Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Siaran Pers

Seminar Nasional “Peluang dan Tantangan Daerah dalam ASEAN Economic Community 2015” di Purwokerto, 18 Oktober 2011

Kamis, 20 Oktober 2011

181/PR/X/2011/53
 
Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik mendukung penyelenggaraan rangkaian acara Grand Launching Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (UnSoed), Purwokerto yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 Oktober 2011. Seminar nasional ini merupakan wujud dukungan Kementerian Luar Negeri dalam upaya penguatan politik luar negeri Indonesia khususnya dalam proses pencapaian Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.
 
Sebagai wujud dukungannya tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2011, dengan bertempat di Auditorium Roedhiro UnSoed, Kementerian Luar Negeri mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Peluang dan Tantangan Daerah dalam ASEAN Economic Community 2015” yang mengundang beberapa pembicara, yaitu Mantan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia, Dekan FISIP Universitas AL-Azhar Indonesia sekaligus alumni UnSoed, Prof. Dr. Yahya Muhaimin; Isman Pasha, Kepala UPT Museum Konperensi Asia-Afrika Bandung, perwakilan dari Direktorat Diplomasi Publik, dan Rumondang Lela Harahap, Kepala Sub-Direktorat Komoditi dan Sumber Daya Alam Direktorat Kerja Sama Ekonomi ASEAN Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN.
 
Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 350 orang undangan dan peserta yang terdiri dari Rektor UnSoed dan jajarannya, para pejabat Pemerintahan Kabupaten Banyumas, Inspektur Daerah-Ibu Hj. Rusmiyati sebagai utusan Bupati Banyumas, para kepala Dekan se-UnSoed, para ketua program studi dan ketua lembaga, akademisi dan mahasiswa dalam wilayah Barlingmascakeb serta wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Acara dibuka oleh laporan panitia, yang dilanjutkan kemudian dengan pembukaan oleh Drs. Muslihudin M.Si, Dekan FISIP UnSoed yang menyampaikan kegiatan Grand launching program studi baru di FISIP, Hubungan Internasional serta menyambut baik dan mendukung keberlangsungan acara ini dan kerjasama antara Kementerian Luar Negeri dan UnSoed.
 
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Drs. Mardjoko, M.M., Bupati Banyumas oleh Ibu Hj. Rusmiyati selaku Inspektur Daerah. Dalam sambutan Bapak Bupati Banyumas, disampaikan bahwa Kabupaten Banyumas menawarkan investor dari ASEAN untuk berinvestasi di daerah Banyumas.
 
Dalam acara ini, Bupati Banyumas berhalangan hadir karena momen yang bertepatan dengan acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Isman Pasha, Kepala Museum KAA sebagai perwakilan dari Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri. Dalam sambutannya, disampaikan, “Seminar nasional ini, merupakan salah satu upaya kerjasama antara Kementerian Luar Negeri sebagai agen pemerintah dan elemen-elemen pemangku kepentingan daerah untuk dapat menggali bersama-sama insights dan hints tentang peluang dan tantangan daerah bagi pengembangan competitive advantage daerah dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015”. 

Bapak Edi Yuwono, Ph.D., Rektor UnSoed dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa UnSoed sebagai salah satu leader dalam wilayah Purwokerto yang mempersiapkan sebaik-baiknya sumber-sumber daya manusia, memandang perlunya identifikasi, modifikasi, untuk memberi nilai tambah dan memberi standar yang tinggi bagi potensi daerah atau produk lokal. Dalam hal ini, kearifan lokal perlu dimanfaatkan secara optimal.

Seminar berikutnya dilanjutkan dengan sesi pertama yaitu panel diskusi dengan Bapak Agus Haryanto, S.IP., M.Si sebagai moderator. Diskusi panel ini berisi 2 (dua) pembicara, yaitu Prof. Dr. Yahya Muhaimin, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Alumnus UnSoed, sekaligus Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Persatuan Nasional Periode 1999-2001 serta Ibu Rumondang Lela Harahap, Kasubdit Komoditi dan Sumber Daya Alam sebagai perwakilan Direktorat Kerjasama ASEAN.
 
Dalam paparannya, Ibu Rumondang Lela Harahap memaparkan bagaimana upaya-upaya pemerintah dalam negosiasi bidang perekonomian di tingkat ASEAN dan perkembangan perekonomian negara-negara ASEAN. Disampaikannya, “Dalam konsep-konsep kerjasama ASEAN, Indonesia selalu menjadi leader”.
 
Sementara itu, Bapak Yahya Muhaimin mengungkapkan tentang diplomasi era baru yang ditandai dengan semakin bertambahnya aktor-aktor diplomasi dari segala lapisan dan relevansinya untuk pemajuan ekonomi daerah. Penduduk ASEAN merupakan potensi pasar untuk ekspansi ekspor produk-produk Indonesia. Diungkapkan olehnya, “Indonesia memiliki tantangan besar tetapi kesempatan yang besar juga apabila ingin memaksimalkan potensi daerah”, sehingga oleh karena itu Indonesia harus memiliki motivasi yang kuat untuk menghadapi ASEAN Community 2015.
Sesi kedua acara ini dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi Hubungan Internasional Indonesia yang diselingi dengan pemutaran film dan diskusi film tentang diplomasi Indonesia sejak kemerdekaan Indonesia, Gerakan Non-Blok, dan ASEAN. Acara ini dipandu oleh Bapak Isman Pasha. Dalam sesi ini, disampaikan pesan kepada generasi muda untuk lebih mengenali bangsa sendiri dan memanfaatkan konsep dan teori sendiri untuk membaca potensi bangsa. 
 
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab baik, baik pada sesi pertama maupun sesi kedua, terlihat sekali antusiasme para peserta seminar ini. Diskusi berkembang tentang krisis ekonomi di Eropa, arsitektur kawasan, isu perbatasan dan hubungan Indonesia-Malaysia, aliran tenaga kerja di ASEAN serta partisipasi total Indonesia dalam ASEAN Economic Community 2015. (Dit. Diplik) 



AksesInvitesPPTM 2013Majalah QuAsPengumuman Rekrutmen CPNS Kemlu Tahun Anggaran 2013
Tabloid DiplomasiPidato Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, DR. R.M. Marty M. NatalegawappidBuletin Komunitas ASEANDiplomasi Indonesia 2013
UNAOC6ASEAN Selayang PandangLPSEPedoman Praktis Pembuatan Pengesahan dan Penyimpanan Naskah PIPanduan Umum Tata Cara dan Kerjasama LN oleh Pemda
Perpustakaan Ali AlatasPeluangAyo Kita Kenal ASEANQuAs edisi 4BSBI 2014
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia | Syarat dan Ketentuan