Bencana Gempa Bumi di Pulau Mentawai dan Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta

10/29/2010

 

Bersama ini diinformasikan bahwa dua bencana alam telah terjadi di Indonesia yaitu Gempa Bumi yang memicu gelombang pasang di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada hari Senin, 25 Oktober 2010 dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta pada hari Selasa, 26 Oktober 2010.

 

Gempa yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat berkekuatan 7,2 skala richter terjadi pada pukul 21.42 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) pada koordinat 3.61 LS – 99.65 BT  dan pada kedalaman 10 km di bawah laut. Dampak dari gempa tersebut adalah munculnya gelombang air laut yang mencapai ketinggian 3 meter dan meluap hingga sejauh 400 meter ke daratan. Adapun jumlah korban yang tercatat hingga tanggal 28 Oktober 2010 menurut keterangan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat adalah 370 korban tewas dan 338 korban hilang. Dari data sementara tersebut tercatat bahwa tidak ada warga Jerman yang menjadi korban. Hingga saat ini Pemerintah Daerah Sumatera Barat telah mengambil langkah-langkah penanggulangan diantaranya pendirian posko-posko tanggap darurat, pembangunan rumah sementara, serta melakukan langkah-langkah untuk merelokasi para korban.

Sementara itu, pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010 sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas selama hampir 1,5 jam. Pada  peristiwa tersebut kubah yang terbentuk selama 4 tahun (sejak letusan 2006) gugur. Gugurnya sebagian kubah ini membuka jalan lebih besar bagi magma untuk naik ke permukaan. Kondisi ini menyebabkan terbongkarnya kubah lava secara besar-besaran, sehingga terjadi letusan Selasa lalu. Letusan tersebut juga diikuti dengan terjadinya fragmentasi material magma baru dan munculnya awan panas, serta mengakibatkan terjadinya hujan abu. Hingga saat ini belum diperoleh data pasti jumlah korban Gunung Merapi, namun Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Dr. Sardjito menyatakan hingga Rabu, 27 Oktober 2010 tercatat jumlah korban meninggal 29 orang. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa daerah rawan Bencana Merapi terbentang hingga 10 km dari puncak merapi. Aktivitas masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta di luar itu berjalan seperti biasa. Hal ini menyebabkan bahwa Yogyakarta masih aman untuk dikunjungi wisatawan.

Sampai saat ini, pemerintah Indonesia masih mampu menangani bencana seperti yang terjadi di Mentawai dan belum memerlukan bantuan yang mungkin ditawarkan oleh pihak asing. 

 

Menlu Jerman Guido Westerwelle telah menyampaikan ucapan duka cita dan simpati kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas terjadinya bencana alam dimaksud. (KBRI Berlin)