Penutupan Diklat SESPARLU 37 - PIM II Angkatan 20 Kelas F Dan SESDILU 39 – PIM III Angkatan 9, Jakarta, 31 Januari 2008

 1/31/2008

SAMBUTAN
MENTERI LUAR NEGERI

PADA ACARA PENUTUPAN DIKLAT TERPADU
SESPARLU 37 - PIM II Angkatan 20 Kelas F
Dan SESDILU 39 – PIM III Angkatan 9


Jakarta, 31 Januari 2008


Yang saya hormati Bapak Sudiman, yang mewakili Kepala LAN,
Para pejabat Eselon I dan II  Departemen Luar Negeri,
Para pejabat LAN dan Widyaiswara baik dari LAN maupun Deplu,
Peserta Diklat Terpadu Sesparlu dan Sesdilu serta,
Hadirin yang saya hormati,

Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
 
Dalam suasana yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat menghadiri acara penutupan Diklat Terpadu Sesparlu 37 dan Sesdilu 39 pada hari ini.

Saya selalu memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan diklat di Deplu karena saya menilai proses diklat dapat memainkan peran penting dalam rangka mendukung upaya perbaikan atau yang kita kenal dengan "Benah Diri"  Deplu, khususnya dalam peningkatan mutu SDM.  Untuk itu saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala LAN beserta segenap jajarannya atas kontinuitas kerjasama dalam penyelenggaraan Diklat Terpadu ini.

Deplu sangat berkepentingan agar keseluruhan proses diklat relevan dan kontributif dalam pembinaan pegawai Deplu. Proses diklat hendaknya menjadi bagian dari up-grading sekaligus ajang uji kompetensi yang berkesinambungan dalam upaya pengembangan profesionalisme di lingkungan Deplu. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan bagi pegawai Departemen Luar Negeri adalah sangat penting karena merupakan elemen pokok dari pembinaan kepegawaian Deplu. Staff development bagi Deplu merupakan proses yang panjang dari mulai rekrutmen hingga post career planning. Prestasi diklat merupakan komponen yang penting dan harus dijadikan sebagai tolak ukur dalam penilaian promosi dan penugasan, di samping kinerja pada penugasan di satuan kerja. Relevansi antara prestasi diklat dan pengembangan karir harus tercermin pada penilaian terhadap pegawai ketika mereka dipertimbangkan untuk menduduki jabatan-jabatan penting.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan jumlah peserta diklat.  Tercatat peserta Diklat Sesparlu kali ini hanya 7 orang dan peserta Sesdilu hanya 15 orang. Hal ini semakin mempertegas kebijakan kita bahwa mengikuti diklat tersebut bukan lagi merupakan sekedar hak pegawai, tetapi  lebih merupakan hasil konduite dan kerja keras, dan melalui seleksi kemampuan bahasa dan penguasaan substansi. Kecenderungan semakin sedikitnya jumlah peserta Sesdilu dan Sesparlu hendaknya difahami sebagai gejala alamiah dalam proses penyaringan calon pemimpin. Sudah sewajarnya jika jumlah kandidat yang masuk dalam bursa calon pemimpin pada level yang lebih tinggi akan  semakin mengerucut  seiring dengan  tingkat persaingan yang semakin tinggi. Pola penyaringan calon pemimpin seperti ini sesuai dengan semangat benah diri yang sudah kita jalani sejak 5 tahun terakhir.

Kepala LAN dan hadirin yang saya hormati,

Saya juga ingin menyampaikan bahwa hasil kerja kita di tahun 2007  telah melahirkan banyak tuntutan kerja baru yang perlu dilaksanakan dengan kesungguhan dan etos kerja maksimal di hari-hari ke depan. Prestasi yang telah dicapai baik dalam tataran bilateral, regional maupun global tersebut ternyata memuat banyak komitmen yang harus ditindaklanjuti guna menuntaskan berbagai capaian yang sudah diawali dan dirintis dengan baik.

