Charity Bazaar di Cape Town, untuk Korban Bencana Alam di Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada hari Sabtu tanggal 11 Desember 2010, KJRI di Cape Town secara swadaya telah menyelenggarakan Charity Bazaar, dengan tujuan utama untuk menggalang  dana bagi korban bencana alam di Indonesia yang terjadi secara beruntun, yakni banjir di Wasior, tsunami di Kepulauan Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, yang kesemuanya telah menelan banyak korban.

Selain untuk menggalang dana, bazaar yang diselenggarakan secara terpadu itu, juga  dimaksudkan sebagai bagian dari pelaksanaan Program KJRI di Cape Town di bidang ekonomi, yaitu promosi berbagai produk Indonesia, dan di bidang konsuler serta sosbud yaitu pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah kerja; yang  pelaksanaannya mengikutsertakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI di Cape Town, sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-11 DWP.

Bazaar yang berlangsung di halaman Gedung Kantor KJRI di Cape Town, pada pukul 10.00 – 15.00 waktu setempat tersebut, selain diikuti oleh stand  KJRI di Cape Town dan DWP KJRI di Cape Town, juga oleh beberapa stand milik masyarakat Indonesia di wilayah kerja; yang menjual berbagai produk khas Indonesia berupa pakaian wanita dan pria; berbagai produk batik; kerajinan kayu, anyaman, patung, lampu, asesoris perak dan lain sebagainya; serta produk makanan dan minuman, baik yang pabrikan maupun yang fresh, yaitu sate ayam, mie goreng, bakso kuah, risoles, onde-onde, bumbu masakan dan lain sebagainya; juga produk spa khas Indonesia yang akhir-akhir ini cukup populer di wilayah Afrika Selatan.

Menurut Konsul Muda Sosial Budaya Erry Kananga, melalui Charity Bazaar tersebut, Konsul Jenderal RI di Cape Town, Ny. Sugie Harijadi ingin mengajak masyarakat di wilayah kerjanya, dan utamanya masyarakat Indonesia untuk turut serta membantu meringankan beban para korban bencana alam di Indonesia.

Selain itu, terkait dengan pelaksanaan program kerja KJRI di Cape Town; melalui charity bazaar tersebut; di bidang Konsuler, Konsul Jenderal ingin menumbuh kembangkan sikap kesetiakawanan di kalangan masyarakat di wilayah kerjanya; di bidang sosbud, kiranya dapat menghidupkan sikap kegotong royongan dan di bidang ekonomi, sekurang-kurangnya, KJRI di Cape Town dapat mengukur: (1) sejauh mana minat masyarakat setempat, yang merupakan salah satu peluang pasar bagi produk Indonesia tersebut, terhadap barang-barang produksi Indonesia; (2) jenis produk Indonesia apa saja yang umumnya menarik bagi masyarakat setempat untuk dikonsumsi; (3) terkait dengan produk garmen, untuk mengetahui model dan ukuran yang  umumnya dikonsumsi oleh warga Afrika Selatan. Sukses/tidaknya bazaar ini, menurut Erry akan menjadi pemicu bagi KJRI di Cape Town dalam mengimplementasikan Program Kerjanya Tahun 2011 mendatang.

Penyelenggaraan bazaar telah mendapat sambutan antusias dari warga setempat, yang nampak dari upaya mereka dalam membantu penyebarluasan penyelenggaraan bazaar dan jumlah pengunjung yang datang sejak acara dimulai sampai selesai. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang rela antri untuk membeli makanan; sehingga pada waktu dua jam sebelum acara berakhir, makanan sudah terjual habis. Barang lainnya yang cukup diminati oleh para pengunjung adalah pakaian, namun terkendala oleh ukuran yang relatif kecil bagi orang-orang Afrika Selatan. Selain produk yang ditawarkan, nampak bahwa para pengunjung juga menikmati suasana khas Indonesia yang mereka dapatkan dari musik dan dekorasi di dalam tenda serta di sekeliling area bazaar sehingga banyak pengunjung yang betah dan tinggal hingga acara berakhir.

Dana yang berhasil dikumpulkan dari acara ini adalah sebesar Rand 6975.85 dan Rp103.900,00 (US$ 1000 lebih);  menurut Erry, sesuai arahan Konsul Jenderal RI di Cape Town, dana tersebut, akan disalurkan kepada korban bencana di Indonesia, atas nama DWP KJRI di Cape Town sebagai bagian dari bakti sosial DWP KJRI di Cape Town dalam rangka HUT ke-11 DWP; dan penyalurannya melalui Palang Merah Indonesia (yang dalam kaitan ini akan diserahkan  melalui/oleh Ketua DWP Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta).

(Indonesia-Cape Town)