Sign In
Ibu KotaGuangzhou
Sekjen PartaiHu Chunhua
GubernurZhu Xiaodan
Penduduk107.204.000 jiwa (2014)
Luas wilayah179.800km2
PDB 2015RMB 7,28 triliun (US$ 1,12 trilyun)
GDP PERKAPITA 2015RMB 67.500 (US$ 10.345)
Komoditi Ekspor dengan DuniaElectrical machinery etc, sound equipment, tv equipment and parts; Nuclear reactors, boilers and machinery; Furniture, bedding, lamps nesoi; Optic, photo, medic or surgical instruments; Apparel articles and accessories, not knit Etc.; toys, games and sport equipment, parts and accessories; Plastics and articles; Apparel articles and accessories, knit or crochet
Komoditi Impor dengan DuniaElectrical machinery etc, sound equipment, tv equipment and parts; Nuclear reactors and boilers; Mineral fuels, oils, wax and bitumin; Optic, photo, medic or surgical instrument;  Plastics and articles; Vehicles and parts except railway or tramway; Nat, pearls, stones, coin etc.; Copper and articles
NILAI PERDAGANGAN 2014RMB 6,6 triliun (US$ 1,03 triliun), -2,5% dibanding periode yang sama tahun 2013
NILAI PERDAGANGAN 2015 RMB 5,6 triliun (US$ 909 miliar) , -5.4% dibanding periode yang sama tahun 2014
PERDAGANGAN DENGAN RI 2014US$ 19,7 miliar , +5,3% dibanding periode yang sama tahun 2013
IMPOR DARI RI 2014US$ 6,3 miliar, -8,31% dibanding periode yang sama tahun 2013
EKSPOR KE RI 2014US$ 13,4 miliar, +13,4% dibanding periode yang sama tahun 2013
PERDAGANGAN DENGAN RI 2015 US$ 15,93 miliar, -19,36% dibanding tahun 2014
IMPOR DARI RI 2015US$ 5,1 miliar, -19,55% dibanding tahun 2014
EKSPOR KE RI 2015US$ 10,8 miliar, -19,27% dibanding tahun 2014
KOMODITI EKSPOR DENGAN RIElectrical machinery; Nuclear reactors, boilers and machinery; Furniture, bedding and lamps; Apparel and clothing accessories; Plastics and articles; Optic, photo, medic or surgical instrument; Ceramic products; Footwear
KOMODITI IMPOR DENGAN RIMineral fuels and wax; Animal or vegetable fats and waxes; Electrical machinery etc, sound equipment, tv equipment and parts; Pulp of wood; Miscellaneous chemical products; Wood and articles of wood; Organic Chemicals; Copper and articles
PERTUMBUHAN EKONOMI 20158%

 

Kondisi Umum

  1. Guangdong memiliki Zona Ekonomi utama yaitu Pearl River Delta (PRD) yang meliputi 9 kota, yaitu Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Foshan, Jiangmen, Dongguan, Zhongshan, Huizhou dan Zhaoqing.
  2. Sejak tahun 2008, Guangdong memindahkan titik berat ekonomi dari perusahaan manufaktur ke jasa dan memindahkan industri manufaktur dari kawasan PRD ke daerah yang kurang berkembang di bagian timur, barat dan utara provinsi Guangdong. Selain itu, Guangdong terus mengembangkan Free Trade Zone yang menghubungkan Hongkong dan Macau. Pada saat yang sama Guangdong telah mulai mengembangkan area ekonomi baru di sejumlah kota lainnya, yaitu Nanshan, Qianhai dan Hengqin.
  3. Meskipun nilai FDI provinsi Guangdong pada periode  Januaris s/d November 2015,  menurun sebesar 0,77% dibanding tahun sebelumnya, namun proyek yang di iventasikan meningkat menjadi 6192 jenis, meningkat 15.24% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  4. Nilai FDI Guangdong pada periode Januari – November 2015 menyumbang 21,49% dari total keseluruhan FDI di Tiongkok yang tercatat sebesar US$ 114 miliar, meningkat 7.9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
  5. Sedangkan nilai invetasi provinsi Guandong sebesar (Jan-Nov )2015 RMB 2,5713 triliyun . hanya menyumbang 5% dari total keseluruhan invetasi di seluruh wilayah Tiongkok  sebesar RMB 49,7 triliyun.
  6. Pada bulan november 2015 PMI Guangdong adalah 48.6 meningkat 0.3 dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun meningkat 0.3 dibanding bulan lalu namun selama 3 bulan terakhir indeks PMI berada dibawah posisi 50, ini mengidikasikan terjadi tekanan terhadap ekonomi provinsi Guangdong, data PMI menunjukan tren menurun seiring melemahnya perekonomian Tiongkok secara keseluruhan.
  7. Pada kuartal ke 3 tahun 2015 (Januari – September) total perdagangan provinsi Guangdong menurun -4.5% dibanding periode sebelumnya. Namun tetap lebih baik dibandingkan dengan penurunan rata-rata nasional ( Tiongkok) sebesar -7.9%. dalam hal ini nilai perdagangan Guandong lebih baik dibanding Beijing yang mencatakan penurunan sebesar -19% dan Shandong yang mengalami penurunan sebesar -11.8%.
  8. E-commerce di Provinsi Guangdong berkembang sangat pesat dan meliputi berbagai sektor industri, diperkirakan Guangdong menyumbang sekitar 70% dari e-commerce lintas batas di RRT. Untuk itu Guangzhou menjadi salah satu basis utama dalam hal e-commerce lintas batas, pasar e-commerce di Guangzhou kian berkembang sehingga banyak perusahaan asing yang tertarik untuk memanfaatkan sistem ini.
  9. Guangzhou merupakan salah satu dari 5 kota terbesar di Tiongkok, dengan populasi lebih dari 15 juta penduduk, merupakan pasar produk konsumen yang sangat besar. Guangzhou juga selama ini terkenal sebagai pusat makanan di RRT. Saat ini terdapat lebih dari 60.000 restoran dan perusahaan jasa boga. Selain itu juga terdapat lebih dari 350 supermarket besar, 150.000 toko eceran, 2560 hotel dan penginapan. Setiap tahunnya penduduk Guangzhou menghabiskan lebih dari RMB 51 milyar untuk produk makanan dan minuman. Sehingga potensi pasar untuk produk makanan dan minuman di Guangzhou sangat besar.

