftikhar Chaudhry karena ada indikasi bahwa ketua MA berencana untuk mengganjal keinginan Musharraf memperpanjang jabatan presiden. Pemberhentikan Iftikhar ini berdampak pada terjadinya gelombang protes oleh pengacara dan parpol oposisi secara besar-besaran sehingga memaksa Musharraf 4 bulan kemudian memulihkan kembali jabatan ketua MA.
     
    Setelah mendapat tekanan dari para pengacara dan oposisi, Presiden Musharraf pada akhirnya memberlakukan ‘pemerintahan darurat’ pada tgl 3 Nopember 2007 dan berjanji untuk mengadakan pemilu pada awal bulan Januari 2008 serta mengizinkan lawan-lawan politiknya, termasuk mantan PM Benazir Bhutto turut berpartisipasi dalam pemilu. Tiga minggu setelah diberlakukan pemerintahan darurat, Musharraf melepaskan jabatan rangkap KASAD dan menunjuk Jend. Asfaq Kayani sebagai penggantinya.
     
    Atas desakan dari berbagai pihak, pada tgl 15 Desember 2007, Presiden Musharraf mencabut status negara dalam raarurat Situasi kampanye menjelang pemilu 2008 diwarnai suasana tragis oleh terbunuhnya Benazir di Liaqat Bagh, Rawalpindi pada tgl 27 Desember 2007. Benazir tewas dalam insiden tembakan dan ledakan bom bunuh diri di luar gedung Liaqat seusai melakukan kampanye pemilu. Dengan tewasnya Benazir, pemilu yang seharusnya dilakukan pada tgl 8 Januari 2008 ditunda menjadi tgl 18 Pebruari 2008. Setelah Benazir tewas, kepemimpinan Pakistan People’s Party (PPP)  diambilalih suaminya, Asif Ali Zardari.
     
    Kemenangan PPP dalam pemilu Pebruari 2008  sudah dapat diduga mengingat rakyat yang mulai merasa bosan dengan kepemimpinan Musharraf, condong memilih PPP sehubungan dengan tewasnya Benazir dan masih merasakan simpati dengan keluarga Bhutto. Namun demikian, untuk membentuk pemerintahan di pusat dan 3 propinsi lain, PPP harus berkoalisi dengan parpol tingkat menengah. Sementara propinsi terbesar jumlah penduduknya, Punjab, berhasil dimenangkan Pakistan Muslim League,  pimpinan mantan PM Nawaz Sharif.
     
    Kemenangan PPP dalam pemilu 2008, telah menempatkan Yousaf Raza Gilani (mantan Speaker  parlemen pada masa pemerintahan Benazir) menjadi PM pada bulan Maret 2008. Selain itu Ketua PPP Asif Zardari juga memenangi pemilihan kursi Presiden menyusul pengundurkan diri Presiden Musharraf. Pemerintahan koalisi PPP – PML-N di pusat hanya bertahan sekitar 2 bulan dan pada bulan Mei 2008  PML-N memutuskan menarik diri dari kabinet Gilani setelah ketua PPP Asif Zardari mengingkari kesepakatan Murree Declaration  untuk memulihkan kembali jabatan ketua MA, para hakim agung serta hakim pengadilan tinggi yang diberhentikan oleh pemerintahan Musharraf.
  2.  

  3. EKONOMI

     

    Krisis multidimensional yang terjadi di Pakistan selama tahun 2008 telah menyebabkan ekonomi Pakistan terpuruk. Hampir semua sektor ekonomi Pakistan mengalami kemunduran atau stagnasi. Namun demikian, pada bulan Nopember 2008, krisis ekonomi mulai ada tanda-tanda berakhir saat pemerintah mengambil langkah penting dalam penyelamatan ekonomi dengan bekerjasama dengan IMF melangkah ke Program Stabilisasi Ekonomi-Makro. Program tersebut akan dijalankan selama 23 bulan atau 7 kwartal dengan melibatkan dana bantuan IMF sebesar US$ 7,6 milyar dengan bunga sebesar 3,51% sampai 4,51%. Di bawah program tersebut, IMF telah mencairkan tahap pertama dana sebesar US$ 3,2 milyar pada akhir bulan Nopember 2008.

     

    Dampak positif pencairan dana IMF tersebut telah mulai dirasakan oleh ekonomi Pakistan, seperti terselamatkannya Pakistan dari kegagalan membayar angsuran hutang luar negeri, menguatnya cadangan devisa yang sempat terpuruk, menguatnya mata uang rupee yang juga sempat merosot dan terkendelaninya tekanan inflasi. Selain itu, sektor eksternal khususnya perdagangan internasional juga mulai bergairah kembali.

