Kanselir Jerman Angela Merkel akan Berkunjung ke Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kanselir Jerman Angela Merkel dijadualkan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2011 dalam rangka meningkatkan kerjasama kedua negara. Hal tersebut disampaikannya pada saat Konperensi Pers Bersama dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 15 Desember 2009 di Kantor Kanselir yang dihadiri oleh sekitar 50 media cetak dan elektonika setempat dan Indonesia.

Konperensi pers tersebut menekankan upaya bersama untuk mensukseskan KTT Dunia Mengenai Perubahan Ikilm (UNFCCC) yang akan berlangsung di Kopenhagen, 17-18 Desember 2009. Angela Merkel menilai bahwa Presiden RI memiliki pengalaman yang baik dalam mengatasi kebuntuan dalam Konperensi UNFCCC di Bali tahun 2007 yang menghasilkan Bali Road Map sebagai panduan terciptanya rejim baru paska Protokol Kyoto. Untuk itu, Kanselir Merkel menyampaikan dukungan kepada Troika COP UNFCCC di Kopenhagen yang terdiri dari Indonesia, Polandia dan Denmark. Presiden RI mengemukakan keyakinannya akan adanya “window of opportunity” dalam menghadapi segala permasalahan, dan untuk itu mengharapkan agar setiap negara menyampaikan pemikirannya dalam rangka pencapaian kesepakatan di Kopenhagen.

Dalam Konperensi Pers tersebut, kedua pemimpin juga setuju untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan menyepakati pengaktifan kembali Forum Ekonomi Indonesia-Jerman. Keduanya juga sepakat untuk memperkuat kerjasama dialog antar agama dan budaya dalam rangka menjembatani Islam dan Barat.

Selain melakukan pertemuan dengan Kanselir Merkel, agenda Presiden dalam rangka kunjungan ke Jerman tersebut antara lain pertemuan dengan Presiden Federal Jerman Horst Köhler; menyampaikan pidato di depan para politisi, akademisi, usahawan dan pejabat Jerman; serta tatap muka dengan perwakilan organisasi masyarakat Indonesia di Jerman dan keluarga besar KBRI Berlin.

Pertemuan dengan Presiden Horst Köhler di Istana Bellevue utamanya membahas upaya peningkatan kerjasama dalam rangka perubahan iklim, krisis keuangan dunia dan peningkatan kerjasama bilateral kedua negara. Dalam kesempatan dimaksud, Presiden RI mengundang Presiden Köhler untuk berkunjung ke Indonesia.

Pada hari yang sama, Presiden RI juga berkesempatan untuk menyampaikan pidatonya di depan lebih dari 200 peserta terdiri dari politisi, akademisi, usahawan,anggota parlemen dan para pejabat Jerman dengan tema “ Vibrant Democracy, Emerging Economy dan Crucial Carbon Sink“. Ruangan yang disediakan terisi penuh, bahkan terlihat banyak yang rela untuk berdiri menyimak pidato Presiden RI. Besarnya minat hadirin terhadap pidato Presiden RI juga ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, antara lain mengenai upaya pelestarian lingkungan hidup, pengembangan energi terbarukan, pengembangan pariwisata, dll.

Pada malam hari tanggal 15 Desember 2009, Presiden RI beserta Ibu Ani Yudhoyono dan segenap delegasi, mengadakan tatap muka dengan sekitar 200 orang warga masyarakat Indonesia, terdiri dari perwakilan 41 organisasi masyarakat Indonesia di seluruh Jerman, para warga negara Indonesia yang berprestasi, serta jajaran staf KBRI Berlin dan keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI antara lain menyampaikan bahwa reformasi yang dilakukan disertai dengan kerja keras bersama telah mulai membuahkan hasil.

Kekhawatiran bahwa Indonesia akan tercerai berai karena berbagai guncangan oleh beberapa pihak akibat dilakukannya reformasi tidaklah terbukti, sebaliknya Indonesia tercatat sebagai salah satu negara di Asia yang mencatat keberhasilan dan mampu bertahan didalam menghadapi badai krisis keuangan dunia tahun lalu. Untuk itu, telah ditetapkan reformasi gelombang II dengan 3 agenda baru yaitu kelanjutan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan, democracy & rule of law, serta keadilan (justice).

Hadirin pada acara silatturahmipun merasa senang karena Presiden RI didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan para menteri berkenan memberikan kesempatan kepada segenap yang hadir untuk melakukan foto bersama dengan segenap hadirin.