     ​​

Potensi Guangdong bagi Indonesia

  1. Pada tanggal 1 Juni 2015 Pemerintah RRT mengeluarkan kebijakan bidang perdagangan yang dapat menjadi peluang penting bagi Indonesia, dengan memberikan pemotongan tarif impor hingga 50% untuk beberapa consumer goods. Peraturan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi perilaku konsumtif masyarakat RRT yang makin meningkat. Khususnya masyarakat provinsi Guangdong yang memiliki penghasilan yang cukup tinggi, tercatat banyaknya masyarakt asal Guangdong yang berpergian ke luar negeri untuk berbelanja setiap tahunnya.
  2. Dalam hal ini, Indonesia  mempunyai peluang dalam hal memasarkan produk makanan dan minuman , karna menurut data bahwa 36% dari pendapatan masyarakat Tiongkok digunakan untuk membeli produk makanan dan minuman. Komoditas seperti anggur rnerah, minyak, makanan ringan, susu, dan snack sangat berpeluang untuk masuk ke RRT melalui Guangdong yang merupakan salah satu gerbang masuk utama produk Indonesia.
  3. Setiap tahunnya terdapat beberapa pameran internasional di Guangdong yang potensial bagi Indonesia. Pameran tersebut yaitu Canton Fair, Guangzhou ingredient and Food Fair, China Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF), 21st Century Maritime Silk Road Expo dan China International Furniture Fair.
  4. Dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan antara RI-RRT khususnya pada produk-produk non-migas, kiranya untuk tahun 2016 dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan partisipasi Indonesia pada pameran-pameran internasional di Wilker KJRI Guangzhou. Melalui pameran, Indonesia dapat meningkatkan pengenalan dan penetrasi produk Indonesia kepada pasar domestik RRT dan negara-negara lain. Selain itu, bagi pengusaha Indonesia, partisipasi pada pameran di RRT dapat membuka wawasan terhadap potensi pasar RRT yang masih besar.
  5. Khusus untuk Canton Fair, pameran ini merupakan pameran yang diakui sebagai wahana efektif dalam mengembangkan jejaring bisnis terutama untuk melakukan penetrasi internasional dan pasar RRT. Hal ini mengingat banyaknya jumlah pembeli internasional yang selalu hadir dalam acara ini. Sejauh ini tetap diminati oleh para pembeli internasional terutama dari negara-negara kawasan Timur Tengah dan Afrika.
  6. Pada saat pertemuan antara Konjen RI dengan Pemkot Zhongshan, telah disampaikan tawaran Kota Zhongshan menjadi pusat distribusi ikan hias asal Indonesia. Hasil ini telah ditindaklanjuti dengan business meeting dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada September 2015.
  7. KJRI telah menjalin komunikasi dengan Cross-broder E-commerce Service Center di Guangzhou. Pusat ini pada dasarnya dibangun untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Guangzhou untuk mengembangkan usahanya melalui e-commerce. Namun, pusat ini juga membuka pintu kerja sama bagi UKM dari negara lain yang ingin memasarkan produknya di Guangzhou dan sekitarnya. Pusat ini merupakan bagian dari China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dan merupakan pusat pelayanan non-profit.
  8. Selama ini di pasar retail Guangzhou, produk-produk makanan Indonesia masih sangat jarang ditemui jika dibandingkan dengan produk-produk makanan dari negara-negara ASEAN lainnya. Produk makanan Thailand, Vietnam, Philipina dan Malaysia dapat dengan mudah dijumpai di supermarket-supermarket besar di Guangzhou, dengan variasi yang beragam.