Asia-Europe Meeting (ASEM)

​​​​
 
1.    Latar Belakang ASEM

•        Asia Europe Meeting (ASEM) didirikan di Bangkok tahun 1996. Hingga saat ini keanggotaan ASEM terus berkembang hingga mencakup 53 mitra (partners) yang terdiri dari 21 negara Asia, 30 negara Eropa, Sekretariat ASEAN, dan Uni Eropa. ASEM merupakan forum dialog dan kerjasama antar-kawasan Asia dan Eropa yang ditujukan untuk menciptakan kemitraan dan kemajuan Asia-Eropa, memperkuat dialog yang setara dan membangun saling pengertian kedua kawasan. Sifat kerja sama ASEM adalah informal, non-binding, multi-dimensional dan evolutionary. Fokus ASEM pada tiga pilar kerja sama yaitu politik; ekonomi; dan sosial-budaya. Gabungan keanggotaan ASEM merepresentasi 57% GDP dunia dan 66% perdagangan dunia.

•         Mekanisme kerja ASEM bermuara pada pertemuan Kepala Negara/Pemerintahan ASEM dalam format Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan dilangsungkan dua tahun sekali. Di bawah KTT ASEM, terdapat mekanisme pertemuan Menteri Luar Negeri ASEM (ASEM Foreign Ministers Meeting/FMM) yang dilangsungkan 2 tahun sekali, berselang-seling dengan jadwal KTT ASEM. Hasil kesepakatan para Pemimpin ASEM dan Menteri Luar Negeri ASEM tersebut ditindaklanjuti pada pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Officials) ASEM yang diadakan lazimnya 2 (dua) kali dalam setahun.

•        Materi pembahasan SOM, FMM, dan KTT mencerminkan isu-isu internasional, regional maupun kasus-kasus tertentu yang memiliki muatan politis tinggi serta berdampak besar terhadap kepentingan stabilitas keamanan, perdamaian dan kesejahteraan global.

•        Pada perkembangannya cakupan kerja sama ASEM terus diperluas. Di bidang ekonomi terdapat mekanisme ASEM Finance/Economic Ministers Meeting dan ASEM Transport Ministers Meeting serta pertemuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ASEM.

•        Forum kerja sama sosial-budaya ASEM dicerminkan antara lain melalui ASEM Culture’s Minister Meeting dan ASEM Education Ministers Meeting.
 
•        Untuk memperkuat kerja sama sosial budaya ASEM, ASEM membentuk Asia Europe Foundation (ASEF) yang berstatus sebagai lembaga nirlaba yang bergerak dalam berbagai kegiatan sosial budaya misalnya Model ASEM, ASEM Journalist Colloquium.

•        Kerja sama ASEM diperkaya dengan mekanisme kerjasama non-pemerintah yang meliputi kerjasama parlemen, bisnis dan masyarakat madani (civil society) yang antara lain terdiri dari forum antar-kalangan pebisnis (Asia-Europe Business Forum/AEBF); antar-Parlemen (Asia Europe Parliamentary Partnership Meeting/ASEP) dan antar-masyarakat madani (Asia-Europe People’s Forum/AEPF).

•        Salah satu tantangan ASEM saat ini adalah semakin menguatnya pemikiran untuk mendorong agar kerja sama ASEM, khususnya di bidang kerja sama ekonomi, dapat menghasilkan dampak nyata (kongkrit) kepada pemangku kepentingan ASEM dan agar ASEM semakin dikenal masyarakat luas. 

•        ASEM akan merayakan ulang tahun ke-20 pada tahun 2016, bertepatan dengan penyelenggaraan KTT ASEM di Mongolia. Menjelang perayaan 20 tahun ASEM ini, terdapat tiga isu ASEM yang mengemuka dan menjadi isu-isu prioritas ASEM saat ini yaitu:
a.    Memperkuat konektivitas (connectivity) Asia-Eropa;
b.    Komitmen untuk mewujudkan kerjasama ASEM yang konkrit (tangible cooperation);
c.    Kerja sama ekonomi ASEM.

•        Sejalan dengan prioritas Pemri saat ini, Pemri berkepentingan agar kerja sama luar negeri dapat mendukung pencapaian target nasional dalam kerangka peningkatan perdagangan, investasi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kapasitas SDM Indonesia.
 