     

    Kondisi tersebut juga diuntungkan dengan situasi ekonomi global yang sedang resesi, dimana harga komoditas di pasar internasional cenderung jatuh, sehingga memperkecil biaya impor Pakistan yang pada gilirannya menyelamatkan negeri ini dari kungkungan defisit neraca berjalan dan inflasi yang sangat tinggi. Faktor lain yang menguntungkan ekonomi Pakistan pada kwartal pertama tahun anggaran 2008-09 ini adalah kinerja sektor pertanian yang relatif membaik.
     

     

     

    Pemerintah Pakistan di bawah kepemimpinan PM. Yusuf Raza Gilani juga mencoba mengambil kebjiakan efesiensi ekonomi, seperti pengurangan subsidi, menekan subsidi dan merangsang pendapatan, rasionalisasi suku bunga perbankan, menerapkan kebijakan keuangan super ketat  dan meningkatkan pendapatan. Langkah-langkah kebijakan tersebut telah memberikan tanda-tanda perbaikan pada indikator fiskal dimana pada kwartal pertama tahun 2007-08 defisit fiskal mencapai 1,5% dapat ditekan hingga 1% pada kwartal pertama tahun fiskal 2008-09 ini.

    1. Perkembangan per sektor
      • Pertanian

        Sektor pertanian pada kwartal pertama tahun fiskal 2008-09 menunjukkan perkembangan positif. Produksi beras pada musim panen pertama periode evaluasi tersebut mencapai 6,5 juta ton, produksi kapas tahun 2009 juga meningkat dan produksi gandum juga dipekirakan akan meningkat. Tanaman kecil dan peternakan juga menunjukkan perkembangan positif. Hanya sektor tebu yang kemungkinan mengalami penurunan karena tidak adanya kesepakan harga antara petani dan pabrik-pabrik tebu sehingga petani enggan menanam temu dan cenderung pindah ke tanaman lain. Perkembangan sektor pertanian dapat dilihat dalam tabel berikut.

      •  

         

      • Industri

        Sektor industri besar cenderung menurun dengan pertumbuhan negatif 6,2% pada kwartal pertama tahun fiskal 2008-09, padahal tahun lalu sektor ini mampu tumbuh sebesar 7,3%. Tujuh sub-sektor industri besar (72,4% sektor industri besar) mengalami penurunan dan 14 sub-sektor (5,3% sektor industri besar) mengalami pertumbuhan kecil kurang 1%.

         

        Faktor-faktor utama penyebab lesunya sketor ini antara lain: krisis energi di Pakistan, situasi hankam yang kurang kondusif, dampak harga komoditas internasional, depresiasi mata uang rupee terhadap dolar dan yang terpenting adalah lemahnya permintaan pasar internasional kaibat krisis global dan lesunya daya beli pasar domestik.
      •  

      • Jasa

        Laporan Bank Sentral Pakistan menyatakan bahwa sektor jasa Pakistan selama enam bulan pertama tahun anggaran 2008-09 menunjukkan defisit sebesar US$ 2,3 milyar, akibat tingginya pembayaran untuk sektor angkutan, perjalanan dan keuangan. Meskipun demikian, defisit tersebut masih 30% lebih kecil dibandingan dengan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 3,29 milyar.

         

        Ekspor jasa Pakistan selama periode evaliuasi mencapai US$ 1,85 milyar, sedangkan impor mencapai US$ 4,15 milyar. Ekspor jasa telah meningkat 33% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1,39 milyar. Sedangkan impor jasa mengalami penuruan 11% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 4,68 milyar.

         

        kontribusi utama pada defisit sektor ini adalah sektor transportasi yang mencapai 50% atau sebesar US$ 1,3 milyar dengan impor sabesar US$ 1,9 milyar dan ekspor hanya sebesar US$ 590 juta. Sektor kedua adalah perjalanan mengalami defisit sebesar US$ 633 juta dengan impor sebesar US$ 745 juta dan ekspor sebesar US$ 112 juta.

         

        Menurut analisa, tingginya defisit pada sektor transportasi dikarenakan Pakistan hanya mempunyai satu perusahaan pengapalan, yaitu Pakistan National Shipping Corporation (PNSC) sehingga para eksportir dan importir terpaksa menyewa perusahaan pengapalan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka.

