Negara-Negara Islam Harus Bersatu Hadapi Tantangan Umatnya

Amman, Yordania: "Berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini memerlukan negara-negara Islam untuk bersatu dan bekerja sama dalam mengatasinya," demikian disampaikan Menlu RI  saat melakukan kunjugan kehormatan kepada Raja Yordania, Raja Abdulah II Bin Al-Hussein, di Istana Al-Husseiniyah, Amman.(04/10)

Menlu RI dan Raja Yordania membahas banyaknya tantangan yang dihadapi umat Islam yang membutuhkan kerja sama kuat antara negara Islam. Untuk itu, toleransi dan saling pengertian dibutuhkan dalam berinteraksi antar negara. "Kenyataan saat ini banyak waktu dihabiskan  untuk membahas penyelesaian berbagai konflik diantara negara Islam," tutur Menlu RI.

Dalam pertemuan, Menlu RI menyampaikan undangan Presiden RI kepada Raja Abdullah untuk hadir sebagai pembicara utama di Bali Democracy Forum, di Bali 7-8 Desember 2017. Undangan tersebut diberikan kepada Raja Jordan mengingat perannya dalam memajukan pluralisme, toleransi dan demokrasi. "Jordan telah menjadi contoh di kawasan sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, pluralisme dan demokrasi," tutur Menlu RI.

Selain itu, Menlu RI dan Raja Yordania juga memberi perhatian terhadap tantangan dari terorisme dan radikalisme. Beberapa kekhawatiran yang dibahas Menlu RI dan Raja Yordania terkait  Foreign Terrorist Fighters (FTF) dan perkembangan  regionalisasi kelompok terorisme, seperti di Marawi. Dalam kaitan ini Raja Yordania menyambut  baik komitmen dan langkah Indonesia dalam upaya menanggulangi terorisme.

Lebih lanjut, Raja Abdullah II menyampaikan kesiapan Yordania untuk melakukan kerja sama khususnya terkait tukar informasi dan intelijen, program de-redikalisasi dan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum. Dalam kaitan ini, Menlu RI  mengharapan agar MoU kerja sama dalam menanggulangi terorisme dan redikalisme antara Indonesia dan Yordania dapat segera diselesaikan. "Terorisme dan radikalisme merupakan tantangan nyata dan hanya dapat dihadapi dengan kerja sama yang efektif baik di tingkat bilateral, regional maupun internasional," ucap Menlu Retno.

Perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka juga menjadi tantangan bersama saat ini. Raja Yordania menyampaikan bahwa isu Palestina semakin kurang mendapat perhatian masyarakat internasional, sehingga membutuhkan upaya kita bersama untuk menempatkannya kembali di agenda masyarakat internasional. Dalam kaitan ini Menlu RI kembali menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperjuangka Palestina. (Sumber : Kementerian Luar Negeri)