Pada tataran multilateral, kita baru saja menyelesaikan tugas besar sebagai tuan rumah Konferensi ke-13 Negara-negara Pihak UNFCCC dan Pertemuan ke-3 Negara-negara Pihak pada Kyoto Protocol. Pertemuan yang telah menghasilkan Bali Road Map tersebut menjadi tumpuan harapan bagi keberhasilan proses sampai dengan tahun 2009 guna menyiapkan kerangka komitmen baru yang akan menggantikan Kyoto Protocol pada tahun 2012. Indonesia sebagai tuan rumah tentu saja memiliki kewajiban formal dan  moral untuk bekerja lebih keras lagi dalam ikut merealisasikan komitmen-komitmen  yang tertuang dalam Bali Road Map.

Pada tataran regional, Indonesia telah memainkan peranan sangat vital dalam ikut merumuskan ASEAN Charter  dan ASEAN Economic Community Blueprint yang telah ditandatangani pada KTT ASEAN di Singapura November 2007 lalu. Piagam ASEAN merupakan capaian terpenting ASEAN dalam dekade terakhir yang menjadikan organisasi regional kawasan ini  semakin  mantap dalam menuju sebuah kawasan yang lebih integratif dan maju serta sejahtera. ASEAN Charter sebagai sebuah konstitusi organisasi akan menjadi tonggak baru arah dan masa depan ASEAN. Sebagai fondasi dasar, konstitusi tersebut akan menjadi katalis untuk mempercepat terbentuknya komunitas ASEAN yang kita rencanakan terwujud pada tahun 2015. Konstitusi adalah satu hal yang sangat penting bagi ASEAN, karena konstitusi akan dapat mengatur gerak organisasi ke dalam dan juga ke luar sehingga ASEAN akan menjadi sebuah institusi yang solid dan kompak.

Tiga pilar komunitas ASEAN yaitu Komunitas Keamanan, Komunitas Ekonomi dan Komunitas Sosial Budaya akan dan harus menjadi dinamo penggerak integrasi menyeluruh ASEAN. Ketiga pilar tersebut tidak lain merupakan jalan menuju kesejahteraan bagi seluruh negara-negara anggota.  Integrasi ASEAN akan menjadi sangat bermanfaat bagi Indonesia jika, dan hanya jika seluruh komponen bangsa Indonesia terus aktif bekerja keras untuk meraih kepentingan nasional Indonesia. Secara kasat mata, beberapa hasil dari integrasi ASEAN yang kita harapkan antara lain adalah pendidikan yang lebih baik dan terjangkau, fasilitas kesehatan yang memadai, dan menurunnya tingkat pengangguran.

Semua dinamika dan perubahan yang terjadi di kawasan ASEAN ini dapat dilihat sebagai kemajuan yang dicapai dan akan diraih oleh ASEAN. Akan tetapi, bagi Departemen Luar Negeri, kesemuanya itu juga memberikan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Langkah berikutnya paska ditandatanganinya Piagam ASEAN adalah ratifikasi piagam tersebut oleh DPR serta penyusunan undang-undang dan peraturan pemerintah terkait  sebagai  upaya merealisasikan ketentuan-ketentuan dalam Piagam ASEAN demi tercapainya kepentingan nasional.

Bagi Departemen Luar Negeri, tidak ada pilihan lain selain harus memiliki diplomat-diplomat tangguh, handal, dan profesional agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di dalam kawasan yang sedang giat bertransformasi ini. Oleh karena itu, saya harapkan diplomat Indonesia saat ini mampu bersikap antisipatif, bukan sekedar reaktif atau melaksanakan tugas dengan sikap business as usual. Dalam kaitan inilah , saya sangat menekankan pentingnya peran Pusdiklat Deplu dalam menyiapkan SDM dan diplomat Deplu agar dapat secara profesional  merespon tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks ini.

Hadirin yang saya hormati,

Saya juga mencatat  upaya-upaya Pusdiklat  belakangan ini. Pusdiklat turut mendayagunakan salah satu asset diplomasi yang semakin penting, yaitu soft power. Berbagai program terobosan yang telah dilakukan Pusdiklat turut mewarnai upaya diplomasi pencitraan yang sedang giat kita lakukan.

