Kolokium Nasional Komunitas ASEAN 2015

8/27/2013

​​Negara anggota Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan ketiga pilar dalam Komunitas ASEAN yaitu pilar Politik-Keamanan, pilar Ekonomi, dan pilar Sosial-Budaya. Dalam pilar Politik Keamanan, salah satu komitmen yang telah dilakukan adalah meningkatkan upaya pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN. Pemenuhan komitmen ini dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain pembentukan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) serta pengesahan Deklarasi HAM ASEAN.

 

Sebagai upaya untuk memperkuat komitmen tersebut, dipandang perlu adanya sosialisasi secara komprehensif mengenai upaya pemajuan HAM di ASEAN. Untuk itu, Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, bekerjasama dengan Indonesian Society of International Law (ISIL) yang setiap tahunnya merupakan penyelenggara Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition pada tingkat nasional, berinisiatif mengadakan "Kolokium Nasional Komunitas ASEAN 2015: Debat Hukum Pemajuan dan Perlindungan HAM di ASEAN" yang akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 2-5 September 2013. Tujuan dari Kolokium Nasional ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara umum dan mahasiswa hukum secara khusus mengenai perkembangan pembentukan Komunitas ASEAN, perkembangan pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN serta Deklarasi HAM ASEAN.

 

Rangkaian kegiatan tersebut akan dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Duta Besar Wardana. Kolokium Nasional Komunitas ASEAN terdiri dari pemaparan mengenai Komunitas ASEAN dan perkembangan HAM di ASEAN selama 2 hari dilanjutkan dengan Debat Hukum yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HAM dan mekanisme penyelesaian sengketa di ASEAN, serta meningkatkan kemampuan para peserta dalam menyusun dan menyampaikan argumen pada forum resmi internasional. Format debat hukum pada prinsipnya sama dengan lomba peradilan semu hukum internasional lainnya, dan dipilih berdasarkan latar belakang pendidikan mahasiswa hukum. Tapi berbeda dengan lomba peradilan semu hukum internasional lainnya yang dilakukan di hadapan Mahkamah Internasional, debat hukum ini mengambil format arbitrase sebagaimana terdapat dalam Protokol Piagam ASEAN mengenai Mekanisme Penyelesaian Sengketa. Untuk itu, melalui Debat Hukum ini, para peserta diharapkan dapat lebih mengenal mekanisme penyelesaian sengketa di ASEAN serta ketentuan Piagam ASEAN, Deklarasi HAM ASEAN dan instrumen ASEAN lainnya.

 

Debat hukum ini diikuti oleh 64 mahasiswa dari 32 fakultas hukum universitas di Indonesia yang telah melewati proses seleksi administratif dan seleksi tertulis. Selain mendapatkan pemaparan dan seminar mengenai Komunitas ASEAN, para peserta debat juga akan mendapat pelatihan singkat (short course) mengenai debat sebelum kompetisi serta melakukan kunjungan ke Sekretariat ASEAN.

 

Kolokium Nasional Komunitas ASEAN 2015: Debat Hukum Pemajuan dan Perlindungan HAM di ASEAN merupakan kegiatan pertama berkenaan dengan sosialisasi HAM di ASEAN  yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan diselenggarakan di tingkat nasional. Selain melibatkan berbagai direktorat terkait di lingkungan Kementerian Luar Negeri, rangkaian kegiatan tersebut mengikutsertakan Wakil Indonesia untuk Komisi Antar Pemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia, Wakil Direktorat Jenderal HAM Kementerian  Hukum dan HAM, kalangan akademisi dan praktisi hukum sebagai pemapar atau anggota juri Debat Hukum.  Kolokium ini diharapkan dapat menjadi suatu event penting yang memberikan manfaat besar bagi generasi muda Indonesia dalam upaya untuk turut memajukan HAM, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. (Sumber : Dit. Polkam Asean)​