KJRI Hong Kong Fasilitasi Dialog BMI dengan Tim Pengawas (Timwas) TKI-DPR RI di Hong Kong


Timwas TKI DPR RI yang diketuai oleh Fahri Hamzah telah melakukan dialog konstruktif dengan para BMI di Hong Kong. Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Timwas DPR-RI untuk mendukung proses revisi UU No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan kunjungan Timwas DPR-RI ke penampungan/ shelter dompet dhuafa untuk berdiskusi dengan para BMI yang berada di penampungan. Selain itu, Timwas juga berkesempatan untuk melakukan diskusi dengan KJRI Hong Kong untuk mendapat gambaran mengenai tupoksi masing-masing fungsi dalam menjalankan tugasnya di Perwakilan, khususnya dalam konteks perlindungan BMI.

Kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi antara TImwas DPR-RI dengan sekitar 150 orang BMI keesokan harinya di aula gereja St. Paul Hong Kong. Dalam kesempatan tersebut, Timwas bekesempatan mendengarkan curhatan yang dihadapi para BMI di Hongkong. Masalah overcharging yang dilakukan oleh agen masih menjadi salah satu permasalahan yang mengemuka yang dihadapi oleh para BMI. Selain melaksanakan diskusi formal, Timwas juga berkesempatan untuk melakukan tinjauan langsung ke Victoria Park dan shelter yang dimiliki oleh agen.

Timwas juga telah melakukan kunjungan ke Legislative Council (Lecgo) Hong Kong. Dalam kesempatan itu, ketua Timwas menyampaikan rencana Indonesia untuk menyampaikan revisi UU Ketenagakerjaan. Pihak Lecgo menyambut baik rencana tersebut karena bagi mereka domestic helper di Indonesia turut berkontribusi pada kegiatan perekonomian Hong Kong.

​Selain daripada itu, Timwas berkesempatan untuk melakukan diskusi interaktif dengan BUMN yang berada di Hong Kong untuk mendapatkan masukan mengenai integrasi sistem keuangan yang mungkin dilakukan dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kunjungan ditutup dengan diskusi antara Timwas dengan para agen penyalur BMI yang berada di Hong Kong. Dalam kesempatan tersebut pihak Timwas menyampaikan bahwa kunjungan ini telah memberikan gambaran riil mengenai hal-hal yang perlu dibenahi dalam perumusan revisi UU No. 39 Tahun 2004 (rev/yuni/mei).