Program Diklat yang mengikutsertakan diplomat-diplomat asing seperti Mid-Career Diplomatic Course for Asia African Countries dan Senior Diplomatic Course for ASEAN Plus Three Countries yang dilaksanakan Pusdiklat misalnya, diharapkan dapat menorehkan citra positif baru tentang Indonesia sebagai center of excellence   dan tempat belajar bagi diplomat asing tentang diplomasi dan hubungan internasional. Selain bertujuan meningkatkan kemampuan substansi dan keterampilan diplomat,  diklat khusus  Sesdilu untuk diplomat negara-negara Asia-Afrika serta  Sesparlu untuk diplomat dari negara-negara ASEAN Plus Three ini  juga dimaksudkan untuk ikut meningkatkan pemahaman peserta diklat diplomat asing terhadap Indonesia dan menjadikan mereka sebagai “friends of Indonesia” serta mendorong hubungan dan kerjasama diplomat Indonesia dengan para peserta diplomat asing.

Sementara itu pada bulan Oktober 2007 lalu, Pusdiklat untuk pertama kali menyelenggarakan program internship dan workshop  bagi pengelola diklat di negara Asia-Afrika. Program yang bertujuan untuk memperkuat jejaring kerja dan merumuskan format-format baru dalam upaya pengelolaan diklat diplomatik yang lebih baik  ini telah mendapat sambutan positif dari Negara-negara peserta dan komitmen untuk menjadikannya kegiatan tahunan.

Saya sangat mendukung kelanjutan program-program tersebut karena hal ini juga menunjukkan upaya-upaya kita untuk melaksanakan komitmen Indonesia pada pertemuan ASEAN Standing Committee di Manila dan peran Indonesia selaku Co-Chair Konperensi Asia - Afrika bagi implementasi deklarasi New Asian African Strategic Partnership (NAASP.) Untuk itu, saya mengharapkan agar Pusdiklat terus mengembangkan kerjasama diklat dalam konteks bilateral, regional, dan global. Melalui kegiatan semacam ini, peran aktif kita di dunia internasional dan kerjasama yang erat dengan negara-negara sahabat akan berdampak positif dalam meraih kepentingan nasional kita.

Para hadirin dan Saudara-saudara peserta  diklat yang saya hormati,

Sebelum menutup diklat-diklat ini, saya sekali lagi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kepala LAN dan jajarannya atas segala dukungan dan kerjasama erat yang telah diberikan. Penghargaan dan terima kasih khusus juga saya sampaikan kepada  Kepala Pusdiklat, Direktur Sesdilu, Direktur Sesparlu, seluruh Widyaiswara Deplu dan LAN serta pihak-pihak terkait yang mendukung pelaksanaan Diklat Fungsional Diplomatik dan Kepemimpinan berjenjang ini.

Kepada para peserta diklat yang baru saja menyelesaikan diklat saya ucapkan selamat atas prestasi yang dicapai. Besar harapan saya, Saudara dapat mengemban tugas negara dengan kemampuan, profesionalitas, dan semangat kerja yang tinggi demi kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tuntutan dan tantangan tugas yang dibebankan kepada Departemen Luar Negeri adalah tugas yang tidak mudah, karena itu saya berharap diklat-diklat yang saudara-saudara ikuti dapat menjadikan saudara-saudara diplomat yang lebih tangguh dan mampu menjawab tantangan jaman.
 
Akhirnya, dengan ucapan Alhamdulillahirrobbil‘alamin, saya nyatakan Diklat Terpadu Sesparlu Angkatan 37/ PIM II Angkatan 20 serta Diklat Sesdilu Angkatan 39 /PIM III  Angkatan 9 secara resmi ditutup.  
 
Terima kasih atas perhatiannya.
Wabillahitaufik walhidayah,
Wassalamualaikum Wr.Wb.