KBRI Amman Gagalkan Upaya Penyelundupan Enam Calon TKI

 
 
 
 
 
 
 
 
 

​KBRI Amman berhasil menggagalkan upaya penempatan ilegal/non-prosedural enam orang calon TKI yang terindikasi sebagai bagian dari korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) (4/1/2014).

Keenam TKI tersebut adalah AF asal Makassar, S asal Subang, AMD asal Indramayu, MSA asal Sukabumi, H asal Tasikmalaya, dan EDP asal Yogyakarta.

Upaya penggagalan penyelundupan ini dilakukan pada saat enam TKI tersebut akan bertolak menuju Mesir.

Kejadian tersebut berawal saat salah seorang staf KBRI Amman secara kebetulan duduk bersebelahan dengan dua perempuan WNI dalam perjalanan udara dari Dubai ke Amman menggunakan pesawat Emirates EK 901.

Dari obrolan yang dilakukan, keduanya mengaku merupakan calon TKI-PLRT yang akan dipekerjakan di Mesir melalui jalur transportasi Jakarta-Batam-Johor Bahru-Kuala Lumpur-Dubai-Amman-Damaskus-Kairo.

"Dari keduanya, diketahui pula bahwa terdapat 4 orang calon TKI lainnya yang berada dalam satu pesawat untuk tujuan yang sama", demikian dilansir dalam rilis KBRI Amman kepada Portal Kemlu.

Mengingat bahwa Mesir maupun Suriah saat ini bukan termasuk sebagai negara penempatan TKI-PLRT, dan dirasa banyak hal yang tidak wajar dari cerita keduanya, staf KBRI berinisiatif mengumpulkan keenam calon TKI-PLRT untuk interogasi dan pendataan seperlunya.

Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Polisi dan Otoritas Imigrasi Bandara dengan permintaan pengusutan kasus dan permohonan agar mereka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan ke Damaskus serta mendeportasi mereka kembali ke Indonesia.

Saat dilakukan pemeriksaan, dari tangan para calon TKI-PLRT tersebut didapati sejumlah dokumen yang belakangan diketahui merupakan dokumen palsu.

Dokumen tersebut antara lain; (1)
tiket penerbangan Amman – Damaskus, (2) telegram Imigrasi Suriah mengenai ijin/visa masuk Suriah, dan (3) manifest yang dikeluarkan Pemerintah Yordania berisi persetujuan pemberian visa kerja bagi 6 TKI-PLRT di atas sebagai PLRT di Yordania termasuk nama-nama majikan yang akan mempekerjakan mereka.

Dari keterangan yang didapat, meskipun berasal dari daerah berlainan dan dibawa oleh sponsor yang berbeda, mereka ditampung secara bersamaan di sebuah wilayah di Jakarta, selanjutnya diterbangkan ke Batam dan kemudian dibawa ke Johor Baru melalui laut (pelabuhan).

Selanjutnya mereka ditampung sekitar dua minggu di Kuala Lumpur, sebelum kemudian diterbangkan ke Dubai. 

Setelah dilakukan proses semestinya, keenam calon TKI-PLRT yang hampir menjadi korban penempatan ilegal oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut dipulangkan kembali ke Indonesia dengan pesawat Emirates (5/1/2014).

"KBRI Amman saat ini masih terus berupaya membongkar jaringan oknum pelaku TPPO tersebut bekerjasama dengan lembaga penegak hukum dan otoritas terkait lainnya di Indonesia serta Yordania". (Sumber: KBRI Amman)