Pembebasan dua sandera warganegara RI

6/16/2005

No.    47/PR/VI/2005

Dua WNI, Sdr. Yamin Labuso dan Sdr. Erikson Hutagaol, yang disandera di Filipina Selatan sejak tanggal 30 Maret 2005 dan berhasil dibebaskan oleh Militer Filipina (AFP) pada tanggal 12 Juni 2005, telah dibawa ke Manila pada tanggal 15 Juni 2005. Mereka tiba di Manila pada pkl. 18.45 waktu setempat  atau pkl. 17.45 WIB dengan menggunakan penerbangan komersial dari Zamboanga City.  Mereka tiba di Manila di antar sendiri oleh Letjen Braganza, Panglima Komando Wilayah Selatan AFP. Turut menyertai dalam perjalanan ke Manila adalah 3 anggota Komisi I DPR-RI, Konjen RI Davao, Staf KBRI Manila dan anggota Tim Gabungan Pemerintah Indonesia.

Setibanya di Manila, kedua mantan sandera tersebut dipertemukan dengan DCM/KUAI KBRI Manila untuk selanjutnya dibawa ke kantor KBRI Manila. Setibanya di KBRI dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter (4 orang) yang didatangkan ke KBRI.  Sdr. Yamin Labuso dinyatakan dalam kondisi baik, namun Sdr. Erikson Hutagaol perlu diambil sample darahnya untuk memastikan kondisinya. Hasil pemeriksaan laboratorium darah Sdr. Erikson akan diketahui Kamis (16 Juni 2005) siang. Kepada tim dokter Manila  juga telah diberikan surat/hasil pemeriksaan kesehatan mereka dari dokter yang merawat di Rumah Sakit Militer di Zamboanga City. 

Kementerian Luar Negeri Filipina sedang melakukan pengaturan waktu penyerahan secara resmi kedua mantan sandera tersebut dari Pemerintah Filipina kepada Pemerintah Indonesia yang  direncanakan hari Kamis (16 Juni 2005) atau hari Jumat (17 Juni 2005). Untuk penyerahan tersebut Pemerintah Indonesia akan diwakili oleh KUAI/DCM KBRI Manila.

Saat ini kedua mantan sandera sedang beristirahat penuh di Manila. Direncanakan mereka  bersama Tim Pemerintah dan Tim DPR-RI akan meninggalkan Manila pada hari Sabtu, tanggal 18 Juni 2005. 

Kedua mantan sandera nampak sudah lebih rileks, dibandingkan sewaktu berada di Zamboanga City dimana mereka nampak tertekan dan tegang, namun masih terlihat lemah. Mereka menginginkan untuk dapat segera dipertemukan dan berkumpul dengan keluarga masing-masing segera setelah tiba di Jakarta.

                                                                                 
Jakarta, 16 Juni 2005