Pembukaan Diklat SEKDILU Angkatan XXXIII, BPKRT Angkatan III dan PK Angkatan I, Jakarta, 6 Maret 2008

 3/6/2008

SAMBUTAN MENTERI LUAR NEGERI RI

PADA PEMBUKAAN DIKLAT
SEKDILU ANGKATAN XXXIII,
BPKRT ANGKATAN III DAN
PK ANGKATAN I




Ruang Nusantara, Departemen Luar Negeri
6 Maret 2008
 

Para Pejabat Eselon I, Eselon II, para Widyaiswara dan undangan lainnya, serta Saudara – saudara calon peserta Diklat Sekdilu Angkatan XXXIII, BPKRT Angkatan III dan PK Angkatan I,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan rahmat-Nya kita bisa hadir disini dalam keadaan sehat wal afiat. Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya untuk dapat menghadiri acara pembukaan Diklat Sekolah Dinas Luar Negeri Angkatan XXXIII + 4 peserta Diplomat Yunior dari Timor Leste, Diklat Bendaharawan dan Penata Kerumah-tanggaan (BPKRT) Angkatan III dan Diklat Petugas Komunikasi (PK) Angkatan I.

Saudara-saudara yang saya hormati,

Salah satu upaya yang dilakukan Departemen Luar Negeri dalam rangka benah diri adalah dengan cara meningkatkan profesionalisme melalui sistem rekruitmen yang bersih, terbuka, berorientasi pada merit dan mengedepankan kompetensi. Pendekatan ini telah mendapatkan sambutan yang luas dari masyarakat, yang dapat dilihat, antara lain, dari tingginya minat pelamar untuk mengisi lowongan yang ada di Deplu. Pada rekruitmen lalu, terdapat lebih dari 17.000 pelamar untuk mengisi 100 lowongan tenaga professional tersebut. Untuk merefleksikan kemajemukan, dan memberikan kesempatan yang sama kepada lulusan berbagai Perguruan Tinggi di daerah,  Deplu juga telah menyelenggarakan seleksi penerimaan melalui jalur khusus yang dilaksanakan di 15 universitas negeri yang ada di daerah, khususnya di luar Jawa dan di 5 Universitas di Jawa untuk jalur khusus jurusan Hukum Internasional.

Saya menyadari bahwa tidak mudah bagi Saudara-saudara untuk lulus tahapan demi tahapan seleksi. Untuk hadir pagi ini di sini, Saudara telah melalui persaingan yang sangat ketat. Namun saya yakin, persaingan yang ketat itu adalah bahagian dari suatu proses peningkatan mutu diplomat kita. Dengan terpilihnya Saudara-saudara untuk mengikuti diklat Sekdilu, BPKRT dan Petugas Komunikasi, saya berharap Deplu akan dapat berkiprah lebih baik lagi di masa depan. Untuk itu, kepada calon peserta Diklat Sekdilu, BPKRT dan Komunikasi, saya ucapkan selamat karena telah berhasil terpilih dari ribuan pelamar pada proses seleksi yang demikian ketat. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan Saudara-saudara ini merupakan awal dari perjalanan panjang karir Saudara di Departemen Luar Negeri.

Khusus kepada Diplomat Timor Leste, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat datang dan selamat atas keberhasilan Saudara melewati proses yang telah ditentukan oleh Pemerintah Timor Leste, untuk dapat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Diplomatik di Pusdiklat Departemen Luar Negeri RI. Saya yakin, keikutsertaan Saudara akan memberikan manfaat tidak hanya kepada masing-masing peserta dalam pengembangan karir diplomatiknya, tetapi lebih jauh akan mempererat persahabatan dan kerjasama kedua negara kita.  

Saudara-saudara Calon Peserta Diklat,

Sebagai pelaku diplomasi yang sifat tugasnya banyak diwarnai oleh interaksi antar individu, seorang Diplomat harus memiliki “social skill” agar bisa berhasil ketika bernegosiasi atau melakukan lobby dengan counterpart-nya. Dunia diplomasi yang penuh dengan strategi, tawar-menawar dan manuver ini memang hanya dapat diikuti oleh orang-orang terpilih yang benar-benar mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan dengan baik. Perlu pula diperhatikan bahwa diplomasi sekarang ini bukan sesuatu yang bersifat “menara gading” atau elitis, tetapi lebih down-to-earth, menyentuh kepentingan rakyat. Oleh karena itu, saya tidak bosan-bosan untuk menekankan kembali bahwa seorang diplomat harus mengembangkan semangat “sharing dan caring”, peduli dan berbagi, serta menumbuhkan empati sosial dalam pelaksanaan tugas nantinya. Hanya dengan cara itu, kedepan kalian akan menjadi diplomat yang benar-benar faham tentang aspirasi rakyatnya.