      •  

      • Harga

        Ekonomi Pakistan masih mengalami tekanan inflasi yang tinggi hingga akhir tahun 2008.  Laju inflasi tahunan sesuai indeks CPI (Costumer Index Price) pada akhir bulan Nopember 2008 mencapai 24,7%. Harga-harga barang-barang kebutuhan pokok di masyarakat selama kwartal pertama tahun fiskal 2008-09 cenderung naik meskipun ada gejala penurunan harga komoditas di pasar internasional. Ini disebabkan oleh depresiasi rupee yang sangat besar terhadap dólar Amerika selama periode tersebut.

         

        Nilai tukar rupee selama Juli-Oktober 2008 mengalami depresiasi hingga 16,3%. Selain itu kenaikan harga bbm di pasar dalam negeri selama tahun 2008 secara tidak langsung telah berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari.

         

        Inflasi bahan makanan tercatat sangat tinggi selama lima bulan pertama tahun fiskal 2008-09, yaitu mencapai 30,4% padahal dalam periode yang sama tahun sebelumnya hanya 12,5%. Pemerintah memprediksi, inflasi bahan makanan baru akan membaik pada semester kedua tahun 2008-09. Sementara itu, inflasi produk non makanan dalam periode tersebut mencapai 20,2% dari tahun sebelumnya sebesar 14,3%.
         

         

         

        Pemerintah telah mengambil beberapa langkah kebijakan untuk menekan laju inflasi tersebut, seperti  penerapan kebijakan uang ketat dan kenaikan suku bunga pinjaman perbankan . Namun demikian permasalahan tingginya inflasi ini masih belum dapat diatasi pemerintah.

      •  

      • Fiskal

        Defisit fiskal yang tinggi masih dirasakan selama tahun 2008. Pakistan bahkan sempat mengalami krisis fiskal dengan angka pinjaman pemerintah dari sektor perbankan untuk mendukung anggaran yang tinggi mencapai dan terancam tidak mampu membayar angsuran hutang luar negeri yang akan jatuh tempo pada bulan Februari 2009.

         

        Namun demikian, pada kwartal pertama tahun anggaran 2008-09 perkembangan sefktor fiskal mengalami peningkatan sejalan dengan kebijakan pemerintah mengurangi atau mencabut subsidi bbm dan mengurangi belanja.  Suntikan dana penyelamatan ekonomi IMF sebesar US$ 3,2 milyar juga merupakan faktor lain yang mengantarkan pada perbaikan sektor fiskal di akhir tahun 2008.

      •  

      • Sektor Eksternal

        Sektor eksternal Pakistan masih mengalami tekanan selama kwartal pertama tahun fiskal 2008-09 sebagaimana terlihat pada perkembangan defisit neraca berjalan yang tinggi, rendahnya inflow permodalan serta investaso dan merosotnya cadangan devisa selama periode tersebut. Nilai tukar rupee terhadap dolar juga merosot tajam hingga 16,3% (Oktober 2008). Pasar modal Pakistan selama periode tersebut, hampir sama sekali tidak beroperasi.

         

        Beberapa badan rating dunia seperti Moody telah menurunkan ranking bond Pakistan dari stabil menjadi negatif menyusul makin merosotnya cadangan devisa Pakistan sebagai akibat isntabilitas politik yang menghambat reformasi ekonomi.

         

        Sektor perdagangan luar negeri juga tidak terlalu bergairah sejalan dengan krisis ekonomi global. Kendati volume impor dapat ditekan, namun nilai impor tetap tinggi dan ekspor tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti. Akibatnya defisit perdagangan Pakistan masih tinggi. Selama Juli-Nopember 2008 defisit perdagangan Pakistan telah mencapai US$ 6,6 milyar, atau naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 4,8 milyar. Ekspor selama periode evaluasi mencapai US$ 8,6 milyar dan impor sebesar US$ 15,2milyar. Dalam Kebijakan Perdagangan 2008-09, pemerintah Pakistan mentargetkan ekspor sebesar US$ 22,1 milyar dengan tanpa target impor.

         

        Namun demikian, impor diperkirakan akan menembus US$ 36 milyar. Penurunan harga minyak bumi di pasar internasional diperkirakan akan membantu pemerintah menurunkan defisit perdagangan.

         

        Sektor eksternal yang masih menjadi harapan Pakistan adalah devisa dari pekerja Pakistan di luar negeri. Selama kwartal pertama tahun fiskal 2008-09, devisa yang masuk mencapai US$ 3 milyar, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang menacapai US$ 2,6 milyar. Sektor investasi asing juga mengalami kelesuan seiring dengan situasi hankam di dalam negeri yang tidak kondusif.