 
 
 
 
2.   Update Kerja Sama ASEM:

Connectivity
 
•    Pada KTT ASEM ke-10 di Milan tahun 2014, para Pemimpin ASEM telah menggariskan visi mengenai konektivitas yang antara lain meliputi fasilitasi mobilitas masyarakat ASEM, perdagangan, investasi, energi, informasi, pengetahuan dan gagasan dan kelembagaan. Selain itu secara khusus telah disinggung mengenai pentingnya pembentukan sistem transportasi darat, maritim dan udara yang terpadu, aman dan efisien.

•    Sesuai mandat KTT ASEM ke-10, SOM ASEM diminta untuk menyampaikan rekomendasi kongkrit mengenai upaya peningkatan konektivitas Asia-Eropa termasuk kemungkinan pembentukan working group. Hasil pembahasan akan disampaikan pada ASEM 12th Foreign Ministers Meeting (FMM12) di Luksemburg tanggal 5-6 November 2015.

•    Operasionalisasi konsep konektivitas telah diupayakan antara lain melalui penyelenggaraan ASEM Think-Thank Symposium on Connectivity di Shanghai, tanggal 22-23 Juli 2014. Direkomendasikan agar penekanan konektivitas ASEM dijadikan prioritas kerja sama dan bertumpu pada sektor ekonomi. Hal ini berarti diperlukan adanya hard infrastructure antara lain infrastruktur transportasi, perdagangan dan investasi, people-to-people contact, jaringan logistik, jalur energi, dan informasi dan teknologi komunikasi. Selain itu diperlukan soft infrastructure berupa kebijakan, strategi, cukai, pengembangan kapasitas dalam kerja sama lintas batas.

•    Dalam waktu dekat akan diadakan 3rd ASEM Transport Minister’s Meeting (ASEM TMM3) di Riga, Latvia tanggal 29-30 April 2015 yang antara lain akan membahas pengembangan konsep konektivitas transportasi Asia-Eropa ke depan.     


ASEM Tangible Areas of Cooperation
 
•    Pada ASEM Foreign Ministers Meeting (FMM) ke-11/2013 di New Delhi dan diperkuat pada KTT ASEM ke-10 di Milan tahun 2014, para mitra ASEM telah bersepakat untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan ASEM yang konkrit (tangible cooperation) agar dapat memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan yang seluas-luasnya.

•    Dalam kerangka ASEM tangible cooperation, para mitra ASEM berinisiatif menyelenggarakan berbagai kegiatan seminar, workshop maupun konferensi mengenai berbagai sektor antara lain manajemen resiko bencana, manajemen perairan, kurikulum pendidikan, kebijakan anti-korupsi, kesehatan, dalam rangka memfasilitasi pertukaran gagasan, informasi, pengalaman, best-practice, dan pengembangan net-working.

•    Untuk tahun 2015, Indonesia tengah menjajaki rencana pembentukan ASEM SMEs Promotion Network (dirintis Kementerian Koperasi dan UKM) guna mengembangkan jaringan dan pemasaran UKM ASEM serta ASEM Seminar on Social Dialogue (dirintis Kementerian Tenaga Kerja). 


Kerja Sama Ekonomi ASEM

•    Mengingat besarnya kekuatan ekonomi gabungan negara-negara ASEM, capaian kerja sama ekonomi ASEM ke depan diharapkan dapat menghasilkan terobosan signifikan. Mesin utama untuk menggerakkan kerja sama ekonomi ASEM yaitu pertemuan konsultasi para Menteri Ekonomi ASEM tengah diupayakan untuk diaktifkan kembali. Pertemuan Menteri Ekonomi ASEM terakhir diadakan tahun 2006. Begitu pula dengan Senior Officials Meeting on Trade and Investment (SOMTI), Trade Facilitation Action Plan (TFAP) maupun Investment Promotion Action Plan (IPAP).

•    Meskipun demikian, forum Pertemuan Menteri Keuangan ASEM telah berjalan aktif. Pada bulan Oktober 2014, 11th Asia-Europe Finance Ministers’ Meeting (FinMM) diadakan di Milan, Italia. Pertemuan bertema “A New Strategic Alliance to Create Sustainable and Profitable Growth” yang berisi seruan agar Asia dan Eropa bekerja sama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kerja sama antara negara maju dan berkembang karena stabilitas merupakan kondisi utama dalam mencapai pertumbuhan yang lebih kuat.