Menyadari pentingnya peran masyarakat dalam pelaksanaan diplomasi, Departemen Luar Negeri telah menjalankan “diplomasi total”, yaitu pemberdayaan peran baik aktor formal maupun informal dalam menunjang upaya-upaya diplomasi.  Dalam hal ini aktor informal meliputi komponen-komponen penting dalam  masyarakat, seperti cendikiawan, tokoh sosial dan agama, kaum intelektual atau akademisi, LSM, pers, pakar seni dan budaya.  Melalui jalinan kemitraan tersebut diharapkan publik di dalam dan di luar negeri dapat memperoleh fakta yang utuh dan opini yang jernih mengenai masalah-masalah yang terkait dengan kepentingan Indonesia, selain akan dapat memperdalam kepekaan terhadap hal yang menjadi aspirasi publik.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa sebagai Diplomat Saudara dituntut untuk selalu mengedepankan identitas bangsa. Dalam pergaulan internasional, selama ini Indonesia dikenal dengan 3 ciri, yaitu demokratis, moderat dan pluralistik atau multikultural. Sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menjadi salah satu pusat perhatian dunia ketika orang berbicara tentang sebuah pemerintahan yang peduli pada kepentingan rakyatnya. Pencitraan seperti ini merupakan asset penting untuk mendapatkan dukungan masyarakat internasional bagi Indonesia agar dapat terus berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian, stabilitas dan keamanan internasional. Hanya dengan terciptanya perdamaian dan keamanan dunialah Indonesia dapat mengakselerasikan pembangunan nasional yang menjadi dambaan seluruh rakyat Indonesia. Disamping itu, dengan citra sebagai negara demokratis, Indonesia telah menempatkan dirinya dalam “mainstream” konstelasi politik global sehingga kita dapat menjalankan diplomasi dan membuat manuver politik di tataran internasional dengan luwes.

Indonesia adalah negara berpenduduk muslim moderat terbesar di dunia. Hal ini telah menjadi modal yang tak ternilai ketika peranan diplomasi diperlukan untuk menunjukkan kepada dunia wajah Islam yang damai. Tema Empowering the Moderats yang mulai diusung oleh Deplu sejak akhir tahun 2002, kini mulai diakui oleh para akademisi. Bahkan di Amerika Serikat sendiri, mereka mengakui bahwa keberhasilan melawan terorisme untuk jangka panjang akan sangat tergantung dari keberhasilan kita memberdayakan kelompok moderat tersebut.

Masyarakat yang pluralistik adalah masyarakat yang terbiasa dengan berbagai perbedaan. Kita adalah bagian dari masyarakat yang toleran terhadap perbedaan dan oleh karena itu diplomat Indonesia harus dapat mencerminkan sebuah kepribadian yang menghargai perbedaan dan memperlakukan keberagaman sebagai suatu hal yang patut dihargai sebagai daya dukung untuk saling melengkapi.

Saudara-saudara peserta Diklat,

Guna mendukung upaya Pemerintah menciptakan good governance dan memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan transparan terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan, Deplu terus berusaha meningkatkan pelaksanaan tiga tertib yang meliputi tertib fisik, waktu dan administrasi. Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas di bidang administrasi, antara lain, diterapkan aplikasi sistem e-Procurement dalam proses pengadaan barang/jasa. Sistem ini dilaksanakan dengan mekanisme pengawasan internal yang sangat ketat, agar tercipta sistem yang yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Departemen Luar Negeri.

Untuk dapat mewujudkan institusi yang bersih dan berwibawa sebagaimana yang menjadi harapan semua pihak, diperlukan penyelenggara administrasi dan keuangan yang berkualitas dan profesional. Tenaga profesional inilah yang akan mengelola administrasi dan keuangan di Deplu pusat dan Perwakilan RI di luar negeri sebagai “Bendahara” dan “Penata Kerumahtanggaan”, yang diharapkan akan dapat bekerja dengan etos kerja yang tinggi, bersih dan tertib. Didasari oleh adanya kebutuhan itulah, diperlukan Diklat untuk membentuk pejabat Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT). Melalui diklat BPKRT tersebut, selain akan mempelajari atau memperdalam pengetahuan dalam pengelolaan keuangan dan administrasi tersebut, Saudara-saudara juga akan dididik agar mampu mewujudkan sistem pengelolaan keuangan dan administrasi yang bersih, transparan dan dapat dipertanggung-jawabkan, sejalan dengan program benah diri di lingkungan Departemen Luar Negeri.  