         

        Berikut tabel ikhtisar sektor eksternal Pakistan:
         

         

         

    2. Prospek 2009

       

      Prospek ekonomi Pakistan di tahun 2009 masih belum akan pulih dari dampak krisis ekonomi tahun 2008 lalu. Stabilitas ekonomi makro masih akan memerlukan kebijakan yang lebih efektif dari pemerintah yang mana itu juga terkait dengan situasi politik dan keamanan di dalam negeri.

       

      Resesi dunia yang terjadi saat ini juga secara tidak langsung akan berdampak pada sektor eksternal Pakistan, termasuk sektor remittance dan investasi. Ancaman tingginya inflasi juga masih akan membayangi ekonomi Pakistan di tahun 2009. Hanya sektor fiskal yang kemungkinan akan membaik karena dukungan dana IMF. Defisit fiskal diproyeksikan sebesar 4,3-4,8% GDP dari tahun 2008 yang mencapai 7,4% GDP.

       

      Prospek ekonomi Pakistan tahun 2009 dapat dilihat dari target pertumbuhan GDP yang diproyeksikan pemerintah pada tahun 2009 diperkirakan hanya akan mencapai 3,5 – 4,5%, inflasi sebesar 20-22%, ekspor US$ 20,5 – 22 milyar, impor US$ 33,5-35 milyar dan devisa dari pekerja Pakistan di luar negeri diproyeksikan mencapai US$ 7,5 milyar.

       

      Berikut tabel proyeksi ekonomi Pakistan tahun 2009.

       

       

       

    1. PERS, SOSIAL DAN BUDAYA

       

      Sebagai negara yang sedang berkembang, Pakistan masih dihadapkan pada berbagai permasalahan sosial, khususnya yang berkaitan dengan masalah kependudukan. Dengan jumlah penduduk sebesar 167,89 juta jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,8% (2009), saat ini Pakistan menduduki urutan ke 6 sebagai negara berpenduduk terbesar dunia.

       
      Pemerintah Pakistan menyadari sepenuhnya dampak yang timbul dari pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, khususnya dalam kaitannya dengan penciptaan lapangan kerja. Menyadari dampak sosial yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan penduduk, termasuk program keluarga berencana secara teratur dan terpadu, meskipun ditentang oleh kaum ulama garis keras, karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu pemerintah juga berupaya melakukan perluasan kesempatan kerja, khususnya melalui industri berskala kecil dan menengah dengan pemberian berbagai insentif bagi pemuda untuk mandiri serta pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
       
      Pemerintah juga tengah menfokuskan pada berbagai program pengendalian jumlah penduduk hingga dapat memberikan dampak positif dalam proses pembangunan.Tingginya jumlah penduduk dan rendahnya pertumbuhan GDP telah menempatkan pemerintah pada kondisi sulit dalam memberikan bantuan untuk penduduk miskin.
       
      Berkaitan dengan aspek kehidupan beragama, selama ini kondisinya selalu diwarnai dengan pertentangan dan pertikaian antar sekte agama, khususnya Shiah dan Sunni. Selama beberapa tahun terakhir, masih sering terjadi peristiwa pembunuhan tokoh dan peristiwa peledakan/kebakaran tempat ibadah kedua sekte agama tersebut. Pemerintah memantau aktivitas tokoh kedua sekte tersebut untuk menghindari konflik berkelanjutan dengan memberikan pelayanan pengawalan terhadap tokoh agama.
       
      Rakyat Pakistan belum sepenuhnya dapat menerima budaya-budaya barat dan modern yang dipandang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini telah menyebabkan terbatasnya upaya-upaya yang dilakukan dalam pengembangan potensi seni budaya yang ada, termasuk penyediaan sarana dan prasarana untuk promosi seni dan budaya. Sejauh ini aktivitas terkait dengan seni dan budaya lebih banyak dilakukan di kota Lahore dan Karachi dimana masyarakatnya relatif dinamis dan terbuka.

       

      Sebenarnya pemerintah Pakistan berkeinginan untuk mengeksplorasi berbagai potensi budaya yang ada guna mendukung pengembangan sektor pariwisata yang belum dikelola secara maksimal. Menyadari permasalahan tersebut, belakangan ini pemerintah Pakistan telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengembangan sektor bersangkutan, termasuk dengan mencanangkan tahun kunjungan Pakistan (Visit Pakistan Year) yang juga akan diisi dengan berbagai kegiatan terkait dengan pengenalan kekayaan budaya Pakistan.
       