•    Mekanisme Asia Europe Business Forum merupakan forum pertemuan bagi para tokoh bisnis dari Asia dan Eropa dalam rangka memperkuat kerjasama ekonomi melalui jalur pelaku usaha. AEBF diadakan setiap dua tahun sekali, back to back dengan penyelenggaraan KTT ASEM.

•    Pertemuan AEBF terakhir (ke-14) diadakan di Milan, Italia tanggal 15-16 Oktober 2014 dan bertema "Enhancing business relations to foster economic integration between Europe and Asia". Dalam Joint Business Declaration AEBF14 di Milan ini telah disoroti komitmen para tokoh bisnis Asia-Eropa untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan serta memperkuat kolaborasi industri dalam rangka memperkuat integrasi kedua kawasan.

3.    KTT ASEM 2016 di Ulan Bator, Mongolia

•    ASEM akan merayakan ulang tahun ke-20 pada tahun 2016, bertepatan dengan penyelenggaraan KTT ASEM di Mongolia. Menjelang perayaan 20 tahun ASEM ini, ASEM tengah mengadakan review atas capaian yang telah dihasilkan dan arah perkembangan ASEM ke masa depan.

•    Dalam kerangka perayaan ASEM ke-20, para mitra ASEM diharapkan dapat berpartisipasi aktif guna menjalankan kegiatan-kegiatan untuk lebih mempromosikan dan mendorong kerjasama ASEM khususnya dalam rangka meningkatkan kesadaran publik yang lebih luas terkait ASEM.


4.    Peran Indonesia dalam ASEM

•    Sejalan dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerjasama konkret dalam kerangka ASEM, Indonesia telah menjadi co-sponsor dan berpartisipasi secara aktif dalam berbagai program ASEM di ketiga pilarnya. Untuk periode tahun 2012, Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi pertemuan ASEM Language Diversity Forum (Jakarta, 4-5 September 2012) dan 5th ASEM Culture Ministers’ Meeting (Yogyakarta, 14-15 Oktober 2012).

•    Di tahun 2013, ASEM Education Secretariat (AES) berpindah dari Jerman ke Indonesia untuk periode 2013-2017. Sebagaimana diketahui, kerja sama pendidikan ASEM terfokus pada empat isu utama: balanced mobility, quality assurance, engaging business and industry, serta lifelong learning. Penyelenggaraan acara ini ditangani Indonesia dalam kapasitas sebagai tuan rumah AES pada periode 2013-2017. Indonesia juga merupakan anggota Steering Committee untuk ASEM Informal Seminar on Human Rights.

•    Di tahun 2014, Indonesia telah menyelenggarakan ASEM Seminar on Social Dialogue bersama Belgia di Brussel (9-11 Maret 2014), ASEM Conference on Fostering Green Business of SMEs di Jakarta (19-20 Juni 2014), dan 3rd ASEM Seminar on Nuclear Safety di Yogyakarta (4-6 November 2014).

•    Pada 10-11 Maret 2015, Indonesia menjadi tuan rumah ASEM Lifelong Learning Forum di Bali. Isu lifelong learning merupakan salah satu area prioritas ASEM Education Process, yang ditetapkan pada 3rd Asia Europe Meeting of Ministers for Education (ASEMME3) di Kopenhagen, Denmark tahun 2011.


5.  Manfaat ASEM yang paling signifikan bagi Indonesia

•    Memperkuat kiprah internasional Indonesia dalam membangun konektivitas Asia-Eropa mengingat ASEM merupakan satu-satunya forum kedua kawasan yang dapat menghadirkan Kepala Negara/Kepala Pemerintahan melalui KTT ASEM.

•    Arah perkembangan ASEM yang semakin berfokus pada tangible cooperation sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia saat ini dalam rangka meningkatkan kapasitas nasional di berbagai sektor dan dengan keterlibatan pemangku kepentingan yang seluas-luasnya.

•    Proses kerjasama ASEM membuka peluang bagi penguatan kerjasama bilateral dengan negara-negara mitra ASEM melalui mekanisme Senior Official Meeting (SOM), Foreign Ministers Meeting (FMM), KTT serta penanganan inisiatif dan kegiatan dalam tangible cooperation.