Peluang Emas Sektor Energi dan Transportasi digelar di Berliner Rote Rethaus

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PELUANG EMAS SEKTOR ENERGI DAN TRANSPORTASI
DIGELAR DI BERLINER ROTE RATHAUS
 
Indonesia berpotensi besar untuk menjadi centre of excellence bagi industri geothermal dunia, kondisi geografis Indonesia yang terletak pada jalur ring of fire dunia  dengan adanya puluhan gunung berapi (volkano) menjadikan Indonesia memiliki sumber panas bumi yang berlimpah. Hal tersebut terungkap dari paparan yang disampaikan oleh David Brune, peneliti senior pada institusi GeoForschungZentrum Potsdam, Jerman. Keyakinan tersebut juga didukung oleh Dr. Makky S. Jaya, ahli hidrokarbon dan geothermal dari Institut Teknologi Surabaya yang sedang mendalami ilmunya di Departemen Geofisika Freie Universität Berlin. Menurut Dr. Makky , Indonesia memiliki sekitar 45% dari cadangan dunia sehingga hal ini sangat potensial bagi investasi asing karena memiliki nilai strategis dan ekonomis guna mendukung pengembangan sektor energi terbarukan.
 
Pandangan-pandangan tersebut mewarnai diskusi menarik dalam forum Indonesian Business Day (IBD) pada 12 Oktober 2009 di Berlin yang kali ini mengusung tema “Mobility and Energy: Potentials, Business Opportunities, and Challenges” atas kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin dengan Pemerintah Kota Berlin dalam kerangka Asia Pacific Week  2009. Sekitar 90 undangan dari kalangan pemerintahan, pebisnis, dan lembaga riset telah menghadiri acara di Ruang Louise Schroeder, Berliner Rote Rathaus. Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pakar  di bidang energi dan transportasi seperti Santoso Eddy Wibowo (Deputi Sekjen Departemen Perhubungan RI), Prof. Dr. Rolf W. Stuchtey (Ahli Ekonomi University of Bremen/ Ketua Institute for Sea Transportation and Logistic Bremen), Hasan Basri Saleh (Ketua BKPM DKI Jakarta), Karl Wendling (Kementerian Ekonomi dan Teknologi) .
 
Dalam pembahasan mengenai investasi di sektor transportasi, pengembangan infrastruktur di Jakarta sebagai ibukota metropolitan menjadi sorotan tersendiri dan berpeluang besar bagi terbukanya kerja sama investasi yang menjanjikan dengan pihak Jerman. Sementara itu, peluang investasi asing jangka panjang difokuskan pada potensi pengembangan infrastruktur jalur penghubung antara Pulau Jawa dengan bagian Timur Indonesia, baik melalui darat, udara maupun air.
 
Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo menekankan peran penting promosi peluang investasi asing di sektor energi dan transportasi dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya terkait dengan upaya untuk mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global. Dengan didukung oleh kebijakan yang memudahkan bagi investasi, pemerintah telah menawarkan peluang-peluang investasi di berbagai sektor termasuk kedua bidang tersebut di atas. Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia berhasil meminimalisir dampak dari krisis ekonomi global, bahkan berhasil mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang positif dan menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara dan ketiga tertinggi diantara negara G-20.
 
Deputi Bidang Promosi BKPM, Darmawan Djajusman dalam paparan mewakili Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menekankan komitmen Pemerintah Indonesia  untuk menciptakan iklim investasi yang ‘environmentally friendly’. Dengan prediksi pertumbuhan GDP sebesar 6,6% selama kurun waktu 2004-2009, Indonesia saat ini berada pada posisi ke-21 sebagai negara yang paling menarik untuk tujuan foreign direct investment (FDI). Untuk itu, keterlibatan Jerman di sektor energi dan infrastruktur transportasi diharapkan mampu mengisi kebutuhan investasi bagi pembangunan nasional yang diperkirakan mencapai nilai US$ 426 milyar.
 
Dalam IBD tersebut telah dilakukan one-on-one business meeting antara para calon investor Jerman dengan Indonesia. Salah satu perusahan Jerman yang bergerak di bidang energi terbarukan telah melakukan pembicaraan serius dengan BKPMD DKI Jakarta untuk menjajaki kemungkinan penyediaan kebutuhan energi di Kepulauan Seribu. Disamping itu, energi yang ramah lingkungan bagi transportasi umum di Jakarta juga dibahas secara intensif. Dalam kaitan tersebut, KBRI Berlin akan memberikan bantuan fasilitasi yang diperlukan dalam rangka merealisasikan proyek dimaksud.
 
Dalam rangka memfasilitasi perusahaan Jerman yang akan melakukan usaha di Indonesia, KBRI Berlin bekerjasama dengan BKPM telah menyiapkan buku saku panduan berinvestasi di Indonesia. Oleh karena itu, Dubes Eddy Pratomo menggunakan kesempatan IBD untuk melakukan peluncuran handbook “How to Do Business in Indonesia” yang disusun oleh KBRI Berlin bekerjasama dengan BKPM termaksud.
                                                                           Berlin, 13 Oktober 2009