      Pakistan masih menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan kurangnya fasilitas kesehatan; persediaan air bersih; sumber-sumber modal untuk memenuhi pengeluaran rutin; gizi bagi anak-anak & perempuan usia produktif; penyediaan fasilitas tempat tinggal yang layak serta peningkatan wabah penyakit malaria, TBC, AIDS dan pelanggaran obat-obat terlarang. Meskipun pemerintah telah membangun berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk fasilitas kesehatan, namun kualitas hidup di dalam negeri belum mencapai kemajuan yang diharapkan.
       
      Berdasarkan APBN Pakistan 2009, alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan masih jauh dibawah target Millenium Development Goals (MDGs). Sektor pendidikan mendapatkan alokasi sebesar 2,3 % dari GDP, dari target Millenium Development Goals (MDGs) sebesar 4 %. Sektor kesehatan memperoleh sebesar 0,7 % dari target Millenium Development Goals (MDGs) sebesar 2 %.
       
      Pakistan masih tertinggal jauh dalam pencapaian keberhasilan Universal Primary Education dimana rasio anak-anak yang tedaftar di sekolah dengan tingkat melek huruf masih jauh di bawah dari yang ditetapkan dalam MDGs. Kualitas pendidikan dasar di Pakistan cukup rendah, menempati urutan 117 dari 134 negara. Terdapat sekitar 35 % hingga 40 % anak-anak usia sekolah di Pakistan tidak bisa mengenyam pendidikan.

       

      Pemerintah berjanji akan meningkatkan alokasi anggaran sektor pendidikan sebagai bagian dinamisasi kebijakan pendidikan nasional sehingga langkah-langkah maju dapat dilakukan guna mencapai program dan sasaran Universal Primary Education di Pakistan. Kurikulum pendidikan secara menyeluruh akan dilakukan pembaharuan, menyesuaikan dengan standar internasional. Untuk menjamin efisiensi pengajaran pada kurikulum baru, pemerintah juga akan menyelenggarakan program pelatihan bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan teknik pengajaran modern dan penguasaan teknologi komputer.
       
      Langkah-langkah reformasi sekolah madrasah ini, selain untuk menanggulangi masalah sektarianisme, juga untuk mengurangi angka penduduk buta huruf dan memberikan kesempatan kerja kepada siswa tamatan madrasah, baik dalam lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta di dalam dan luar negeri. Terdapat kecenderungan menarik, bahwa angka daftar masuk sekolah ke madrasah-madrasah meningkat 40 % selama tahun ajaran 2008-09, meskipun persyaratan masuk diberlakukan seperti masuk sekolah di sekolah-sekolah umum. Di madrasah-madrasah tersebut juga telah memberikan pendidikan pelajaran lain seperti perbankan, jurnalistik, komputer dan pelajaran modern lainnya.
       
      Menyusul peristiwa ledakan bom di International Islamic University Islamabad, pengamanan sekolah-sekolah menjadi perhatian serius pihak sekolah dan aparat keamanan.
       
      Pembangunan di sektor kesehatan, juga masih belum menunjukan pencapaian keberhasilan yang diharapkan, yaitu masih tingginya tingkat kematian anak-anak (bayi dan balita), masih jeleknya pelayanan kesehatan ibu-ibu seperti penanganan kelahiran oleh bidan terlatih, penggunaan alat-alat kontrasepsi dan tingkat kesuburan ibu-ibu. Kondisinya cukup memprihatinkan, hampir 30 % anak-anak balita mengalami kurang gizi, tingkat kematian bayi sebanyak 73 dari 1.000 bayi lahir serta 9.000 hingga 10.000 anak-anak sudah terlibat dalam kasus-kasus kriminal.
       
      Kondisi lain yang cukup memprihatinkan, hampir 30 % anak-anak balita mengalami kurang gizi, tingkat kematian bayi sebanyak 73 dari 1.000 bayi lahir serta 9.000 hingga 10.000 anak-anak sudah terlibat dalam kasus-kasus kriminal.
       
      Sementara, kondisi dalam negeri yang diwarnai dengan krisis ekonomi, perang terhadap terorisme telah menyebabkan meningkatnya jumlah pekerja anak yang saat ini telah mencapai 12 juta yang tersebar di berbagai sektor, sebanyak 67 % bekerja di sektor pertanian, 11 % di sektor industri, 9 % di pertokoan dan 8 % menjadi pembantu rumah tangga.
       
