Wonderful Indonesia Siap Berkompetisi Merebut Hati Wisatawan Eropa

3/4/2011

Untuk ke-31 kalinya Indonesia unjuk gigi dalam ajang pameran wisata terbesar dunia International Tourismus Börse (ITB) Berlin 2011. Delegasi Indonesia yang kali ini membawa branding pariwisata terbaru “Wonderful Indonesia” akan dipimpin langsung oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpar, Dr. Sapta Nirwandar dengan menggandeng 5 Dinas Pariwisata Daerah serta 79 industri pariwisata.

Indonesia dalam kesempatan tahun ini akan menempati Hall 26 A yang dinilai cukup strategis dengan melakukan berbagai aktivitas seperti pameran, travel exchange, media interview, penampilan seni dan budaya, awareness campaign, industrial gathering serta berbagai demo menarik.

Pameran ini diklaim sebagai pameran pariwisata terbesar di dunia dan menjadi salah satu penggerak dalam industri pariwisata dunia. Pada tahun 2010, ITB diikuti oleh 11.127 exhibitor dari 187 negara dan dikunjungi oleh lebih dari 180.000 pengunjung dari 180 negara serta mencatat transaksi sekitar 6 milyar euro.

Partisipasi Indonesia dalam ajang ini tentunya tak lepas dari strategi pemerintah untuk terus meningkatkan wisatawan asing terutama wisatawan Eropa untuk berlibur ke Negara Kepulauan Republik Indonesia. Capaian penting tahun ini adalah sebagai buktinya dengan terpenuhinya target kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak lebih dari 7 j uta wisman yang menyumbang sebanyak US $ 7.6 milyar dan menempatkan pariwisata sebagai penyumbang terbesar ketiga devisa Negara.

Jerman sendiri tetap menjadi salah satu pasar wisata utama Indonesia dengan capaian total kunjungan ke Indonesia tahun 2010 sebanyak 138.000 wisman, meningkat sebesar 9,85% dari tahun sebelumnya. Dirjen Pemasaran Pariwisata Kembudpoar RI Dr. Sapta Nirwandar dalam hal ini meyakini bahwa potensi untuk mendatangkan turis Jerman ke Indonesia masih terbuka lebar mengingat penduduk Jerman gemar melakukan liburan keluar negeri dan mempunyai hak libur 6 minggu dalam setahun. Sedangkan wisatawan Jerman umumnya merupakan high-spending-tourist dengan rata-rata pengeluaran mencapai sekitar US$ 1,446 dan lama menginap 13 hari. “Begitu banyak hal yang kami tawarkan  di Indonesia; alamnya, keramahtamahan penduduknya, cita rasa makanannya. Lebih menarik lagi, pariwisata di Indonesia berkualitas tinggi dengan menekankan value for money,” demikian Dr. Nirwandar meyakinkan. Dapat dicatat pula bahwa publik Jerman juga menaruh perhatian pada Eco-Tourism yang sedang digalakan di Indonesia.

Selain itu, berbagai highlights pariwisata tahun ini mencakup juga antara lain Java Jazz Festival pada bulan Maret, Bali Art Festival pada Juni dan Juli serta Borobudur Festival pada bulan Juli yang rencananya juga akan dihadiri tokoh publik dunia, aktor Richard Gere.

Selain mendukung partisipasi Indonesia dalam International Tourismus Börse (ITB) Berlin 2011, berbagai upaya untuk meningkatkan wisatawan Jerman ke Indonesia dilakukan KBRI Berlin dengan mengikuti beberapa pameran wisata di berbagai kota di Jerman, mengadakan pertemuan dengan para tour operator dan travel media dalam forum Indonesian Tourism Update pada tanggal 16 Februari 2011 (mendengarkan pemaparan langsung Dirjen Pemasaran Kembudpar) dan mendorong partisipasi Pemerintah Daerah melalui acara Tourism, Trade and Investment yang merupakan program promosi terpadu di München 4-5 November 2010 dengan mengundang Pemda Sumsel, Sumbar, Jatim dan Papua. Program tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan Update From Region yang dijadwalkan berlangsung pada bula April 2011 dengan menampilan Pemda Sulawesi Utara.

Selain itu KBRI juga secara berkala menyelenggarakan berbagai pertunjukan budaya dan memberikan berbagai kursus seperti gamelan Sunda, Bali, Jawa, Angklung, Kulintang, Talempong, kursus menari serta kursus Bahas Indonesia secara gratis. Tak kalah pentingnya KBRI Berlin melakukan terobosan dengan memberikan pelayanan satu jam visa kunjungan wisata guna semakin mendorong masyarakat Jerman untuk datang berwisata ke Indonesia. ”Saya percaya bahwa langkah-langkah tersebut akan semakin meningkatkan minat wisatawan asal Jerman untuk berkunjung ke Indonesia” , demikian tutur Dubes RI Berlin Eddy Pratomo.