Menlu Marty: RI-Australia Intensif Bahas Perbaikan Hubungan

 
 
 
 
 
 
 
 
 

​“Hubungan Indonesia dan Australia kini berjalan tidak optimal”, tegas Menlu Marty Natalegawa, dalam sesi tanya jawab dengan para jurnalis setelah beliau menyampaikan paparan Menlu dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri 2014 yang terselenggara di Ruang Nusantara, Kemlu Jakarta (7/1).

Berbagai perwakilan dari kedutaan besar, diplomatic corps, jurnalis dan perwakilan media serta pejabat eselon I, II dan diplomat turut hadir pada acara ini.

Seperti yang telah diketahui, bahwa terdapat tiga hubungan yang hingga kini ditangguhkan, yaitu pertukaran informasi intelijen, pencegahan terhadap aksi penyelundupan manusia dan kerja sama bidang militer.

Menlu RI berkeyakinan bahwa hubungan kedua negara dapat kembali seperti sedia kala. “Kunci dari perbaikan hubungan kedua negara adalah perlu dikembalikannya rasa saling percaya di antara keduanya,” jelas Marty Natalegawa.

Perbaikan hubungan merupakan suatu proses yang harus melewati langkah- langkah sesuai dengan yang telah disampaikan oleh Presiden SBY. Kedua Menlu secara rutin dan intensif telah berkomunikasi untuk membahas berbagai upaya pemulihan hubungan, termasuk tindak lanjut six- point roadmap yang disampaikan oleh Presiden SBY, bulan November 2013 lalu.

“Kini, perbaikan hubungan masih berada pada poin pertama dari six-point roadmap tersebut,“ jelas Marty Natalegawa.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai penanganan irregular migrant, Menlu RI secara tegas menyampaikan bahwa Indonesia menolak dan menentang kebijakan turn back boats Australia. “Kebijakan ini tidak ada ujung pangkalnya, untuk itu perlu penyelesaian lebih baik, ” jelas Menlu RI. (Sumber: Dit. Infomed/Amel)