Perusahaan RI dan Timor-Leste Tandatanganani Kesepakatan Kerjasama, 9 Program Akan Dijalankan

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Perusahaan Indo-Tim, Timor-Leste, dan Group PT. Mandanton dari Indonesia tandatanganani Kesepakatan Kerjasama Konsorsium (8/1/2014). "Pemerintah Timor-Leste menyambut baik dan akan mendukung kerjasama kedua perusahaan tersebut dengan sembilan program yang akan di jalankan di Timor-Leste", tutur  Menteri Perdagangan, Industri dan Lingkungan RDTL, Antonio da Conçeicão dalam kesempatan tersebut

Hadir pula pada acara tersebut Dubes RI untuk RDTL, Primanto Hendrasmoro, Menteri Pariwisata, Francisco Kalbuadi Lay, Sekretaris Negara untuk urusan Pengembang Sektor Swasta, Veneranda Martins Lernos, Perwakilan Anggota Parlemen Nasional, para penggusaha local serta Direktur dan staf dari kedua perusahan.

Menteri Perdagangan, Industri dan Lingkungan RDTL menyampaikan bahwa kerjasama yang telah terjalin antara pemerintah Timor-Leste dengan Pemerintah Indonesia khususnya dalam hal pengembangan sektor swasta dan pembangunan ekonomi di Timor-Leste sudah sangat maju.

Indonesia, lanjutnya, sebagai negara pengimportir utama di Timor-Leste, sebagaimana Cina, Singapura, Malaysia dan Australia, diharapkan dapat membantu Timor-Leste dalam menekan harga produknya agar tidak memacu inflasi.

Antonio juga menyampaikan bahwa pengusaha dapat melihat Timor-Leste sebagai pintu penghubung antara Indonesia dengan negara Komunitas berbahasa Portugis dimana peluang kerjasama ekonomi saling menguntungkan satu sama lain dimasa yang akan datang.

Komisaris Konsorium dari Kedua Perusahaan tersebut menyampaikan bahwa Perusahaan Indo-Tim merupakan gabungan pengusaha dari Indonesia (Kupang) dan Timor-Leste. "Perusahaan Indo-Tim akan bekerjasama dengan Pemerintah Timor-Leste untuk pengembangan ekonomi di Timor-Leste".

Terdapat 9 (Sembilan) program yang akan dijalankan oleh kedua Konsorsium tersebut yaitu pemberian kredit kendaraan, peternakan sapi, pembangunan hotel di 13 distrik, pembangunan bank kredit di Timor-Leste, mendirikan Asuransi di Timor-Leste, mendirikan perumahan di 13 distrik, supply makanan, menciptakan lapangan kerja pada bidang konstruksi, mendirikan SPBU di 13 distrik.

Kegiatan akan mulai dijalankan pada tanggal 23 Januari 2014 dengan memberikan kredit motor sejumlah 75.000 unit kepada masyarakat di seluruh distrik selama 5 tahun.

Sekretaris Negara urusan Pengembangan Sektor Swasta, Veneranda, menyampaikan "pemerintah Timor-Leste menyambut baik setiap investasi yang akan dilakukan di Timor-Leste". Pemerintah akan memberikan bantuan untuk kegiatan kredit melalui Bank Nasional Timor-Leste untuk keperluan tersebut.

Veneranda juga menyampaikan perihal undang-undang investasi yang saat ini dimiliki oleh Timor-Leste yang memberikan keuntungan kepada Pengusaha Lokal, dimana jika melakukan investasi di Dili dan Baucau akan mendapatkan bebas bea pajak selama 5 tahun, sedangkan di Distrik Oecusse dan Atauro akan mendapatkan bebas bea pajak selama 10 tahun dan di distrik lain akan mendapatkan bebas bea pajak selama 7 tahun.

Hal ini memberikan peluang kepada pengusaha Timor-Leste untuk mulai melakukan investasi tanpa harus menunggu proyek dari Pemerintah.

Duta Besar RI untuk Timor-Leste, Primanto Hendrasmoro menyampaikan bahwa pembentukan konsorsium Indonesia-Timor-Leste merupakan langkah yang kongkrit sebagai cerminan kuatnya hubungan ekonomi kedua negara. "Kegiatan ini adalah refleksi dari pertemuan Kadin Timor-Leste dan Kadin NTT yang telah dilakukan pada bulan Mei 2013".

Dalam pertemuan pimpinan kedua negara, Indonesia menyatakan komitmennya untuk membantu Timor-Leste dalam pembangunannya terutama yang terkait dengan kepentingan masyarakatnya.

Kedua negara juga sepakat untuk mengembangkan ekonomi secara terintegrasi antara Timor-Leste dengan wilayah perbatasan Indonesia seperti Propinsi NTT.

"Agar pembentukan konsorsium dapat berjalan dengan baik melalui berbagai program, Timor–Leste perlu membuat prioritas dengan program yang ada, mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku, dan mengedepankan program swasta di sektor UKM dan kerjasama dengan Indonesia".

Hal ini menurut Dubes Primanto diharapkan dapat mendorong Transfer of Knowledge dan menyerap tenaga lokal lebih banyak. (Sumber: KBRI Dili/Ed.PY)