RESEPSI DIPLOMATIK HUT KEMERDEKAAN RI DI LOKASI KEDUTAAN BESAR INDONESIA YANG AKAN DIBANGUN DI BERLIN

8/20/2016

            Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin pada Kamis, 18 Agustus, 2016 telah menyelenggarakan resepsi diplomatik memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melepaskan dari tradisi dunia diplomasi yang menyelenggarakan acara tersebut di hotel atau tempat pertemuan serupa, resepsi kali ini diadakan dalam format pesta kebun, dikenal di Jerman dengan istilah gartenempfang, di sebidang tanah kosong yang terletak di jantung  kota Berlin, Tiergarten Strasse 28.

 

            Tanah kosong tersebut merupakan lokasi di mana akan dibangun gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin. Tanah tersebut telah dimiliki oleh Republik Indonesia sejak tahun 2007, namun proses pembangunan gedung KBRI Berlin yang baru sempat tertunda. Pada kesempatan kunjungan kerja ke Berlin di bulan  April 2016, Presiden RI Joko Widodo telah menyampaikan arahannya agar melanjutkan  kembali proses pembangunan Gedung KBRI Berlin. Dalam pertemuannya dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Jerman, Presiden Joko Widodo mengingatkan  bahwa salah satu hal yang penting namun kadang-kadang dilupakan dalam menunjukkan dan membuktikan hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara adalah memiliki kehadiran yang signifikan dari kedutaannya di ibukota negara penerima.

 

            Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Dr.Ing. Fauzi Bowo menyatakan dengan pindahnya gedung kantor KBRI Berlin ke lokasi baru yang prestisius, Indonesia menunjukkan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan hubungan kerjasama dengan Jerman.

 

            Dalam resepsi ini, sebanyak 200 undangan yang terdiri  berbagai VIP, anggota korps diplomatik dan tokoh masyarakat di Jerman juga disajikan dengan keindahan tarian Belibis byang diiringi lantunan gamelan Bali secara live. Hadir sebagai tamu kehormatan adalah Duta Besar Sabine Sparwasser, Direktur Jenderal pada Kementerian Luar Negeri Jerman.

 

            Indonesia dan Jerman telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1952, dan selama lebih dari enam dekade telah menikmati hubungan bilateral yang kuat dan intensif. Kunjungan Presiden Republik Indonesia , Joko Widodo ke Jerman di April 2016 menegaskan kembali pentingnya hubungan antara kedua negara, pada tingkat bilateral, inter-regional dan internasional.

 

            Dalam pidatonya di resepsi, Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa sebagai ekonomi terbesar di kawasan masing-masing, dan negara demokratis, Indonesia dan Jerman diharapkan dapat memainkan peran utama di kawasannya masing-masing dan di dunia.

 

            Untuk itu, Indonesia menghargai dukungan Pemerintah Jerman dalam preparatory talks dari negosiasi Comperehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia – Uni Eropa. Kesepakatan pimpinan kedua negara untuk meningkatkan kerjasama di bawah kerangka Deklarasi Jakarta 2012, dengan masuknya bidang kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, energi terbarukan dan kerjasama maritim, merupakan capaian penting dari dari hubungan bilateral RI-Jerman.

 

 

Berlin, 19 Agustus 2016