Menkes RI Serukan WHO Pulihkan Kondisi Keseharan Di Jalur Gaza

Pada tanggal 20 Januari 2008, Menkes RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, di hadapan Sidang Executive Board ke-124 di Jenewa mendesak dunia memberikan perhatian serius terhadap pemulihan kondisi kesehatan di Jalur Gaza dan segera memberikan bantuan kemanusian kepada rakyat Palestina. Menkes RI juga meminta WHO segera mengirimkan Tim Kesehatan untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan membentuk Rapid Humanitarian Unit untuk meningkatkan kemampuan WHO secara cepat menanggapi bencana kemanusiaan di wilayah konflik.
 
Menkes RI menekankan bahwa serangan militer Israel ke wilayah pendudukan Palestina telah mengakibatkan memburuknya kondisi kesehatan di Jalur Gaza. Blokade ekonomi selama ini dan serangan militer Israel telah mengakibatkan buruknya derajat kesehatan rakyat Palestina yang ditandai antara lain dengan meningkatnya angka kematian ibu dan anak, serta kemunduran pencapaian MDGs. Ribuan rakyat Palestina, khususnya anak-anak dan wanita, telah menjadi korban mati, luka berat dan cacat seumur hidup karena serangan militer Israel. Sementara jutaan rakyat lain menderita karena ketiadaan akses kesehatan, makanan, dan sanitasi serta hancurnya infrastruktur kesehatan.
 
Menkes RI juga menjelaskan bahwa Indonesia dalam 2 hari sejak serangan militer Israel tanggal 27 Desember 2008 telah mengirimkan Tim Medis ke Jalur Gaza bekerjasama dengan Mercy Corps dan Bulan Sabit Merah dengan membawa lebih dari 2 ton bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan. Meskipun awalnya mengalami kesulitan untuk memasuki wilayah Jalur Gaza, namun degan bantuan Pemerintah Mesir pada akhirnya Tim Medis Indonesia dapat secara langsung memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Gaza.
 
Indonesia bersama negara-negara OKI yang menjadi anggota Executive Board WHO telah mengajukan rancangan Resolusi ”The Grave Health Situation in the Occupied Palestinian Territory, particularly in the Occupied Gaza Strip” untuk dibahas dan disetujui oleh Executive Board WHO. Rancangan Resolusi pada pokoknya menekankan tindakan mendesak dari negara-negara di dunia untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya tim medis, ambulans, obat-obatan dan perawatan medis, serta akses bagi pelayanan kesehatan di Jalur Gaza. Resolusi juga mendesak agar Dirjen WHO segera mengirimkan Misi Khusus Kesehatan ke Jalur Gaza untuk mempercepat akses bantuan kesehatan kepada rakyat Palestina.
 
Sidang Executive Board dijadwalkan mengambil keputusan terhadap rancangan Resolusi tersebut pada tanggal 21 Januari 2009. Namun demikian terdapat kesepakatan negara-negara anggota untuk memberikan otorisasi kepada Dirjen WHO agar segera mengirimkan Misi Kesehatan Khusus ke Jalur Gaza.
 
Sidang Executive Board ke-124 diselenggarakan tanggal 19 s.d. 27 Januari 2009 dan dihadiri oleh 34 anggota Executive Board WHO, termasuk Menkes RI sebagai anggota Executive Board WHO periode 2007 – 2010.
 
Sidang Executive Board membahas isu-isu kesehatan global yang akan diajukan untuk menjadi pembahasan dan kebijakan World Health Assembly ke-62 yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2009.