Menbudpar : Indonesia Berupaya Rebut Pasar Eropa di ITB Berlin 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan Indonesia berupaya merebut pangsa pasar Eropa khususnya wisatawan dari Jerman dalam penyelenggaraan salaah satu pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin di Messe Berlin 10-14 Maret 2010 yang akan datang.

Usai Jamuan makan siang di Wisma Indonesia tanggal 9 Maret 2010, Menbudpar menyampaikan rasa optimisme yang tinggi hadir ITB 2010 ini. Menurut Menteri, keamanan di dalam negeri yang selama ini membuat wisatawan ragu ragu untuk berkunjung ke Indonesia, kini sudah mulai berkurang, seiring dengan krisis keuangan dunia juga sudah mulai pulih. Dengan berakhirnya krisis keuangan global, gairah masyarakat Eropa untuk berwisata semakin meningkat yang membuat rasa optimisme tinggi dalam meraih wisatawan Eropa khususnya dari Jerman. Menbudpar juga mengemukakan bahwa Wisatawan Eropa yang datang berwisata ke Indonesia tahun lalu mencapai tujuh ratus ribu orang dan diharapkan dengan situasi yang kondusif di dalam negeri target yang ingin dicapai sebesar satu juta wisatawan. "Bila kita bekerja keras dan kompak serta keamanan di dalam negeri semakin baik dengan promosi yang dilakukan, tidak mustahil Indonesia dapat meraih sebesar satu juta wisatawan Eropa," ujarnya.

Optimisme tersebut juga didasari oleh kehadiran maskapai penerbangan Garuda Indonesia ke Eropa mulai bulan Juni. Disampaikannya bahwa wisatawan Eropa sangat berminat dengan daerah tujuan wisata Indonesia yangwisatawan seperti Tanah Toraja, Borobudur, Danau Toba, Lombok dan Bali serta Raja Ampat,

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI Berlin Eddy Pratomo menambahkan bahwa image / postur Indonesia saat ini baik secara ekonomi, politik maupun peran dalam dunia intenasional sangat baik dan semakin menambah optimisme tersebut. Indonesia disamping berperan secara aktif di lingkungan regional juga sangat aktif memainkan peran pentingnya di dunia internasional. ITB Berlin puncak kegiatan Promosi Pariwisata Indonesia di Jerman.

Sementera itu, dalam wawancaranya dengan Antara tanggal8 Maret 2010, Dubes RI Berlin Eddy Pratomo menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam penyelenggaraan salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia ITB Berlin merupakan titik puncak dari rangkaian kegiatan promosi pariwisata yang dilakukan KBRI Berlin selama ini.

Pada ITB Berlin 2010 tersebut, Indonesia mengusung tema Heritage dan Marine serta vote for Komodo mendapat dukungan dari sekitar 70 industri pariwisata, Persatuan Hotel Seluruh Indonesia serta Garuda Indonesia.

Menurut Dubes, ITB Berlin bagi KBRI merupakan titik puncak dari kegiatan promosi pariwisata yang dilakukan selama ini dengan dikemas dalam berbagai acara dan melibatkan berbagai elemen seperti Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), kelompok budaya, friends of Indonesia, dll. Dubes berharap Indonesia suatu saat dapat menjadi partner country dalam penyelengaraan pameran pariwisata terbesar di dunia ITB Berlin yang diikuti oleh sekitar 108.000 trade visitors, 10.000 exhibitors dari 180 negara.

Dubes Eddy Pratomo mengatakan bahwa ia juga sudah bertemu dengan President/CEO Messe Berlin, Mr.Raimon Hosch ketua panitia ITB, untuk menjajaki kemungkinan Indonesia menjadi menjadi partner country serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan. Mr.Hosch mengemukakan, bahwa selain ITB Berlin, Indonesia dapat mengajukan untuk menjadi partner country ITB Asia atau menjadi tuan rumah ITB Asia yang berlangsung setiap bulan Oktober.

Dikatakannya, untuk itu Mr. Hosch ITB akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan Oktober / Nopember 2010 guna menjajaki kemungkinan kerjasama serta meliat langsung sarana dan prasarana yang dimiliki Indonesia dalam menunjang pariwisata.

Bagi Indonesia, Jerman merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia di kawasan Eropa. Tahun 2009 jumlah wisatawan asal Eropa ke Indonesia berjumlah 641.024 dimana 117.216 berasal dari Jerman. Sementara rata rata pengeluaran wisatawan Jerman ke Indonesia cukup tinggi yaitu 1.446,30 dolar AS, sedangkan rata rata pengeluaran wisman ke Indonesia sekitar 1,176 dolar AS dengan masa tinggal rata rata 13 hari.

Dalam pertemuan dengan wisatawan Jerman yang beberapa kali berkunjung ke Indonesia, umumnya mereka mengatakan bahwa hal yang menarik dari Indonesia adalah berbagai daerah tujuan wisata yang dimiliki di Indonesia selain murah juga masyaratanya sangat ramah dan makanannya yang enak. Berbagai keluhan yang dilontarkan adalah pada sarana dan prasarana di luar Jawa masih belum memadai.

Pada kesempatan tersebut, dikemukakan bawha dalam upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman Jerman ke Indonesia, mulai Pebruari 2010 KBRI Berlin telah memberlakukan suatu kebijakan terobosan yaitu pelayanan visa 1 (satu) jam.