Tahun Politik 2014, Diplomasi Indonesia Tetap Konsisten

​​​Tahun ini, 2014, adalah tahun yang sering memunculkan tanda tanya dalam konstelasi politik Indonesia. Namun 2014 tidak akan membawa perubahan fundamental dalam arah diplomasi Indonesia, seperti yang ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa di Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2014 siang ini (7/01).

Diplomasi  adalah proses yang berkelanjutan dan Kementerian Luar Negeri adalah perpanjangan dari proses tersebut, sama halnya dengan profesi diplomat. Perubahan politik tidak akan membawa dampak yang signifikan.

Namun, kestabilan diplomasi Indonesia selama ini bisa dijadikan acuan dalam arah diplomasi Indonesia di masa depan. Salah satu bukti keajegan diplomasi Indonesia adalah adanya KTT G-20 yang akan terjadi berdekatan dengan pergantian pemerintahan namun akan tetap dilaksanakan.

Indonesia juga telah menjaga komitmen terkait Laut Cina Selatan, khususnya dalam pembuatan instrumen kawasan dalam menjaga perdamaian di area tersebut.

Indonesia, lanjut Menlu Marty, telah berada dalam confidence building measure di Laut Cina Selatan selama lebih dari 20 tahun terakhir dan akan terus menjaga komitmen yang ada. Khususnya dalam perjalanan bagi penyusunan tata cara berperilaku di Laut China Selatan atau Code of Conduct.

Ini menunjukkan tingginya tekad dan komitmen Indonesia, terlepas dari berbagai perubahan dalam politik domestik. 

Menanggapi wacana adanya instrumen menyerupai Treaty of Amity and Cooperation untuk Kawasan Asia Timur, Samudra Pasifik dan Hindia, Menlu Marty menyatakan bahwa sejauh ini belum ada tentangan dari negara-negara kawasan. (Sumber: Dit. Infomed/MAH/Vira)