Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Tingkat Menteri G-33

6/9/2005

Pemerintah Republik Indonesia akan mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok G-331 pada tanggal 11 s/d 12 Juni 2005 di Hotel Borobudur Jakarta. Pertemuan Tingkat Menteri tersebut akan didahului dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi pada tanggal 10 Juni 2005. Menteri dari 42 negara berkembang dari Asia, Afrika, serta Amerika selatan dan tengah telah diundang. Dirjen WTO terpilih, Ketua Dewan Umum WTO, dan Ketua Komite Khusus Pertanian WTO juga turut diundang sebagai tamu khusus. Menteri Perdagangan RI selaku koordinator G-33 akan memimpin pertemuan tersebut sedangkan delegasi RI akan dipimpin oleh Menteri Pertanian.
 G-33 adalah aliansi 42 negara berkembang yang memiliki penduduk mayoritas petani kecil dan miskin dari seluruh benua. G33 menyadari bahwa kesepakatan WTO dibidang pertanian masih mengandung berbagai ketidakseimbangan, sehingga menimbulkan ketidakadilan perdagangan yang merugikan petani miskin di negara berkembang. G-33 berpandangan bahwa kesepakatan perdagangan yang kini dirundingkan di WTO seharusnya dapat meningkatkan perdagangan global sebagai instrumen pembangunan khususnya untuk pemantapan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan. Oleh karena itu G-33 berupaya agar negara berkembang mendapatkan fleksibilitas kebijakan untuk melindungi petani miskin dari dampak negatif liberalisasi perdagangan, seperti pengecualian dari penurunan tarif bagi komoditi pertanian yang strategis, dan mekanisme perlindungan khusus terhadap membanjirnya arus produk pangan impor yang mengakibatkan anjloknya harga.
 Pertemuan Menteri G-33 merupakan tindak lanjut dari informal breakfast gathering Menteri G-33, yang diadakan pada KTT Asia Afrika pada tanggal 23 April 2005. Tujuan pertemuan Menteri G-33 adalah untuk memberi kesempatan bagi para menteri untuk bertemu guna memperkuat koordinasi, strategi, posisi, dan kontribusi G-33 terhadap proses perundingan di WTO, yang telah memasuki tahap akhir menuju Konferensi Tingkat Menteri (KTM) VI WTO di Hong Kong pada bulan Desember 2005.
 Pertemuan Menteri G-33 sangat tepat, mengingat pelaksanaannya diadakan satu bulan sebelum batas waktu yang telah disepakati oleh anggota WTO untuk menyelesaikan draft awal (first approximation) modalitas pada bulan Juli 2005 untuk KTM VI WTO.
 Bagi Indonesia Pertemuan Tingkat Menteri G-33 ini merupakan momentum yang sangat penting karena dilaksanakan bertepatan dengan pencanangan revitalisasi pembanganunan pertanian, perikanan, dan kehutanan oleh Presiden RI.
 Para Menteri akan membahas isu-isu terkait dengan perundingan pertanian di WTO, special products and special safeguard mechanism, serta strategi dan target kelompok dalam menghadapi tahap akhir perundingan putaran Doha. Para Menteri juga akan melakukan pembahasan dan tukar pikiran mengenai perkembangan terakhir dari perundingan di WTO. Diharapkan para Menteri dapat menyepakati suatu Communiqué Menteri, yang dapat memberikan arahan politis bagi G-33 dalam perundingan menuju KTM VI WTO di Hong Kong pada bulan Desember 2005.


1 ANGGOTA  G-33: Antigua and Barbuda, Barbados, Belize, Benin, Botswana, China, Congo, Coted'Ivoire, Cuba, Dominican Republic, Grenada, Guyana, Haiti, Honduras, India, Indonesia, Jamaica, Kenya, Republic of Korea, Madagascar, Mauritius, Mongolia, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, Pakistan, Panama, Peru, Philippines, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and the Grenadines, Senegal, Sri Lanka, Suriname, Tanzania, Trinidad and Tobago, Turkey, Uganda, Venezuela, Zambia, and Zimbabwe