      Dalam konteks penerangan dan media massa, Pakistan menganut sistem pers bebas yang dijamin oleh undang-undang, meskipun dalam perjalanannya tidak jarang menghadapi tekanan/intervensi Pemerintah. Pemberitaan pers Pakistan, baik yang sejalan ataupun berseberangan dengan kebijakan pemerintah, umumnya bersifat informatif, namun tingkat akurasi beritanya terkadang memerlukan penelitian lebih lanjut. Hal tersebut dapat dimaklumi, karena media massa merupakan salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan pandangannya tentang berbagai hal, baik pandangan pribadi, kelompok partai/golongan, ataupun sekte.
       
      Meskipun terdapat beberapa media massa, khususnya surat kabar, yang berafiliasi atau memiliki kecondongan terhadap kelompok tertentu, namun pemberitaan mereka umumnya bersifat independen. Independensi tersebut dimaksudkan agar eksistensi surat kabar mereka dapat menjadi penyalur aspirasi yang tumbuh di masyarakat dan relatif tidak terpengaruh oleh perubahan situasi politik dimana media massa dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertentangan kepentingan kelompok maupun pribadi hingga hujatan maupun tuduhan negatif terhadap kelompok tertentu, termasuk kepala negara dan/atau kepala pemerintahan.
       
      Peraturan pers yang diberlakukan pemerintah berupaya untuk tetap dapat mempengaruhi arah media massa, khususnya dengan membatasi pemberitaan yang tidak sejalan dengan kepentingan pemerintah. Disamping itu untuk mencegah pemberitaan yang sifatnya menghasut/menjelekkan pihak/kelompok tertentu, pemerintah juga mengeluarkan Defamation Act 2002, memberlakukan kembali Centralized Media Policy 1964 dan Press and Publications Ordinance 1963 yang merupakan produk rezim diktator guna mengontrol dan menekan kebebasan pers.
       
      Bagi sebagian kalangan media massa, kebijakan pers yang ada saat ini dilihat sebagai growing space, shrinking freedom. Pada satu sisi pemerintah membuka kesempatan luas kepada media massa untuk beroperasi, sementara pada sisi lainnya para wartawan merasa dibatasi ruang geraknya dalam melakukan peliputan berita secara luas dan independen, bahkan tak jarang mereka mendapatkan tindakan intimidasi. Kantor Berita Pakistan : APP (Associated Press of Pakistan) milik negara ; sedangkan milik swasta : NNI (News Network International dan PPI (Pakistan Press International).
       
      Surat Khabar ternama a.l. : “Daily Jang” (Karachi) ; “The Dawn” (edisi Inggris dan Urdu); “The Nation” (Bhs. Inggris) ; “The News” (Inggris) ; “The Frontier Post” (Inggris); “Daily Ausaf” (Inggris) ; Mingguan : “The Friday Times”. Saluran / Siaran TV yang mengudara a.l. : PTV 1, PTV 2, Channel 3, PTV World Geo (milik pemerintah) ; STN (pemerintah dan swasta) ; Indus Vision dan Indus News ARY Digital; dan sejumlah TV cable (swasta) baik resmi maupun illegal. Media Radio / siaran : Radio Pakistan (milik negara), melakukan siaran dalam berbagai bahasa seperti Arab dan Cina; Azad Kashmir Radio (milik negara) melakukan siaran komersial, dan hiburan/musik. Radio-radio swasta FM juga mengudara dengan siaran-siaran berita, hiburan dan iklan.
    2.  
    3. PERTAHANAN DAN KEAMANAN

       

      Perkembangan situasi Pertahanan dan Keamanan Pakistan relatif agak stabil walaupun masih tetap pasang surut dan diwarnai berbagai ancaman eksternal dan internal. Persoalan terrorisme masih menjadi persoalan internal utama yang dihadapi Pakistan. Pemerintah Pakistan memberlakukan kebijakan tegas dalam memerangi terrorisme dan ekstrimisme dengan menempuh pendekatan politik, ekonomi dan militer dalam waktu bersamaan.

       

      Sejumlah besar organisasi jihad dan ekstrim dibubarkan serta sejumlah aktivis dan pemimpinnya ditangkap, walaupun kemudian umumnya banyak yang telah dibebaskan kembali dengan deal perjanjian untuk tidak terlibat lagi dalam masalah sektarian, ekstrimisme dan terror. Pakistan juga telah melakukan pencatatan terhadap sebagian besar madarasah yang dianggap sebagai tempat perekrutan militan berikut melakukan pembenahan kurikulum pendidikannya.

