BDF Jadi Platform Penting Promosi Demokrasi di Afrika Utara dan Timur Tengah

Tunis, Tunisia: “Tidak ada satu formula yang dapat digunakan semua negara dalam menerapkan demokrasi, sehingga forum seperti Bali Democracy Forum sangat bermanfaat untuk bertukar pikiran dan membagi pengalaman terkait dengan promosi demokrasi,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat membuka Bali Democracy Forum (BDF) Chapter Tunisia, yang mengambil tema “Home-Grown Democracy: The North Africa Experience” di Tunis (2/10).

Bekerja sama dengan Pemerintah Tunisia, penyelenggaraan BDF-Chapter Tunisia merupakan upaya Indonesia untuk menyediakan platform bagi negara-negara di kawasan Afrika Tengah dan Timur Tengah untuk bertukar pengalaman dalam hal proses demokrasi, membahas perkembangan home-grown democracy di masing-masing negara, dan untuk melihat tantangan terhadap perkembangan demokrasi di kawasan serta mencari solusi terhadap tantangan tersebut.

Sejalan dengan tema BDF-Chapter Tunisia, Menlu RI dalam sambutannya menyampaikan pengalaman Indonesia dalam proses transformasi demokrasi. Menlu RI bertutur bahwa demokrasi adalah suatu proses panjang yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman Indonesia dan banyak negara lainnya, proses demokrasi tidaklah mulus.

“Demokrasi adalah proses yang berkelanjutan dan bukan tujuan, karena tujuan kita bernegara adalah untuk mencapai kesejahteraan dan decent life bagi semua rakyat kita,” tutur Menlu Retno.

Selanjutnya Menlu menekankan bahwa walaupun nilai demokrasi adalah universal, namun tidak ada pendekatan yang one-size-fit-all untuk demokrasi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kita harus memperhatikan kepentingan dan keinginan rakyat kita, bukan kepentingan luar.

Menlu Retno juga menekankan bahwa Indonesia merupakan contoh negara tempat demokrasi dan Islam dapat berjalan berdampingan. Hal ini, selain disebabkan oleh berbagai nilai demokrasi yang sejalan dengan Islam, namun juga karena sejarah panjang pluralisme sehingga masyarakat Indonesia biasa dengan perbedaan dan adanya ideologi Pancasila.

“Jika ingin melihat Islam, demokrasi, modernitas dan hak perempuan berjalan berdampingan, datang ke Indonesia,” tegasnya.

BDF-Chapter Tunisia dihadiri oleh peserta dari Aljazair, Mesir, Libya, Maroko dan Tunisia. Narasumber yang hadir dari Indonesia adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Rahimah Abdulrahim (Direktur Eksekutif Habibie Center).

Tunisia akan melaporkan hasil dari pertemuan BDF-Chapter Tunisia ini pada Bali Democracy Forum (BDF) X, tanggal 7 – 8 Desember 2017 di Bali, Indonesia.

(Kementerian Luar Negeri)