Penyelenggaraan â??National Seminar on Comprehensive Nuclear Test Ban Treatyâ? Jakarta, 6-7 Desember 2004

12/6/2004

No. 78/PR/XII/2004

Departemen Luar Negeri Indonesia dalam hal ini Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, bekerjasama dengan Preparatory Commission for Comprehensive Test Ban Treaty Organization, akan menyelenggarakan “National seminar on Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty” pada tanggal 6-7 Desember 2004 di Jakarta.

Seminar Nasional ini diselenggarakan sebagai bagian dari sosialisasi mengenai Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty (CTBT) atau Traktat Uji Coba Menyeluruh Senjata Nuklir. Dalam seminar ini akan disampaikan berbagai aspek yang terkait dengan traktat tersebut, baik dari segi hukum, teknis, dan politis oleh pejabat dari PrepCom CTBTO, Departemen Luar Negeri, dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

CTBT adalah traktat yang melarang seluruh jenis uji coba  nuklir yang menggunakan metode ledakan. Sampai saat ini CTBT belum memasuki masa berlaku meskipun telah ditandatangani oleh 173 negara dan diratifikasi oleh 119 negara, mengingat dari 44 negara, termasuk Indonesia, yang ratifikasinya dibutuhkan bagi berlakunya traktat tersebut, baru 33 negara yang meratifikasi.

Indonesia telah menandatangani traktat ini pada tanggal 24 September 1996 dan masih dalam proses penyelesaian ratifikasi yang berpedoman pada tata perundangan yang berlaku di Indonesia. Pada prinsipnya Indonesia mendukung upaya masyarakat internasional untuk mencapai universalitas CTBT sebagai bagian dari usaha pengaturan senjata nuklir dan penghilangan secara menyeluruh senjata nuklir (total elimination of nuclear weapons).

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berbagai pihak mengenai pentingnya keberadaan Traktat Uji Coba Menyeluruh Senjata Nuklir serta meningkatkan kerjasama internasional dalam rangka CTBT. Upaya peningkatan kerjasama tersebut antara lain juga akan diwujudkan dalam Regional Training Course for National Data Centre Technical Staff yang akan dilaksanakan oleh Pemri, dalam hal ini BMG, dan PrepCom CTBTO pada tanggal 8-14 Desember 2004. Hal ini mengingat salah satu manfaat yang diperoleh dari kerjasama antara Pemri dangan PrepCom CTBTO adalah pengembangan stasiun seismik di Indonesia yang juga dapat dimanfaatkan untuk memantau dan memprediksi bencana alam.

 
Jakarta, 6 Desember 2004