       

      Pakistan memberlakukan UU pelarangan penggunaan pengeras suara yang tidak pada tempatnya, penyebaran tulisan atau pamplet yang memicu ekstrimisme serta menangkap sejumlah khatib yang dinlai melakukan provokasi serta menertibkan sistem mekanisme menjalankan demo dan perkumpulan politik. Selain itu, ancaman eksternal Pakistan tetap rawan dan dapat sewaktu-waktu terprovokasi dari arah perbatasan Durand Line sebelah utara dengan Afghanistan dan disebelah barat di jalur kontrol LOC (Line of Control) dengan India disebabkan sengketa pembagian air dan wilayah, khususnya daerah Kashmir.

       

      Dari arah Afghanistan, situasi perbatasan Durand Line yang pemetaannya juga masih kontroversial antara Pakistan dan Afghanistan membuat perbatasan utara Pakistan ini juga sangat sensitif dan rawan untuk didestabilisasi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan, karena merupakan pusat jalur dimana para pelaku terrorisme dan kriminal melakukan lintas perbatasan secara illegal. Sejauh ini, hubungan Pakistan India telah mengalami beberapa kemajuan yang cukup signifikian dengan kesepakatan kedua pihak membuka jaringan kerja sama perdagangan, kerja sama jaringan darat (bis dan kereta api) dan udara, disamping jaringan kerja sama komunikasi dan kontak kultural antara penduduk kedua negara.

       

      Selain itu, kedua negara juga telah bersepakat untuk menanda tangani Mosi Kepercayaan untuk tidak menjadi pihak pertama yang melakukan serangan nuklir dan melakukan penyerahan daftar instalasi nuklir setiap tahun, disamping mengkoordinasikan masalah keamanan perbatasan dengan India melalui pertemuan aparat keamanan perbatasan kedua negara secara rutin (tahunan) serta yang terkini adalah menjalin kerja sama Mosi Kepercayaan melalui tukar-menukar informasi intelijen dalam membangun tatanan counter terrorism serta kerjasama protokol perkapalan yang nantinya diharapkan dapat membentuk suatu jaringan kelembagaan gabungan antara aparat intelijen Pakistan dan India.

       

      Pakistan membangun kekuatan nuklirnya dengan suatu tujuan utama, yaitu membendung ancaman India yang dinilai permanen. Sementara India membangun kekuatan nuklirnya karena memiliki orientasi untuk mencapai status kekuasaan besar, tidak hanya di kawasan tetapi juga di dunia internasional dengan dibarengi kekuatan militer konvensional yang tidak dapat tertandingi oleh Pakistan.

       

      Pakistan memilih untuk melakukan proses transisi dan akuntabilitas yang ketat terhadap sejumlah figur secara internal dan mengalihkan sepenuhnya sistem komando keselamatan dan pengendalian nuklir Pakistan kepada militer dan hanya melibatkan lembaga agen nuklir internasional IAEA dalam inspeksi umum semata, sehingga persoalan nuklir Pakistan masih berpotensi dijadikan sebagai salah satu titik penekanan oleh dunia Internasional, walaupun tekanan itu kini telah dialihkan secara langsung kepada Iran dimana Pakistan bersikap sebagai mediator dalam proses penyidikannya.

       

      Di fora regional dan internasional, Pakistan juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan dan tugas perdamaian dibawah payung PBB, khususnya di negara-negara yang bergejolak seperti Afrika, Liberia dan Libanon.

       

      Selain itu, Angkatan Bersenjata (AB) Pakistan juga terkenal sangat responsif terhadap gerakan bantuan kemanusiaan dalam membantu berbagai kecelakaan yang bersifat regional ataupun bencana alam, termasuk ke Indonesia saat bencana tsunami di Aceh dan gempa bumi di Yogyakarta.

       

       

      INDUSTRI PERTAHANAN STRATEGIS PAKISTAN
      • HIT (Heavy Industries Taxila)

        Terletak di Taxila, dibangun tahun 1980 dan merupakan industri yang memproduksi main battle tank (MBT), Armoured Recovery Vehicle (ARV) W653 dan Armoured Personnel Carriers (APC) seperti: Tank Al Khalid, Tank Al Zarrar, APC SAAD-1, Command Post Career (SAKB), Recovery Vehicle Al Hadeed, Armoured Guard Post (AAHAN), Security Vehicle Mohaviz, Logistic Vehicle.

      • IDS (Integrated Defence Systems)

        Industri ini dibangun dengan tujuan membangun sistem persenjataan yang mandiri. Adapun produknya adalah: UAV (Unmanned Aeral Vehicles, Anti Armourd Bom (HIJRA), Cluster Bomb Unit, Defence Electronics, Infrared Flares, Military Batteries (Power Sources), Missile System.