Saya menyadari sepenuhnya bahwa pengelolaan keuangan dan administrasi dengan bersih dan transparan tidaklah mudah dan memerlukan tekad, keimanan serta konsistensi dari  pejabat yang bersangkutan. Tantangan yang akan dihadapi tidaklah kecil dan godaan akan selalu datang silih berganti. Namun, Pemerintahan yang bersih dan baik menuntut para pengelola keuangan negara untuk dapat bekerja sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan transparan dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

Oleh sebab itu, sebagai generasi muda yang akan memiliki tanggungjawab besar dikemudian hari, dari sekarang Saudara sudah harus mulai melatih diri agar menjadi pejabat yang professional dalam setiap tindakan dan perilaku, yaitu pejabat yang dapat melaksanakan tugas dengan tertib administrasi, transparan dan dapat dipertanggung-jawabkan.  

Saudara-saudara yang saya hormati,

Perkembangan global yang demikian cepat dan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi Information and Communication Technology (ICT) yang semakin canggih, telah mempersempit jarak antar negara dan waktu. Dalam hal ini, Departemen Luar Negeri terus melakukan berbagai pembaharuan dalam sistem informasinya. Sesuai dengan kebutuhan serta sifat wilayah kerja Deplu yang global dimana sistem dan infrastruktur telekomunikasi di masing-masing negara berbeda dan adanya kecenderungan penggunaan I informasi, dirasakan perlu untuk membangun sistem komunikasi on-line yang lebih terpadu, efisien dan efektif di Deplu dan seluruh Perwakilan RI, namun tetap dengan tingkat security yang tinggi.

Mewujudkan sistem informasi dan komunikasi yang terpadu tersebut memerlukan konsep dan perencanaan yang matang, selain anggaran yang besar. Disamping itu, dukungan SDM yang profesional, memiliki kemampuan dan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat diperlukan. Untuk itu, menjelang akhir Tahun Anggaran 2007 lalu, Departemen Luar Negeri merekrut calon-calon Petugas Komunikasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat Departemen Luar Negeri pada Diklat Komunikasi.

Diklat Komunikasi Angkatan I ini adalah Diklat yang pertama kali diadakan oleh Departemen Luar Negeri untuk memenuhi kebutuhan akan Petugas Komunikasi yang tidak hanya menguasai teknis persandian, namun juga menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pada pelaksanaan Diklat tersebut, Departemen Luar Negeri bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara untuk mendidik Saudara-saudara dalam ilmu dan pengetahuan yang terkait dengan sistem persandian.

Dengan dasar penguasaan teknis persandian serta teknologi informasi dan komunikasi yang akan Saudara peroleh dalam Diklat tersebut, diharapkan Saudara-saudara dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Sistem Informasi dan Komunikasi di Deplu dan Perwakilan RI yang lebih terpadu, efisien dan efektif. Sehingga, selain e-Procurement dan aplikasi awal Tele-Video Conference yang sudah kita terapkan, pada masa yang akan datang diharapkan dapat pula mewujudkan Sistem Pengarsipan, Pelayanan Kekonsuleran dan Perlindungan WNI yang berbasis elektronik, Sistem Informasi Kepegawaian yang dapat diakses secara online, dan aplikasi berbasis elektronik lainnya dalam rangka perwujudan e-office dan e-government, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan  good governance.

Saudara-saudara yang saya hormati,

Pada akhir sambutan ini, sekali lagi saya ingin mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan Departemen Luar Negeri kepada calon peserta Diklat Sekdilu Angkatan XXXIII, BPKRT Angkatan III dan PK Angkatan I. Saya sangat mengharapkan agar Saudara-saudara dapat mengikuti proses pembelajaran di Pusdiklat dengan baik dan disiplin.

Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim, saya nyatakan Diklat Sekdilu Angkatan XXXIII, Diklat BPKRT Angkatan III dan Diklat Komunikasi Angkatan I secara resmi dibuka.

Terimakasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    
Jakarta, 6 Maret 2008