      • Karachi Shipyard & Engineering Works Ltd

        Industri ini terletak di Karachi, dibangun tahun 1957 yang memproduksi : Shipyard & Submarine Construction Capabilities, Ship Repair Capabilities/Activities, Heavy (General) Engineering Capabilities.

      • Pakistan Aeronautical Complex Board (PAC) Kamra

        Terletak 75 Km dari Islamabad arah ke Pesawar. Dibangun pada awal tahun 1970 an dengan tujuan awal adalah sebagai tempat perbaikan dan overhaul pesawat F-6. Di lokasi ini juga, diproduksi pesawat latih Mushak dan juga pesawat JF-17 (Thunder), hasil produksi bersama Pakistan dengan China. Produk dan fungsi PAC adalah untuk pemeliharaan (Maintenance) dan Overhaul semua pesawat Pakistan serta memproduksi Avionics dan Electronics pesawat.

      • Pakistan Machine Tool Factory

        Dibangun tahun 1968 yang memproduksi; Recoilless Rifle 106 mm complete weapon system, Heavy Mortar 120 mm, Mortir 81 mm, Light Mortar 60 mm dan Portable Anti Tank Rocket Launcher 40 mm RPG-7.

      • Pakistan Ordnance Factory (POF)

        Dibangun tahun 1951 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan dan amunisi AB Pakistan. Produksinya adalah: Artillery dan Mortar Ammunition Caliber 60 mm Smk/HE, 81 mm HE, 120 mm HE, 122 mm HOW HE, 130 mm HE, 155 mm HOW HE dan 203 mm HE, Point Detonating, Base Detonating, Proximity dan Multi Option Fuses, Anti Tank Rockets dan Anti Tank Ammunition, aircraft dan Anti Aircraft Ammunition, Small Arms Ammunition, Grenades, Light Machine Gun MG3, Anti Aircraft Machine Gun 12,7 mm type 54, Personal Defense Weapons SMG PK-PK1, Sub Machine Guns MP5, Automatic Rifle G3.

      • Institute Of Industrial Control Systems

        Memproduksi Surface to Air Guide Missle ANZA MK-II dan simulatornya, Anti Tank Guide Missle Weapon System Baktar Shikan, Laser range Finder LRH786Q dan Laser Binocular, Laser Aiming Devise, Laser Actuated Target, High Speed Aeral Target Drone, Rudal Cruise (Ground Lunched Cruise Missle /GLCM) berjangkauan 500 km dari darat, udara dan laut.

      • Air Weapon Complex

        Memproduksi Ultra Quick Electronic Impact Fuze, Electronic Proximity Fuze, Multi Role Fuze, Short/Long Delay Impact Fuze, General Purpose Bombs, Anti Runway Weapon, Bullet Proof Helmets, Counter Measures System, Airbone Video Tape Recorder System, Air Combat Maneuvering Instrumentation System.

      • Kahuta, Khan Research Laboratories (KRL)

        Adalah sebuah lembaga Riset Pengembangan tehnologi pertahanan Pakistan yang dibangun oleh Dr. Abdul Qadeer Khan pada awal tahun 1980-an di Kahutta atas bantuan teknisi dari China. Fasilitas Kahuta juga telah berperan dalam mengembangkan program rudal Pakistan dimana riset rudal balistik dioperasikan dan berhasil menguji coba rudal berkemampuan nuklir jarak pendek, menengah dengan menggunakan liquid fuel technology dengan sub sistemnya dan kini juga mengembangkan rudal jarak jauh antar benua.

         

        Selain itu, KRL juga memproduksi persenjataan pertahanan militer lainnya untuk membuat Pakistan mendiri dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dan persenjataan modern konvensionalnya termasuk dalam mengantongi devisa asing. Proyek dan produksi KRL termasuk al : Rudal system Anti Tank Guide “ Bakhtar Shikan”, Anti-personnel Mine Sweeping Line Charges, Anti-Tank Mine Clearing Line Charge-Plofadder-195 AT, Laser Range Finder, Laser Threat Sensor, Laser Actuated Target, Laser Aiming Device, Add-On Reactive Armour Kit, Anti-Tank Ammunition-Armour Piercing Fin-Stabilized Discordin Sabot (APFSDS), Remote Control Mine Exploder (RCME), Digital Goniometer, Power Conditioners for Weapon Systems for TOW ATGM Weapon System, "Bakhtar Shikan" Weapon System, Mode Power Supplies for LAADS Radar, Skyguard Radar, Air Defense Automation System, Tow Missile Modules.